|
Adalah sikap yang bijak jika Anda rehat sejenak dan memerhatikan
pendisiplinan yang Anda terapkan bersama anak Anda serta
mengevaluasi kualitas dan hasil pendisiplinan tersebut dengan
saksama. Anak-anak tidak akan tahu bagaimana harus bersikap jika
mereka tidak mengerti apa yang Anda harap mereka lakukan.
Pendisiplinan harus dimulai dengan komunikasi yang baik. Tujuan
akhir dari pendisiplinan yang diterapkan oleh orang tua haruslah
mengajarkan anak disiplin diri; komunikasi adalah langkah awal untuk
mencapai tujuan tersebut.
Dasar rencana disiplin yang baik pasti mengandung beberapa aspek di
bawah ini. Tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri Anda
sendiri.
Apakah pendisiplinan yang Anda terapkan bersifat membangun?
Pendisiplinan haruslah membantu anak, bukannya membuat mereka
frustrasi. Amsal 23:19: "Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah
bijak, tujukanlah hatimu ke jalan yang benar."
Apakah pendisiplinan yang Anda terapkan memunculkan
pilihan-pilihan yang bijak?
Pendisiplinan haruslah menuntun dan mendidik anak untuk bisa
membuat pilihan-pilihan yang bijak bagi dirinya sendiri. Dengan
demikian, Anda membantunya untuk berdisiplin diri. Amsal 19:20,
"Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau
menjadi bijak di masa depan."
Apakah pendisiplinan yang Anda terapkan konsisten?
Pendisiplinan yang sejati berarti setia dan konsisten meresponi
ketidaktaatan. Kedisiplinan yang diterapkan sekali waktu dan
kemudian diabaikan bukanlah pendisiplinan yang efektif. Amsal 29:17, "Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman
kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu."
Apakah pendisiplinan yang Anda terapkan mengomunikasikan kasih?
Pendisiplinan harus diterapkan atas dasar kasih. Pendisiplinan
juga merupakan wujud tindakan yang mengungkapkan bahwa anak
tersebut adalah anggota keluarga. Ingat, "Karena Tuhan menghajar
orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya
sebagai anak." (Ibrani 12:6)
Apakah pendisiplinan yang Anda terapkan merupakan rahasia?
Anak perlu tahu bahwa pendisiplinan yang Anda terapkan adalah
hanya antara orang tua dan dirinya sendiri dan bahwa
pendisiplinan tersebut tidak akan menjadi topik pembicaraan
dengan tetangga. Yeremia 31:34b, "sebab Aku akan mengampuni
kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."
Kerahasiaan tersebut juga akan membuat anak Anda percaya bahwa
Anda telah memaafkannya dan melupakan kesalahannya.
Ada beberapa metode penerapan pendisiplinan yang kreatif, dan orang
tua bijaksana harus memilih yang paling cocok untuk setiap kondisi.
Anda boleh melarangnya melakukan/memiliki seuatu yang sangat
penting baginya. Ini berarti mencabut hak istimewanya untuk
menggunakan atau melakukan sesuatu yang menyenangkan baginya.
Jika Johnny bermain "malam" (lilin yang dapat dibentuk-bentuk)
dan terus menggosokkannya di meja makan yang terbuat dari mahoni
(dan seharusnya ia tahu bahwa hal itu tidak boleh dilakukan),
maka Anda boleh melarangnya untuk bermain dengan malam tersebut
selama beberapa hari. Pastikan bahwa Anda telah memberitahunya
(pastikan Anda telah melakukannya) untuk tidak memainkan malam
pada meja perabotan. Oleh karena itu, cara yang paling tepat
untuk membantunya mengingat hal tersebut adalah mencabut haknya
untuk bermain malam tersebut selama beberapa hari. Hal itu akan
menjadi semacam pengingat baginya untuk tidak bermain malam di
meja yang bagus, namun hanya pada meja yang khusus disediakan
oleh ibunya.
Anda boleh mengisolasi anak Anda dari teman-temannya atau dalam
kamarnya. Penting untuk Anda tidak mengisolasinya di kamar
seolah-olah ia akan ada di dalam kamar selamanya. Tujuan dari
tindakan ini adalah mendorongnya untuk mengubah sikap, dan saat
ia merasa sanggup melakukannya, ia boleh keluar dari kamarnya dan
bermain lagi. Mungkin Sally dijauhi teman-temannya karena ia
kerap membuat masalah. Pertama-tama, Anda harus memberitahunya
bahwa ia menimbulkan masalah. Lalu katakan padanya bahwa ia
terpaksa masuk ke dalam kamarnya dan bermain sendirian sampai ia
memutuskan bahwa ia sanggup memerbaiki sikapnya. Selalu katakan
padanya bahwa saat ia mengubah sikapnya, ia boleh keluar dari
kamar dan bermain dengan teman-temannya lagi.
Anda boleh membiarkan anak menanggung konsekuensi dari apa yang
dilakukannya. Jika Anda telah memberitahukan konsekuensi dari
segala tindakan dan hal itu tidak efektif, maka ada baiknya Anda
membiarkan anak Anda merasakan konsekuesinya sendiri. Hal ini
tidak boleh dilakukan jika konsekuensi dari apa yang ia lakukan
mungkin membahayakan anak Anda -- Anda harus memikirkan
konsekuensi yang mungkin terjadi. Tapi ingat, sedikit rasa sakit
fisik yang sementara, jauh lebih baik daripada pukulan yang tidak
akan membuahkan hasil yang baik. Misalnya, Mary memiliki
kebiasaan buruk. Ia suka menarik ekor kucing. Anda sudah
memeringatkannya berulang kali, namun hal tersebut tidak
berhasil. Anda akhirnya memutuskan agar ia merasakan konsekuensi
dari apa yang ia lakukan -- menariki ekor kucing. Meski ia jelas
akan mengalami sedikit luka fisik, ia juga akan belajar dari apa
yang dialaminya -- bahwa bukanlah hak yang bijak untuk
menarik-narik ekor kucing.
Anda boleh menggunakan "sistem bonus uang" bagi perilaku baik dan
buruk. Metode ini memiliki beberapa kekurangan. Mungkin
kekurangan yang paling buruk ialah bahwa metode ini membangun
motivasi yang tidak baik. Beberapa orang tua membuat daftar poin
untuk tugas-tugas mingguan. Kemudian anak-anak menjumlahkan
poin-poin yang ia dapat karena telah melakukan tugas yang Anda
berikan, seperti merapikan tempat tidur, mencuci piring, membuang
sampah, dan lain-lain. Saat mereka tidak melakukan suatu tugas,
maka poin yang mereka peroleh dikurangi. Bonus pada setiap akhir
pekan biasanya berupa uang. Namun, banyak dari kita tidak ingin
anak-anak kita melakukan sesuatu dengan motivasi untuk
mendapatkan uang. Mereka harus tahu bahwa ada hal-hal yang setiap
anggota keluarga harus lakukan untuk memenuhi tanggung jawabnya
sebagai salah satu anggota keluarga. Metode ini tidak lain adalah
cara lain penyuapan yang lebih halus dan tidak akan dapat membuat
orang tua sampai pada sebab utama atas kurangnya motivasi atau
ketidaktaatan yang dilakukan oleh anak. Akan jauh lebih baik
jadinya jika orang tua terkadang memberi anak bonus spesial
karena kesediaannya bekerja sama saat ia dengan spontan melakukan
tanggung jawabnya dalam keluarga.
Anda boleh memukul anak Anda. Pemukulan haruslah menjadi pilihan
terakhir dan dilakukan saat terjadi penentangan dari pihak anak
yang disengaja atau ketika metode yang lain tidak efektif.
Pemukulan tidak boleh dilakukan dengan tujuan agar anak-anak mau
mengerjakan pekerjaan rumah. Saat pemukulan dilakukan untuk
penentangan yang sengaja dilakukan oleh anak dan dilakukan sesuai
dengan yang Alkitab ajarkan, maka anak akan berpikir, "Aku tidak
akan melakukan hal seperti itu lagi." Ada pemukulan yang benar
dan yang salah. Pemukulan yang salah adalah pemukulan yang
dilakukan dengan kejam, sadis, dan dengan penuh amarah. Hal
seperti itu akan menyebabkan anak dipenuhi dengan amarah dan
dendam, yang membuatnya menderita. Pemukulan yang baik dilakukan
dengan pendekatan yang positif. Pertama-tama, ada komunikasi
mengapa pemukulan dilakukan, dan disertai dengan "tongkat
didikan" dan kasih. Seorang ayah memiliki tongkat didikan
bertuliskan: "Untuk anakku dengan kasih". Alkitab menyatakan
dengan jelas mengenai hubungan kasih dan tongkat didikan.
(t/Dian)
Sumber: How to Develop Your Child`s Temperament, Beverly La Haye, , halaman 142 -- 145, Harvest House Publishers, Oregon, 1977.
|