SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Sabtu, 13 Maret 2010   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         Pustaka  
  Utama > Pustaka > Dia Bangkit!  

Cari di Pustaka Cari di Pustaka
   

Topik TOPIK
  Pelayanan Anak Umum (98)
Pelayanan Sekolah Minggu (74)
Guru - Pendidik (148)
Anak - Murid (170)
Metode dan Cara Mengajar (160)
Kurikulum - Pedoman Mengajar (15)
Fasilitas Pelayanan Anak (15)
Penginjilan Anak - Misi Anak (55)
Pengajaran - Doktrin (277)
Doa - Musik - Ibadah (80)
Program Khusus Anak (43)
Perayaan Hari Raya Kristen (186)
Aktivitas dan Ketrampilan Anak (110)
Literatur untuk Anak (11)
Organisasi Pelayanan Anak (4)
Sudut untuk Anak (27)
Kesaksian Guru (48)
Humor (10)

Total 1448 tulisan dalam 18 topik.
 

Frequently Asked Questions FAQ
  Apakah bedanya antara Topik dan Tipe Bahan? jawabannya  

Subscribe e-BinaAnak / e-BinaGuru Berlangganan
e-BinaAnak / e-BinaGuru

Dia Bangkit!

Tanggal terbit:
20-3-2008

Topik:
Perayaan Hari Raya Kristen

Tipe Bahan:
Bahan Mengajar

Tulisan ini pernah dimuat di:
e-BinaAnak edisi 374
Tampilan cetak
Beri tahu teman Anda
Kirim tulisan ini ke email Anda


Oleh: Jim Kerlin

Ayat:
Yohanes 19:38-20:8; Markus 16:5-7

Alat-Alat:
Pensil dan perban

Ikhtisar:
Yesus Bangkit dari Maut

Sebagai orang Kristen, kita merayakan sebuah hari spesial, hari yang berbeda dari hari-hari biasanya. Tahukah kalian hari apa itu? Paskah adalah hari saat Yesus bangkit dari kubur. Hari ini, saya ingin menceritakan sebagian dari kisah itu kepada kalian.

Baca Yohanes 19:38-39

Pada hari Yesus disalibkan, Yusuf Arimatea mendapatkan izin dari Pilatus untuk menguburkan Yesus. Nikodemus datang dengan membawa banyak campuran minyak mur dan minyak gaharu. Menurut tradisi Yahudi, jasad dibungkus dengan helaian kain linen tipis. Sama halnya ketika Yesus lahir, Ia juga dibungkus dengan kain bedung pada waktu itu. Kemudian jasad Yesus yang sudah dibungkus seperti tulang patah yang dibalut dengan gips itu dibubuhi dengan rempah-rempah (Yoh. 19:40).

Perhatikan. Ambil pensil dan anggaplah sebagai lengan. Lalu kita balut dengan perban. (Titik lekatnya jangan di bagian bawah pensil, tapi di bagian atas pensil, kemudian balut terus sampai ke ujung pensil.) Begitulah tubuh Yesus dibungkus dalam helaian-helaian kain linen yang dibubuhi minyak gaharu dan rempah-rempah. Kemudian satu lembar kain linen panjang, kain kafan, diletakkan. Yesus dibaringkan di atasnya sehingga seluruh tubuhnya terbungkus kain kafan. Sekarang letakkan dulu pensil yang tadi sampai kita mendengar cerita selanjutnya.

Yusuf dan Nikodemus tidak memiliki waktu untuk menyelesaikan tradisi penguburan itu sebelum Sabat. Matahari mulai tenggelam, jadi para wanita yang mengikuti mereka melihat di mana Yesus dikubur dan pulang ke rumah. Mereka berencana membawa rempah-rempah untuk menyelesaikan tradisi penguburan di kemudian hari. Pagi-pagi benar hari Minggu itu, para wanita membawa rempah-rempah mereka untuk dibubuhkan pada tubuh Yesus. Mereka melihat batu penutup kubur Yesus terguling dan mereka pun masuk ke dalam kubur, tapi tubuh Yesus tidak ada di sana.

Baca Markus 16:5-7

Yesus telah bangkit! Mereka berlari untuk memberi tahu murid-murid yang lain perihal kabar sukacita itu. Petrus dan Yohanes lari menuju kubur. (Baca Yoh. 20:5-8) Alkitab mengatakan bahwa Yohanes melihat dan percaya Yesus telah bangkit. Apa yang Yohanes lihat sehingga ia percaya bahwa Yesus telah bangkit? Yesus tidak ada di sana. Dia juga melihat kain linen kosong yang masih baik kondisinya, tidak sobek. Saat Yesus bangkit dari maut, tubuh-Nya yang baru dapat menembus segala benda (Yoh. 20:26). Tubuh-Nya menembus kain kafan tanpa merusaknya.

(Cabut pensil dari perban yang membungkusnya sehingga mereka bisa melihat lubang melalui gulungan perban.)

Kain kafan-Nya berada di sana, tapi Yesus tidak. Dia telah bangkit. (t/Dian)

Sumber:
  • ChildrenSermons.com, http://www.childrensermons.com/sermons/risen.htm, Artikel He is Risen! oleh Jim Kerlin.


  • Berikut ini beberapa tulisan yang bertopik sama:
  • Wild Games untuk Paskah: Jalan Salib
    27-3-2008 | Bahan Mengajar
  • Perayaan dan Aktivitas Paskah: Tuhan Hidup Selamanya
    27-3-2008 | Bahan Mengajar
  • Apa Makna Kebangkitan Kristus dalam Kepercayaan Orang Kristen?
    27-3-2008 | Artikel
  • Paskah Artinya Domba Allah
    20-3-2008 | Bahan Mengajar
  • Menggunakan Cerita-Cerita Anak untuk Mengajarkan Makna Paskah yang Sebenarnya
    20-3-2008 | Artikel
  • Naskah Drama: Dia Hidup
    14-3-2008 | Bahan Mengajar
  • Drama: Jalan Ke Emaus
    14-3-2008 | Bahan Mengajar
  • Mengajarkan Paskah kepada Anak-Anak Anda
    14-3-2008 | Artikel
  • Menjelaskan Kebangkitan Yesus Kepada Anak-anak
    6-3-2008 | Tips
  • Mengajarkan Arti Paskah kepada Anak-Anak
    6-3-2008 | Tips

  • Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas