|
Oleh: Jim Kerlin
Ayat:
Yohanes 19:38-20:8; Markus 16:5-7
Alat-Alat:
Pensil dan perban
Ikhtisar:
Yesus Bangkit dari Maut
Sebagai orang Kristen, kita merayakan sebuah hari spesial, hari yang
berbeda dari hari-hari biasanya. Tahukah kalian hari apa itu? Paskah
adalah hari saat Yesus bangkit dari kubur. Hari ini, saya ingin
menceritakan sebagian dari kisah itu kepada kalian.
Baca Yohanes 19:38-39
Pada hari Yesus disalibkan, Yusuf Arimatea mendapatkan izin dari
Pilatus untuk menguburkan Yesus. Nikodemus datang dengan membawa
banyak campuran minyak mur dan minyak gaharu. Menurut tradisi
Yahudi, jasad dibungkus dengan helaian kain linen tipis. Sama halnya
ketika Yesus lahir, Ia juga dibungkus dengan kain bedung pada waktu
itu. Kemudian jasad Yesus yang sudah dibungkus seperti tulang patah
yang dibalut dengan gips itu dibubuhi dengan rempah-rempah (Yoh. 19:40).
Perhatikan. Ambil pensil dan anggaplah sebagai lengan. Lalu kita
balut dengan perban. (Titik lekatnya jangan di bagian bawah pensil,
tapi di bagian atas pensil, kemudian balut terus sampai ke ujung
pensil.) Begitulah tubuh Yesus dibungkus dalam helaian-helaian kain
linen yang dibubuhi minyak gaharu dan rempah-rempah. Kemudian satu
lembar kain linen panjang, kain kafan, diletakkan. Yesus dibaringkan
di atasnya sehingga seluruh tubuhnya terbungkus kain kafan. Sekarang
letakkan dulu pensil yang tadi sampai kita mendengar cerita
selanjutnya.
Yusuf dan Nikodemus tidak memiliki waktu untuk menyelesaikan tradisi
penguburan itu sebelum Sabat. Matahari mulai tenggelam, jadi para
wanita yang mengikuti mereka melihat di mana Yesus dikubur dan
pulang ke rumah. Mereka berencana membawa rempah-rempah untuk
menyelesaikan tradisi penguburan di kemudian hari. Pagi-pagi benar
hari Minggu itu, para wanita membawa rempah-rempah mereka untuk
dibubuhkan pada tubuh Yesus. Mereka melihat batu penutup kubur Yesus
terguling dan mereka pun masuk ke dalam kubur, tapi tubuh Yesus
tidak ada di sana.
Baca Markus 16:5-7
Yesus telah bangkit! Mereka berlari untuk memberi tahu murid-murid
yang lain perihal kabar sukacita itu. Petrus dan Yohanes lari menuju
kubur. (Baca Yoh. 20:5-8) Alkitab mengatakan bahwa Yohanes melihat
dan percaya Yesus telah bangkit. Apa yang Yohanes lihat sehingga ia
percaya bahwa Yesus telah bangkit? Yesus tidak ada di sana. Dia juga
melihat kain linen kosong yang masih baik kondisinya, tidak sobek.
Saat Yesus bangkit dari maut, tubuh-Nya yang baru dapat menembus
segala benda (Yoh. 20:26). Tubuh-Nya menembus kain kafan tanpa
merusaknya.
(Cabut pensil dari perban yang membungkusnya sehingga mereka bisa
melihat lubang melalui gulungan perban.)
Kain kafan-Nya berada di sana, tapi Yesus tidak. Dia telah bangkit.
(t/Dian)
Sumber: ChildrenSermons.com, http://www.childrensermons.com/sermons/risen.htm, Artikel He is Risen! oleh Jim Kerlin.
|