|
Tujuan:
Anak-anak akan:
- merayakan kabar sukacita Paskah,
- mengalami saat-saat di mana Tuhan selalu bersamanya, dan
- bersyukur karena Tuhan selalu ada bersama mereka.
Anda akan memerlukan:
- Alkitab,
- tiga buah kertas bertuliskan: "Maaf, Dia tidak di sini",
- kue mangkuk,
- lilin ulang tahun biasa dan spesial yang menyala lagi saat
- ditiup (Anda dapat menemukan lilin seperti itu di toko yang
- menyediakan bahan-bahan pesta.),
- korek api,
- semangkuk air,
- satu butir kerikil atau batu untuk setiap anak (batu harus cukup
- besar untuk bisa ditulisi kata "Tuhan"),
- spidol permanen dengan ujung tinta yang kecil,
- sebuah plastik telur kosong untuk setiap anak,
- gunting,
- kertas koran,
- plester, dan
- pujian yang dapat dinyanyikan secara kelompok.
Bacaan Alkitab:
Mazmur 121 dan Yohanes 20:1-9
Persiapan guru:
Renungan
Paskah menerjang kita dengan kekuatan dahsyat gelombang samudera
yang memecah lautan menuju pantai. Kita tersapu oleh kasih Tuhan
yang hampir tidak dapat kita pahami, yang telah ditunjukkan-Nya
melalui kebangkitan Yesus Kristus. Sebagai orang Kristen, kita telah
disatukan karena Paskah. Kubur yang kosong adalah pernyataan akhir
Tuhan bahwa kita adalah anak-anak-Nya, dan bahkan kuasa maut pun
tidak lebih berkuasa dari iman kepada Raja kita yang telah bangkit.
Yohanes 20:1-9 memaparkan kisah tentang kubur yang kosong. Orang
pertama yang melihat bahwa kubur-Nya kosong dilingkupi oleh
ketidakpercayaan. Siapa yang mencuri jasad Yesus? Mengapa mereka
mencurinya? Tidak, ini tidak mungkin terjadi. Ia tidak mungkin hidup
lagi. Atau mungkin Ia memang sudah bangkit?
Kemudian Ia mendatangi mereka. Mereka melihat tangan-Nya, dan mereka
mengalami cahaya kemuliaan-Nya. Mereka mendengar janji bahwa mereka,
dan kita semua juga, akan berada bersama-Nya dalam kekekalan. Itu
semua begitu mulia sehingga kita hampir tidak bisa memahaminya.
Kebenaran itu begitu spektakuler hingga kita terus mengingat-Nya
seumur hidup kita.
Kabar sukacita Paskah bahkan menjadi lebih mulia saat disejajarkan
bersama janji yang ada di Mazmur 121. Tuhan yang menjaga Israel kini
merangkul kita aman di tangan-Nya. Tuhan yang selalu lebih berkuasa
dari segala iblis, kini memperlengkapi kita dengan senjata keilahian
Kristus yang paling ampuh. Ya, Tuhan ada di sana, di hati para
pemazmur, dan Tuhan ada di sini, dalam kehidupan kita melalui pesan
Paskah.
Memahami Anak Anda
Paskah selalu menjadi saat-saat yang menyenangkan bagi anak-anak.
Banyak keluarga memiliki tradisi yang selalu ditunggu oleh
anak-anak dalam memperingati Paskah. Bahkan gereja lokal memiliki
tradisi khusus memperingati Paskah yang membuat kita menganggap hari
itu sebagai hari yang spesial.
Anak-anak berpikir secara konkrit. Mereka memahami Paskah dalam
bentuk nyata yang bisa dilihat. Mereka memahami bahwa Tuhan
membangkitkan Yesus secara harfiah, tapi dari titik itu ceritanya
menjadi abstrak. Apa artinya Yesus kini hidup selamanya dengan
Tuhan? Apa artinya Yesus kini selalu bersama kita? Hal-hal seperti
itu adalah sesuatu yang abstrak, yang harus kita waspadai ketika
kita menceritakan kisah Paskah.
Mencari telur Paskah yang disembunyikan, baju baru, keranjang
Paskah, dan banyak bentuk selingan lain dapat mengaburkan makna
kabar sukacita yang ada saat Paskah. Anak-anak membutuhkan bantuan
untuk mengalami makna Paskah yang sebenarnya. Saat kita mengajar
mereka, kita tidak boleh mengabaikan pertanyaan mereka mengenai
Paskah. Bahkan saat mereka menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang
tidak bisa dijawab sekalipun, kita masih dapat membantu mereka dalam
memahami kenyataan Paskah.
Tuhan telah melakukan sesuatu yang tidak dapat dipahami. Melalui
kuasa Tuhan, Yesus mengalahkan maut. Iman kita kepada Yesus dan
kebangkitan-Nya membuka pintu ke surga. Hal seperti itu adalah hal
yang sangat abstrak yang mesti kita jelaskan dalam bentuk yang mudah
dimengerti oleh anak-anak.
Gunakan pelajaran ini untuk merayakan Paskah. Perhatikan saat-saat
yang dapat digunakan untuk mengajar saat anak-anak bertanya dan
menemukan sesuatu yang baru bagi mereka. Hari ini Paskah! Yesus
hidup! Hidupku tidak akan sama lagi. Haleluya! Beritakan pada dunia.
Pembukaan:
Sambut anak-anak dan beri mereka ucapan selamat Paskah.
Tanyakan:
- Mengapa kita merayakan Paskah?
- Bagaimana kalian merayakan Paskah dalam keluarga?
- Apa yang paling kalian suka di gereja saat ibadah Paskah?
Katakan:
Paskah adalah hari yang sangat spesial. Tuhan sangat mencintai kita
hingga Ia ingin agar Anak-Nya, Yesus, selalu bersama kita. Yesus
mencintai Bapa-Nya di surga, dan Yesus mencintai kita. Itulah
mengapa Ia bersedia mati bagi kita. Segelintir orang-orang yang
kejam berpikir bahwa mereka berhasil menyingkirkan Yesus dengan
membunuh-Nya, namun Yesus lebih berkuasa. Kini semuanya berbeda.
Hari ini Hari Paskah, dan Yesus telah bangkit.
Pujian:
Pimpin anak-anak menyanyikan "Ho-Ho-Ho-Hosanna" (pujian yang dapat
dinyanyikan secara berkelompok). Bernyanyilah sambil diiringi
gerakan tangan.
Pujian berikutnya "He`s Alive" (pujian yang dapat dinyanyikan secara
berkelompok). Minta anak-anak yang lebih tua untuk bertepuk tangan
dan anak-anak yang lebih kecil bernyanyi. Setelah mereka hafal
lagunya, biarkan anak yang lebih tua bernyanyi dan yang lebih kecil
bertepuk tangan.
Berdiri dan berkumpullah, kemudian baca dengan keras Yohanes 20:1-9.
Minta anak-anak untuk melakukan gerakan saat Anda membacanya.
Pastikan setiap anak memiliki ruang yang cukup luas untuk bergerak.
Mungkin Anda harus memiliki seseorang yang memberi contoh bagaimana
anak harus bergerak.
Menyampaikan Firman Tuhan:
Minta anak-anak untuk berdoa bersama Anda:
Tuhan Yesus, kami bertanya-tanya apa yang dipikirkan Maria
Magdalena, Petrus, dan Yohanes saat mereka menemui kubur Yesus
kosong. Terima kasih telah membangkitkan Yesus. Kami bersyukur Ia
hidup selamanya. Ia begitu mencintai kami, dan sekarang Ia ingin
menjadi Juru Selamat kita. Bantu kami mengikut Dia setiap hari.
Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.
SAAT KUBUR YESUS KOSONG
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih
gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa
batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon
Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada
mereka, "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu
di mana Ia diletakkan."
[Buatlah gerakan menguap dengan mengangkat tangan ke atas. Letakkan
tangan di dahi seolah-olah berusaha membuka mata.]
[Lari-lari di tempat.]
Lalu Petrus dan murid yang lain pergi menuju ke kubur. Keduanya
berlari, namun murid yang lain lebih cepat dan tiba di kubur
terlebih dahulu. Ia membungkuk dan menemui selembar kain linen di
sekitar kubur, namun tidak masuk ke dalam kubur. Kemudian Simon
Petrus, yang di belakangnya, tiba dan masuk ke kubur. Ia menemui
lembaran kain linen di sana, juga kain pembungkus jasad yang
sebelumnya membungkus kepala Yesus. Kain itu terlipat rapi, terpisah
dari kain linen. Akhirnya murid yang lain, yang tiba di kubur
terlebih dahulu, juga masuk ke dalam kubur. Ia melihat dan percaya.
[Buatlah lingkaran, dan pelan-pelan lari di tempat.]
[Berhenti berlari, dan membungkuk seolah-olah melihat ke dalam
kubur.]
[Melompatlah maju.]
[Garuk kepala seolah-olah sedang bingung.]
[Melompatlah berulang kali, lambaikan tangan.]
[Cari teman, taruh tangan di bahu teman, dan goyang bahunya.]
IA TIDAK DI SINI!
[Sebelum memulainya, cari tiga ruangan di gereja Anda yang dapat
digunakan untuk melakukan hal itu. Dalam setiap ruangan, pasang
kertas besar bertuliskan: "Maaf, Ia tidak di sini!"]
Katakan:
Wow! Menakjubkan sekali yang Maria Magdalena, Petrus, dan Yohanes
alami! Pikirkan tentang hal itu. Mereka bertiga pergi ke kubur dan
menemui batu besar telah terguling dari pintu kubur. Mereka masuk ke
dalam kubur dan menemui kubur kosong. Hanya ada kain pembungkus
Yesus dalam kubur itu. Untuk sementara waktu, mereka berpikir bahwa
tubuh Yesus telah dicuri. Kemudian mereka bertanya-tanya, "Bagaimana
jika Ia memang telah bangkit?"
[Katakan pada anak-anak bahwa mereka akan mencari Yesus seperti apa
yang dilakukan Petrus dan Yohanes. Bawa anak-anak ke ruangan yang
telah Anda pilih sebelumnya. Jika Anda ada di daerah gereja Anda, di
mana Anda tidak akan mengganggu orang lain, Anda dapat membiarkan
anak-anak berlari dulu jika mereka sudah tahu ruangan mana yang akan
Anda tuju. Saat Anda sampai pada setiap ruangan, minta satu anak
untuk membawa tanda bertuliskan: "Maaf, Ia tidak di sini!"]
Setelah memasuki semua ruangan kosong, kembali ke tempat semula.
Tanyakan:
- Apa yang kalian rasakan saat setiap kita sampai di sebuah
ruangan, dan menemukan tanda bahwa Yesus tidak ada di sana?
- Dalam hal apa pengalaman kalian sama dengan apa yang dialami oleh
Maria Magdalena, Petrus, dan Yohanes?
Katakan:
Saat kita mencari sesuatu dan tidak menemukannya, kita
bertanya-tanya. Saya yakin Petrus dan Yohanes bertanya-tanya apa
yang terjadi pada tubuh Yesus. Alkitab mengatakan Yohanes "melihat
dan percaya". Itu berarti ia tahu bahwa Yesus bangkit. Sungguh
menakjubkan pengalaman yang ia alami. Itulah yang Tuhan ingin kita
rasakan pada saat Paskah.
Aktivitas:
Lilin-Lilin Ajaib
Kelompokkan anak ke dalam kelompok-kelompok beranggotakan empat atau
enam orang. Seorang dewasa harus menjadi anggota setiap kelompok
yang ada. Pada satu buah kue mangkuk, taruh sebuah lilin biasa; pada
kue mangkuk lain, taruh lilin "ajaib". Katakan pada anak-anak bahwa
Anda akan mengadakan pesta untuk memperingati Paskah. Baca dengan
keras Matius 28:20b.
Katakan:
Yesus bersabda bahwa Ia akan selalu bersama kita. Ayo rayakan.
Seorang dewasa menyalakan kedua jenis lilin dan ajak anggota
kelompok untuk meniupnya. Beberapa lilin akan menyala kembali saat
ditiup. Biarkan anak-anak untuk terus mencoba meniup lilin tersebut.
Siapkan semangkuk air di sekitar lilin itu untuk memadamkan
nyalanya. Jika bisa, sediakan kue mangkuk untuk semua anak yang ada
agar dapat dimakan saat selesai melakukan aktivitas ini.
Kumpulkan anak-anak dalam kelompok besar, dan tanyakan:
- Apa yang terjadi dengan lilinnya?
- Apa yang kalian pikirkan saat beberapa lilin tetap menyala meski
sudah ditiup?
- Apa persamaan lilin yang menyala terus itu dengan apa yang Tuhan
lakukan pada pagi Paskah?
Katakan:
Orang-orang berpikir bahwa mereka telah menyingkirkan Yesus, sama
saat seperti kalian meniup lilin. Namun, Tuhan punya rencana lain.
Kalian tidak tahu bahwa kalian dihadapkan dengan lilin yang khusus,
sama halnya orang-orang pada waktu itu tidak tahu bahwa Tuhan
memunyai rencana spesial untuk Paskah. Tuhan membangkitkan Yesus,
dan Yesus akan bersama Tuhan sekarang. Itu berarti Ia selalu bersama
kita. Ia tidak akan pernah pergi lagi karena Ia mengatakan demikian
di ayat Alkitab yang saya baca.
Batu Pengingat
Sebelum melakukan aktivitas ini, siapkan batu dan spidol.
Kumpulkan anak-anak mengelilingi batu-batu halus dan spidol-spidol
yang telah Anda siapkan. Minta setiap anak untuk mengambil satu buah
batu. Bentuk anak-anak dalam kelompok-kelompok kecil sehingga mereka
berbaur -- yang lebih tua dan yang lebih muda. Suruh mereka untuk
menulis "Tuhan" di atas batu. Minta anak yang lebih tua untuk
membantu anak yang lebih muda.
Setelah selesai, kumpulkan mereka kembali dalam kelompok besar. Baca
Mazmur 121.
Katakan:
Mazmur itu mengatakan kepada kita bahwa Tuhan selalu menjaga kita
tetap aman.
Tanyakan:
- Menurut kalian, berapa umur batu itu?
- Berapa lama menurut kalian batu itu akan bertahan?
Katakan:
Batu itu lebih tua dari kalian, saya, gereja kita, bahkan negara
kita. Batu itu sudah ada di sini sejak dahulu. Batu itu akan tetap
berada di sini setelah kita mati. Tuhan seperti batu itu. Tuhan
selalu ada di sini sejak dulu. Dan kini Tuhan selalu bersama kita
dalam Yesus. Itulah yang terjadi saat Paskah. Bawa pulang batu
kalian dan lihatlah setiap hari. Ingatlah bahwa Tuhan selalu ada di
sini sejak dulu dan akan selalu ada di sini seperti batu itu.
Doa Telur Paskah
Berikan setiap anak kertas-kertas kecil berisi doa-doa di hari
Paskah.
Berikan setiap anak sebuah plastik telur Paskah kosong.
Katakan:
Saya ingin kalian berpikir dan melengkapi pernyataan ini:
"Tuhan, Engkau akan selalu hidup. Terima kasih untuk ..."
Tulis kata-kata itu di atas kertas koran, dan plester koran itu di
dinding di mana anak-anak dapat melihatnya.
Katakan:
Pada lembaran kertas kecil yang kalian pegang, terdapat kata-kata
yang menjadi pelengkap pernyataan itu. Lipat lembaran kertas kecil
itu dan masukkan dalam plastik telur. Buka plastik telur itu minggu
depan setiap harinya, ambil salah satu kertas kecil, dan bacalah
sebagai doa. Anak-anak yang masih kecil dan belum dapat membaca bisa
dibantu orang tua dalam membacanya.
Minta anak-anak membentuk lingkaran doa yang terdiri dari empat
sampai enam orang. Minta pula mereka untuk menutup dalam doa setiap
kali seorang anak menyelesaikan kalimat ini: "Tuhan, Engkau selalu
hidup. Terima kasih untuk ...."
Saatnya Makan di Hari Paskah
Beri anak-anak selembar kertas gambar berukuran 11 x 7 cm. Sediakan
krayon, gunting, kertas berwarna, lem, dan spidol. Suruh anak untuk
membuat tatakan meja khusus Paskah yang bisa digunakan saat mereka
makan. Anak-anak harus membuat satu tatakan meja khusus untuk
seseorang di keluarganya. Beri anak contoh tentang apa yang bisa
mereka tempel di tatakan yang mereka buat -- misalnya, sebuah gambar
kubur kosong, kata-kata "Yesus bangkit", atau bunga dan kupu-kupu
sebagai simbol Paskah. Minta anak yang lebih tua untuk bekerja sama
dengan anak yang lebih muda dalam mengerjakannya. (t/Dian)
Doa:
Tutup seluruh rangkaian perayaan Paskah ini dengan doa.
Sumber: childrensministry.com, http://www.childrensministry.com/article.asp?ID=461, Artikel Easter: God is Forever oleh Tidak dicantumkan.
|