SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Jumat 8 Agustus 2008   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         Pustaka  
  Utama > Pustaka > Aktivitas untuk Belajar Tentang Allah  

Cari di Pustaka Cari di Pustaka
   

Topik TOPIK
  Pelayanan Anak Umum (98)
Pelayanan Sekolah Minggu (74)
Guru - Pendidik (148)
Anak - Murid (170)
Metode dan Cara Mengajar (160)
Kurikulum - Pedoman Mengajar (15)
Fasilitas Pelayanan Anak (15)
Penginjilan Anak - Misi Anak (55)
Pengajaran - Doktrin (277)
Doa - Musik - Ibadah (80)
Program Khusus Anak (43)
Perayaan Hari Raya Kristen (186)
Aktivitas dan Ketrampilan Anak (110)
Literatur untuk Anak (11)
Organisasi Pelayanan Anak (4)
Sudut untuk Anak (27)
Kesaksian Guru (48)
Humor (10)

Total 1448 tulisan dalam 18 topik.
 

Frequently Asked Questions FAQ
  Bagaimana menghubungi Tim PEPAK? jawabannya  

Subscribe e-BinaAnak / e-BinaGuru Berlangganan
e-BinaAnak / e-BinaGuru

Aktivitas untuk Belajar Tentang Allah

Tanggal terbit:
1-5-2008

Topik:
Anak - Murid

Tipe Bahan:
Tips

Tulisan ini pernah dimuat di:
e-BinaAnak edisi 380
Tampilan cetak
Beri tahu teman Anda
Kirim tulisan ini ke email Anda


Pengaruh Kasih dan Disiplin

Orang-orang dewasa, yang mendambakan anak-anak memiliki model yang positif akan sikap dan pemahaman mereka tentang Allah, harus memberikan perhatian khusus terhadap dua hal yang menyangkut hubungan mereka dengan anak, yaitu kasih dan disiplin. Bagaimana kedua kebutuhan vital bagi anak ini dipenuhi.

Kasih

Mayoritas orang dewasa yang terjun dalam pelayanan anak-anak mengklaim bahwa mereka mengasihi anak-anak. Namun, penganiayaan dan penelantaran anak jarang, jika ada, yang dilakukan oleh orang yang mengatakan mereka membenci anak-anak. Trauma penganiayaan yang paling buruk bukanlah luka fisik, tetapi pengkhianatan orang yang seharusnya menjadi pemelihara dan pelindung anak.

Masalahnya bukanlah pengakuan kasih orang dewasa, melainkan apakah anak merasa sungguh-sungguh dikasihi? Kasih bagi anak bersifat fisik. Pelukan dan belaian merupakan hal penting, baik bagi anak laki-laki maupun perempuan, sehingga perlakuan seksual terhadap anak-anak adalah sangat jahat karena tindakan ini mengkhianati kebutuhan anak yang paling dalam. Kasih berarti adanya perhatian dari orang dewasa dan peran serta mereka dalam hal-hal yang disukai anak. Kasih juga membutuhkan ungkapan verbal. Kata-kata perlu disertai pelukan, belaian, dan senyuman yang meneguhkan nilai serta penghargaan dari orang dewasa.

Ekspresi kasih tidak boleh dibatasi oleh suasana hati orang dewasa atau perilaku anak. Untuk menerima kasih, anak tidak boleh tergantung pada usaha-usahanya untuk memerolehnya karena kasih sangat rapuh. Jika kasih dapat diusahakan untuk diperoleh, kasih juga dapat hilang. Rasa takut kehilangan kasih dari seseorang akan menciptakan ketegangan, bukannya jaminan yang pasti.

Disiplin

Disiplin, yang mencakup lebih dari sekadar hukuman, merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku dengan cara yang hati-hati dan penuh kasih. Metode yang keras dan tidak konsisten, bahkan dengan maksud yang paling baik sekalipun, hanya menimbulkan keputusasaan dan kemarahan -- seperti yang Paulus peringatkan untuk tidak dilakukan oleh para orang tua: "Dan kamu bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4) Disiplin yang berat adalah tegas, tetapi penuh kesabaran. Sayangnya, Allah sering kali diperkenalkan ke dalam disiplin anak kecil sebagai ancaman -- sungguh suatu kesalahan yang menyedihkan! Orang tua yang terus mengancam anak dengan kata-kata "Allah tidak senang" mengungkapkan kelemahan-kelemahannya sendiri kepada anak tersebut. Disiplin jenis ini mengurangi penghargaan anak terhadap orang dewasa dan Allah. Perasaan-perasaan negatif terhadap Allah yang dipakai sebagai ancaman akan tinggal lama, bahkan setelah kejadian tertentu dilupakan.

Sebaliknya, jika orang dewasa menawarkan petunjuk yang masuk akal dan logis, anak mengembangkan kemampuan untuk membuat pilihan-pilihan yang bijaksana. Juga, pandangan anak akan orang dewasa sebagai pembimbing dan penolong semakin dimantapkan.

Kata "disiplin" tidak berarti hukuman. Disiplin berarti "pengajaran" atau "instruksi" -- dan ada perbedaan besar antara keduanya. Orang dewasa yang bereaksi atas perilaku yang salah dengan menunjukkan kemarahan dan keputusasaan mungkin berhasil membuat anak itu berhenti melakukan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan, tetapi hanya untuk sementara waktu. Namun, orang dewasa yang menanggapinya dengan penuh kesabaran dan berpendirian teguh menuntun anak untuk mengoreksi perilaku yang salah dan menggantikannya dengan tindakan-tindakan yang positif. Ini membantu anak untuk mempelajari cara hidup yang benar.

Sumber:
  • Mengenalkan Allah Kepada Anak (Terjemahan dari Teaching Your Child About God), Wes Haystead, , halaman 141 -- 142, Yayasan Gloria, Yogyakarta, 1996.


  • Berikut ini beberapa tulisan yang bertopik sama:
  • Apakah Anak-Anak Kita Harus Mengenal Tuhan?
    1-5-2008 | Artikel
  • Besarkan Anak Anda dengan Pujian
    22-4-2008 | Artikel
  • Anak-Anak Membutuhkan Pujian
    22-4-2008 | Artikel
  • Seberapa Efektifkah Pendisiplinan yang Anda Terapkan?
    18-4-2008 | Artikel
  • Cara Terbaik Mengasihi Anak
    10-4-2008 | Artikel
  • Menuai Apa yang Anda Tabur
    10-4-2008 | Artikel
  • Kasih Sayang yang Setara bagi Semua Anak
    3-4-2008 | Artikel
  • Anak-Anak Butuh Merasa Diterima
    3-4-2008 | Artikel
  • Mengajar Anak untuk Mencintai Alam
    29-2-2008 | Artikel
  • Allah Menciptakan Segala Sesuatu
    29-2-2008 | Artikel

  • Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas