SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Jumat 8 Agustus 2008   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         Pustaka  
  Utama > Pustaka > Teknik Mengajar: Menggunakan Sumber-Sumber di Sekitar Kita  

Cari di Pustaka Cari di Pustaka
   

Topik TOPIK
  Pelayanan Anak Umum (98)
Pelayanan Sekolah Minggu (74)
Guru - Pendidik (148)
Anak - Murid (170)
Metode dan Cara Mengajar (160)
Kurikulum - Pedoman Mengajar (15)
Fasilitas Pelayanan Anak (15)
Penginjilan Anak - Misi Anak (55)
Pengajaran - Doktrin (277)
Doa - Musik - Ibadah (80)
Program Khusus Anak (43)
Perayaan Hari Raya Kristen (186)
Aktivitas dan Ketrampilan Anak (110)
Literatur untuk Anak (11)
Organisasi Pelayanan Anak (4)
Sudut untuk Anak (27)
Kesaksian Guru (48)
Humor (10)

Total 1448 tulisan dalam 18 topik.
 

Frequently Asked Questions FAQ
  Bagaimana cara berpartisipasi dalam pelayanan di Situs PEPAK? jawabannya  

Subscribe e-BinaAnak / e-BinaGuru Berlangganan
e-BinaAnak / e-BinaGuru

Teknik Mengajar: Menggunakan Sumber-Sumber di Sekitar Kita

Tanggal terbit:
15-5-2008

Topik:
Metode dan Cara Mengajar

Tipe Bahan:
Artikel

Tulisan ini pernah dimuat di:
e-BinaAnak edisi 382
Tampilan cetak
Beri tahu teman Anda
Kirim tulisan ini ke email Anda


Metode mengajar yang seperti apakah yang paling efektif? Jawabannya tergantung pada anak-anak yang ada di kelas. Beberapa anak bisa mendengarkan dan belajar. Anak-anak yang lain bisa belajar dengan langsung mempraktikkannya. Beberapa anak lainnya bisa belajar dengan baik melalui cara-cara mereka sendiri. Anak-anak yang lain lagi perlu interaksi dalam kelompok supaya bisa belajar. Teknik mengajar berikut ini mungkin bisa memberi Anda ide-ide untuk memanfaatkan sumber-sumber di sekitar yang bisa Anda gunakan di kelas Anda.

Gunakan pendekatan aktif dan pasif secara bergantian. Misalnya, Anda bisa memulainya dengan "Brain Teasers" (pemanasan). Anda bisa memulai dengan pelan-pelan menyebutkan semua ciptaan Tuhan. Lanjutkan dengan cerita Alkitab di mana anak-anak mendengarkan dengan tenang dan menjawab pertanyaan. Anda bisa menggunakan permainan untuk membantu anak-anak mempelajari ayat hafalan. Pendekatan ini bisa dirancang terlebih dahulu dan membantu mencegah kebosanan.

Gunakan tempat terbuka. Anak-anak menyukai kegiatan di luar ruangan. Anda bisa mengajarkan tentang kehidupan pada zaman Alkitab dengan membagikan roti yang telah dipotong-potong dan duduk-duduk di taman dengan beralaskan tikar. Anda juga bisa menceritakan kembali cerita "Manusia Jatuh ke Dalam Dosa" (Kejadian 3), atau biarkan anak-anak bermain-main di taman. Pastikan tidak ada anak yang tertinggal pada saat Anda meninggalkan taman tersebut.

Gunakan musik. Ajaklah pemain gitar, piano, atau keyboard untuk memimpin pujian yang akan membantu anak-anak mempelajari Alkitab atau Sepuluh Hukum Tuhan. Beranikan diri dan pimpinlah sendiri kegiatan ini.

Gunakan seni. Anak-anak senang mengekspresikan diri mereka sendiri. Pilihlah suatu kegiatan yang bisa mereka kerjakan sendiri atau yang membutuhkan sedikit pengawasan untuk membangun percaya diri mereka. Mereka bisa membuat suatu gambar yang menunjukkan apa yang telah mereka pelajari. Mereka bisa mewarnai gambar atau menulis ayat hafalan di kertas papirus dengan menggunakan tinta dan stik.

Gunakan pengulangan. Pilihlah suatu aktivitas cerita Alkitab, "Brain Teaser", ayat hafalan, dan permainan yang menekankan pelajaran yang sama dengan yang Anda ajarkan hari itu.

Gunakan peralatan visual. Siapkan suatu tantangan yang cukup besar (seukuran tembok), misalnya mengingat Sepuluh Perintah Tuhan. Buatlah daftar kitab dalam Alkitab di tembok tersebut. Cetaklah gambar-gambarnya dan gantungkan di tembok untuk mengingatkan anak-anak pada apa yang telah mereka pelajari atau biarkan anak-anak menggambar apa yang telah pelajari dan menggantungkannya di tembok.

Menghapal Alkitab. Berikan daftar ayat hapalan yang telah mereka pelajari bulan lalu dan mintalah mereka untuk menemukan ayat-ayat tersebut di Alkitab. Anda juga bisa minta mereka untuk menemukan suatu kitab yang namanya sama dengan tokoh wanita dalam Alkitab dan satu kitab yang namanya sama dengan tokoh pria dalam Alkitab. Siapa yang lebih dulu menemukan, suruhlah berdiri.

Gunakan kegiatan individul. Setiap Minggu, jadwalkan setidaknya satu kegiatan yang meminta setiap anak untuk belajar secara individu. Setiap anak bisa mengatakan ayat hafalan itu sendiri selama perlombaan. Setiap murid juga bisa menggambar atau menulis jurnal.

Gunakan kegiatan dalam kelompok. Contohnya, bagilah anak-anak ke dalam kelompok-kelompok dan mainkan "Siapa yang Ingin Menjadi Ahli Waris Kristen?" untuk melihat kembali kebenaran Alkitab dan fakta-fakta yang telah dipelajari selama satu bulan. Permainan ini mendorong pembentukan keterampilan sosial dan menekankan kebenaran Alkitab bahwa Tuhan ingin kita memiliki teman dan bekerja bersama-sama (Kejadian 2:18).

Menonton film. Ada banyak film pendek yang baik untuk ditonton (20 -- 50 menit) yang menceritakan tokoh-tokoh atau peristiwa-peristiwa dalam Alkitab.

Gunakan "role play" untuk memeragakan cerita. Tulislah setiap bagian dalam kertas yang terpisah dengan menggunakan kata-kata yang bisa dibaca oleh anak-anak.

Permainan detektif Alkitab. Misalnya, biarkan anak-anak menemukan kata-kata yang bisa mereka gunakan untuk memuji Tuhan dalam doa. Berikan daftar ayat-ayat yang bisa mereka baca untuk menemukan kata tersebut. Tulislah penemuan mereka di papan tulis. Gunakan pendekatan ini untuk kegiatan lain, misalnya belajar tentang seseorang dalam tokoh Alkitab atau makanan yang disebutkan pada zaman Alkitab.

Ajaklah seorang wakil pemimpin yang memiliki sifat yang berkebalikan dengan Anda. Misalnya, bila Anda ingin pendekatan yang aktif, ajaklah wakil pemimpin yang suka dengan pendekatan yang pasif dan Anda berdua bisa melakukan yang terbaik dari yang Anda suka.

Rayakan keberhasilan. Pekerjaan yang dilakukan dengan baik akan selalu dikenang. Berikan penghargaan kepada murid-murid setelah mereka belajar satu ayat hafalan. Bila seluruh kelas menguasai permainan, misalnya menghapal "Doa Bapa Kami", pertimbangkan untuk merayakannya dengan kue saat istirahat. Gunakan perayaan-perayaan sebagai penjangkauan (outreach) dengan mendorong anak-anak untuk mengundang teman-teman mereka ke perayaan-perayaan yang diadakan selama jam sekolah minggu.

Bahan ini disampaikan untuk membantu para guru yang melayani di pelayanan prasekolah, pelayanan anak-anak, atau sekolah minggu. Melalui bahan ini, para guru bisa mengajarkan kepada anak-anak tentang apa yang Alkitab katakan mengenai Allah dan bagaimana kita hidup supaya berkenan kepada-Nya. (t/Ratri)

Sumber:
  • SundaySchoolResources.Com, http://www.sundayschoolresources.com/teaching_techniques.htm, Artikel Teaching Techniques oleh Tidak dicantumkan.


  • Berikut ini beberapa tulisan yang bertopik sama:
  • Evaluasi Proses Belajar/Mengajar
    29-5-2008 | Tips
  • Mencapai Keberhasilan Bersama-sama
    29-5-2008 | Artikel
  • Pusat Sumber Bahan
    15-5-2008 | Artikel
  • Kreasi Membaca Alkitab
    15-2-2008 | Tips
  • Masa Awal Kanak-Kanak: Pengajaran Alkitab
    15-2-2008 | Artikel
  • Memperlengkapi Diri untuk Mendapatkan Perhatian
    31-1-2008 | Tips
  • Bagaimana Mengajar Anak Pratama
    25-10-2007 | Artikel
  • Ide-Ide Bahan Mengajar untuk Kelas Balita
    18-10-2007 | Bahan Mengajar
  • Menanamkan Kebenaran Firman Tuhan: Metode Menghafal Ayat untuk Balita
    18-10-2007 | Artikel
  • Ciri Khas Anak Batita dan Metode Mengajar yang Tepat
    12-10-2007 | Tips

  • Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas