|
Mengadakan pelatihan bagi guru sekolah minggu merupakan salah satu
cara untuk meningkatkan kualitas sekolah minggu Anda. Banyak hal
yang bisa kita bagikan dalam pelatihan bagi guru sekolah minggu
tersebut. Baik dalam segi teknik dan metode mengajar, meningkatkan
motivasi para pelayan anak, dan bentuk pelatihan lain yang bisa
membantu para pelayan anak untuk terus menggali keahlian mereka
dalam mengajar.
Nah, jika saat ini Anda sedang mempersiapkan pelatihan bagi guru
sekolah minggu, artikel berikut semoga membantu. Anda tidak harus
mengadakan acara pelatihan yang besar. Bermula dari hal yang
sederhana, kita sudah dapat mengadakan pelatihan tersebut. Selamat
menyimak, semoga alternatif dan beberapa hal penting guna mengadakan
pelatihan berikut ini bisa Anda praktikkan.
DI MANA PARA GURU DILATIH?
Beberapa guru yang ahli dalam profesi mereka, tidak pernah mengikuti
pelatihan. Tetapi, ada juga guru yang harus mengikuti beberapa
pelatihan dan gagal dalam setiap usaha mereka. Tentu saja, lebih
penting melatih guru daripada pelatihan struktur kurikulum.
Observasi/Pengamatan
Beberapa guru mengajar di kelas mereka dengan menggunakan metode
yang hampir sama dengan para guru yang telah memberi pengaruh
besar bagi mereka. Entah melalui observasi atau ingatan, guru
yang baru akan meniru orang lain. Jadi untuk memulai pelatihan
bagi guru, mulailah dengan observasi/pengamatan. Sediakan lembar
pengamatan untuk menuntun para guru baru itu mengetahui
faktor-faktor penting dalam mengajar. Pengamatan yang
sembarangan akan memberikan nilai yang kecil meskipun mampu
membangkitkan motivasi dan semangat.
Amatilah pengajaran yang efisien maupun yang tidak efisien.
Berhati-hatilah, guru yang tidak baik hanya memberikan instruksi
tentang apa yang tidak boleh dilakukan. Pelajarilah hal-hal
positif tentang seorang guru yang baik.
Masa belajar
Tim pengajar dan guru ahli membawa suatu gagasan dan keberhasilan
baru dalam pelatihan. Para guru mempelajari peranan mereka dalam
membantu proses mengajar di dalam kelas. Ada banyak orang Kristen
yang mau menjadi pendamping di dalam kelas, namun tidak pernah
memerhatikan keseluruhan tanggung jawab atas seluruh pelajaran.
Pendamping ini memimpin kelompok diskusi, mendampingi saat
aktivitas, menyampaikan sebagian pelajaran, atau mengerjakan
tugas-tugas lainnya. Mereka belajar mengajar dengan melihat guru
yang sudah ahli, kemudian melakukan praktik pengajaran yang
sesungguhnya. Saat mereka berpartisipasi dalam
pertemuan-pertemuan untuk membuat perencanaan, mereka akan
menemukan kesulitan perihal prinsip dan teknik pendidikan.
Perpustakaan Sekolah Minggu
Beberapa orang menganggap perpustakaan sekolah minggu hanyalah
suatu gudang atau kumpulan buku-buku untuk dibaca oleh orang
Kristen. Beberapa gereja-gereja pada waktu dulu juga menjalankan
hal tersebut. Kini, dengan adanya buku-buku Kristen yang
bersampul tipis berharga murah dan meningkatnya kekayaan
masyarakat, hampir semua orang Kristen membeli sendiri buku yang
ingin mereka baca. Saat perpustakaan sekolah minggu tradisional
berjuang untuk menarik anggota gereja sebanyak-banyaknya, suatu
pelayanan baru muncul. Saat ini banyak yang merasakan kontribusi
utama dari perpustakaan sekolah minggu adalah untuk guru sekolah
minggu.
Perpustakaan sekolah minggu menyediakan ensiklopedia Alkitab,
kamus-kamus, buku-buku pendukung, dan buku-buku referensi
lainnya. Perpustakaan sekolah minggu juga menyediakan alat
peraga, misalnya gambar flanel, dokumentasi film, transparansi,
film, dan rekaman-rekaman pelatihan guru sekolah minggu.
Perpustakaan sekolah minggu juga harus memiliki kumpulan gambar,
kliping, dan ilustrasi selain kaset-kaset audio.
Perpustakaan sekolah minggu menjadi pusat pelatihan bagi
guru-guru baru maupun yang sudah berpengalaman. Guru baru harus
belajar bagaimana memanfaatkan perpustakaan sekolah minggu untuk
memerkaya pengajarannya. Petugas perpustakaan adalah teman yang
baik yang dapat membantu menemukan ilustrasi, bahan pelajaran,
dan alat peraga.
Pertemuan Guru Sekolah Minggu
Pertemuan ini mengumpulkan para pelayan sekolah minggu secara
rutin untuk belajar, bersekutu, mencari ide-ide, memecahkan
masalah, dan membuat perencanaan. Pertemuan guru tersebut
mencakup beberapa hal, di antaranya:
- masalah-masalah disampaikan dan dibicarakan;
- mencari solusi;
- membicarakan rencana-rencana baru;
- kegagalan dihadapi dan penyebabnya didiskusikan;
- meninjau ulang keberhasilan;
- program tindakan dirancang.
Baik guru baru atau pun yang sudah berpengalaman bisa berkembang
melalui pertemuan ini, jadi pertemuan ini menjadi bagian yang
penting dalam pelatihan. Para guru bisa menjadi lebih cakap dalam
beriman, usaha yang terus-menerus dilakukan bersama dengan
pelayan-pelayan sepersekutuan dan dalam suasana yang memotivasi,
memerluas visi, memerdalam tanggung jawab, dan memperkuat
kesetiaan.
Sedikit gereja yang masih mengajarkan pelajaran untuk minggu
depan dalam pertemuan mingguan. Namun, kebanyakan mempersiapkan
bahan bagi guru; karenanya, guru tidak diberikan informasi untuk
menyampaikan pelajaran yang akan datang. Padahal pertemuan ini
adalah saat yang tepat bagi para guru di kelas gabungan atau
divisi guna mengkoordinasikan kegiatan mereka.
Para guru mendapatkan visi atas seluruh tugas sekolah minggu
dalam pertemuan tersebut. Mereka menyadari bahwa mereka tidak
sendiri; mereka melihat apa yang mereka sampaikan akan berputar.
Kurangnya kerja sama dengan salah satu anggota akan melemahkan
seluruh anggota.
Jamuan untuk Para Pelayan
Para calon pelayan dan guru yang sudah rutin mengajar, bisa
diundang dalam jamuan sekolah minggu. Setelah makan malam bisa
diadakan pelatihan, diskusi, dan demonstrasi (peragaan).
Seminar di Hari Sabtu
Sabtu sore (atau dari pukul 10 pagi -- 8 malam, dengan
menyediakan makan siang) adalah saat yang tepat untuk mengadakan
pelatihan tentang teknik mengajar bagi seluruh guru dan calon
guru. Pembicara dari luar bisa dengan efektif menunjukkan
berbagai pendekatan untuk mengajar. Acara ini tidak hanya "duduk
dan mendengarkan" dan pembicara hanya mengajar. Acara seperti ini
akan lebih efektif bila ada waktu untuk peragaan dan partisipasi,
di mana pembicara terlibat dalam belajar melalui praktik.
Pertemuan dan Konferensi
Ajukan kepada gereja supaya memberi dukungan pada guru-guru baru
untuk mengikuti pertemuan guru sekolah minggu yang diadakan lokal
atau pun nasional, di mana pada pertemuan itu juga diadakan
pelatihan untuk setiap kelompok umur. Pentingnya acara ini nampak
dari antusiasme banyaknya guru yang berkecimpung dalam tugas yang
sama.
Kelas Sore di Sekolah Alkitab Setempat
Bila Anda tinggal di dekat sekolah Alkitab (sekolah teologi),
carilah informasi apakah sekolah tersebut menawarkan kursus
pelatihan bagi guru. Kursus ini biasanya diadakan pada sore hari,
bisa dengan sertifikat atau pun tidak. Beberapa sekolah Alkitab
menawarkan kursus bersertifikat. Kursus-kursus semacam ini bisa
melengkapi program pelatihan bagi guru-guru di gereja lokal Anda.
(t/Ratri)
Sumber: How to Grow an Effective Sunday School, Elmer L. Towns, , Artikel Where Teachers are Trained?, halaman 76 -- 79, Accent Books, Colorado, 1979.
|