SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Jumat 8 Agustus 2008   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         Pustaka  
  Utama > Pustaka > Pendeta yang Mengajar Sekolah Minggu  

Cari di Pustaka Cari di Pustaka
   

Topik TOPIK
  Pelayanan Anak Umum (98)
Pelayanan Sekolah Minggu (74)
Guru - Pendidik (148)
Anak - Murid (170)
Metode dan Cara Mengajar (160)
Kurikulum - Pedoman Mengajar (15)
Fasilitas Pelayanan Anak (15)
Penginjilan Anak - Misi Anak (55)
Pengajaran - Doktrin (277)
Doa - Musik - Ibadah (80)
Program Khusus Anak (43)
Perayaan Hari Raya Kristen (186)
Aktivitas dan Ketrampilan Anak (110)
Literatur untuk Anak (11)
Organisasi Pelayanan Anak (4)
Sudut untuk Anak (27)
Kesaksian Guru (48)
Humor (10)

Total 1448 tulisan dalam 18 topik.
 

Frequently Asked Questions FAQ
  Darimana bahan-bahan dalam Situs PEPAK didapatkan? jawabannya  

Subscribe e-BinaAnak / e-BinaGuru Berlangganan
e-BinaAnak / e-BinaGuru

Pendeta yang Mengajar Sekolah Minggu

Tanggal terbit:
22-4-2008

Topik:
Kesaksian Guru

Tipe Bahan:
Artikel

Tulisan ini pernah dimuat di:
e-BinaAnak edisi 379
Tampilan cetak
Beri tahu teman Anda
Kirim tulisan ini ke email Anda


Beberapa tahun yang lalu, kami mencari dua orang guru sekolah minggu kelas anak-anak di First United Methodist Church of Hooks, Texas (Gereja Metodis Pertama di Hooks, Texas), di mana sayalah yang menjadi pendetanya. Saya bertanya kepada diri saya sendiri mengapa saya tidak pernah mengajar kelas anak-anak. Saya merasa bahwa saya perlu melakukan sesuatu untuk mengubah keadaan itu.

Saya memutuskan untuk mengajar setiap kelas di divisi anak-anak selama satu catur wulan (empat bulan).

Ada banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kependetaan saya, saya benar-benar mengenal anak-anak di gereja saya -- tidak hanya nama mereka saja. Anak-anak juga menjadi mengenal pendeta mereka sebagai seseorang yang tidak hanya menjadi pemegang kekuasaan. Berulang kali para orang tua mengatakan kepada saya bahwa anak-anak mereka sangat senang memunyai pendeta yang menjadi guru mereka. Saya tahu ini bukanlah karena saya adalah seorang guru yang berbakat; ini karena mereka melihat saya memberikan perhatian yang tulus kepada mereka.

Satu setengah tahun membantu, saya membangun suatu pengertian baru terhadap pelayanan guru sekolah minggu. Saya melihat langsung betapa beratnya persiapan yang diperlukan untuk kelas-kelas sekolah minggu ini. Seperti kebanyakan orang, saya menganggap bahwa mengajar sekolah minggu itu mudah. Membaca cerita, memotong gambar, melakukan keterampilan menempel, berdoa, dan selesai. Benarkah demikian? Saya mencoba menerapkan sistem itu. Tapi gagal!

Saya mendapati bahwa anak-anak sangat ingin mengenal gereja dan tahu lebih dalam mengenai iman. Saya mulai menyiapkan kelas-kelas itu pada hari Senin dan memelajari pelajarannya sedikit demi sedikit setiap hari. Saya mengerjakan keterampilannya di sore hari dan di waktu "luang" saya, saya berharap bisa benar-benar merasakan perjuangan para guru yang tidak dapat menyiapkan pelajaran mereka karena hari-hari mereka yang sangat sibuk. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Saya juga menjadi tahu apa yang sering dihadapi guru saat mengajar anak-anak.

Ada anak-anak yang benar-benar tidak mau "berkumpul" di sekolah. Saya mencoba memikirkan cara-cara untuk membawa mereka masuk ke dalam persekutuan di kelas itu.

Ada anak-anak yang tidak bisa duduk dengan tenang lebih dari satu menit. Saya harus bersabar terhadap gangguan yang mereka timbulkan, tetapi saya tahu betapa seringnya mereka dikritik dan dihukum, jadi saya mencoba untuk membentuk kelas itu sehingga mereka bisa merasa dikasihi dan diterima.

Ternyata menjadi guru sekolah minggu membutuhkan keterampilan menjadi guru, pekerja sosial, orang tua, kakek-nenek, pendeta, dan -- yang terpenting -- teman.

Tidak diragukan lagi bahwa mengajar anak-anak merupakan pekerjaan yang penting selain berkhotbah, selama saya menjadi seorang pendeta. Menjadi guru sekolah minggu tidak dapat diragukan lagi juga merupakan tugas yang paling mulia dan saya rasa adalah tugas yang paling bermanfaat.

Pengalaman saya bersama anak-anak membantu saya memahami alasan pribadi Yesus saat mengatakan, "Biarkanlah anak-anak itu, jangan menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku ...." (Matius 19:14)

Saya merasa Dia tahu betapa pentingnya hubungan itu, baik bagi anak-anak maupun Diri-Nya sendiri. (t/Ratri)

Sumber:
  • sundayschool.cokesbury.com, http://sundayschool.cokesbury.com/content.aspx?dyn=516, Artikel Rural Pastor Takes on Teaching Sunday School oleh Kenneth Calhoun.


  • Berikut ini beberapa tulisan yang bertopik sama:
  • Sumber yang Melimpah
    15-5-2008 | Artikel
  • "Hanya" Seorang Pelayan Anak-Anak
    24-1-2008 | Artikel
  • Ketaatan
    18-1-2008 | Artikel
  • Kesaksian Guru
    9-1-2008 | Artikel
  • Kesaksian: Natal Sekolah Minggu
    13-12-2007 | Artikel
  • Menyentuh Masa Depan
    23-7-2007 | Artikel
  • Mata-Mata
    23-7-2007 | Artikel
  • Setiap Orang adalah Pencerita
    23-7-2007 | Artikel
  • Melatih Anak untuk Peka
    23-7-2007 | Artikel
  • Pelayanan Anak Jalanan: Mereka Juga Ingin Punya Masa Depan
    2-3-2007 | Artikel

  • Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas