|
Ditulis oleh: Paul Arinaga
Ada banyak pertentangan tentang makna Paskah yang sebenarnya.
Beberapa orang mengaku bahwa Paskah sebenarnya adalah perayaan
penyembahan berhala. Orang-orang lainnya mengeluh karena para
penjual, perusahaan-perusahaan kartu ucapan, dan televisi mengubah
perjamuan teragung dalam kekristenan itu menjadi sesuatu yang
bermakna "seukuran gula-gula".
Di beberapa kasus, pandangan yang paling umum tentang makna Paskah
yang sebenarnya adalah bahwa Paskah merupakan perayaan kebangkitan
Yesus Kristus, dan melalui peristiwa ini, dosa dan maut dikalahkan.
Paskah juga dapat dilihat sebagai saat bersukacita. Masa berduka
sudah berlalu. Masa berpuasa selama 40 hari sebagai tanda penyesalan
telah usai dan 50 hari masa Paskah telah dimulai. Musim dingin telah
berlalu dan musim semi mulai datang. Pada zaman dahulu, dikatakan
bahwa para pendeta akan menghibur jemaat-jemaat mereka dengan
cerita-cerita lucu. Paskah benar-benar merupakan masa untuk
bersukacita. Bersukacita karena Tuhan kita telah bangkit dan suatu
hari nanti kita juga akan mengalahkan maut (yang telah dilepaskan
ikatannya) dan bangkit untuk hidup yang baru!
Meskipun saya tidak memiliki pengetahuan yang cukup luas untuk
memberikan jawaban yang benar mengenai apa arti Paskah yang
sebenarnya, saya percaya bahwa Paskah memberikan banyak pengertian
yang bermanfaat tentang kehidupan, apa pun agama Anda. Pada
kenyataannya, cerita Paskah sangat berpengaruh sehingga cerita ini
mungkin saja memberikan sesuatu, bahkan kepada seorang ateis yang
berpikiran terbuka sekalipun!
Saya percaya, salah satu pelajaran terbesar yang bisa diambil dari
cerita Paskah adalah tentang kekuatan dari pengampunan. Sayangnya,
ada banyak pengertian yang keliru tentang apa sebenarnya pengampunan
itu. Menurut pendapat saya, pengampunan tidak berarti memaafkan
kesalahan yang telah dimaafkan atau membiarkan kesalahan itu terjadi
lagi. Selain itu, mengampuni tidak selalu harus dilakukan kepada
orang yang melakukan kesalahan (meskipun bisa demikian), meskipun
kekuatan dari pengampunan itu juga bisa mengubah orang yang
melakukan kesalahan. Pengampunan adalah sesuatu yang bisa Anda
lakukan kepada diri Anda sendiri.
Pada saat Anda bisa mengampuni, Anda akhirnya bisa terbebas dari
beban atas rasa bersalah, marah, benci, atau dendam. Proses
pemulihan bisa dimulai atau malah akhirnya selesai. Anda juga bisa
melepaskan orang yang menyakiti Anda. Hal ini membuat Anda semakin
kuat dan mengalihkan kekuatan yang dimiliki oleh orang itu kepada
Anda. Yang menjadi ironis adalah dengan tidak mengampuni, maka kita
membiarkan orang yang telah melukai kita itu terus melukai kita,
meskipun mereka sendiri tidak menyadari akibat jangka panjang yang
sedang ditabur. Tentu saja, akhirnya kita yang bertanggung jawab.
Dengan mulai bertanggung jawab atas penafsiran kita sendiri tentang
apa yang telah terjadi di masa lalu, kita menjadi lebih kuat -- saya
pikir, itulah apa yang dimaksudkan dengan "penguasaan diri".
Mengajarkan kepada anak-anak mengenai kuasa pengampunan adalah sulit
dan mudah. Sulit karena pengampunan adalah keterampilan tingkat
tinggi yang membutuhkan waktu untuk bisa melakukannya, dan karena
ada banyak kebingungan mengenai apa arti mengampuni yang sebenarnya
itu. Mengampuni itu mudah karena anak-anak sering kali memiliki
praduga-praduga yang lebih sedikit dan melihat hidup lebih jelas
daripada orang dewasa. Saya selalu dikejutkan dengan bagaimana
anak-anak nampaknya lebih pragmatis dan apa adanya daripada orang
dewasa.
Lalu, bagaimana Anda bisa mengajarkan sesuatu seindah pengampunan?
Saya biasanya menggunakan cerita-cerita anak untuk menggali
tema-tema yang sulit seperti pengampunan ini. Lebih mudah memahami
pengampunan melalui kaca mata orang lain atau bahkan makhluk lain.
Ketika Anda bisa memahami karakter apa yang muncul dari cerita anak
itu, maka Anda bisa menghubungkannya kembali dengan kehidupan atau
situasi Anda sendiri.
Anda bisa menggunakan pilihan-pilihan yang dibuat oleh
karakter-karakter yang berbeda-beda itu atau perilaku-perilaku
mereka sebagai batu loncatan ke diskusi tentang pengampunan. Bila
Anda benar-benar ingin menyampaikan topik ini secara sistematis,
Anda bisa menggunakan cerita anak yang tepat untuk menghubungkannya
dengan Alkitab dan daftar pertanyaan-pertanyaan yang telah
dipersiapkan (semacam panduan mengajar atau diskusi).
Saya tidak yakin apakah pengampunan adalah pelajaran utama dari
cerita Paskah atau bahkan merupakan sebuah pesan utama dari Paskah.
Saya yakin bahwa pengampunan adalah sesuatu yang sangat berguna. Dan
saya juga yakin bahwa bila kita bisa mengajarkan kepada anak-anak
bagaimana mengampuni, maka mereka akan menjadi manusia yang lebih
produktif dan lebih bahagia.
(Paul Arinaga adalah pendiri Child Stories Bank. Child Stories Bank
menyediakan cerita-cerita anak gratis dan juga sumber-sumber yang
dapat menolong para penulis dalam membuat cerita dan menerbitkannya,
dan dia juga seorang ilustrator kumpulan buku-buku cerita anak.)
(t/Ratri)
Sumber: Articlecity, http://www.articlecity.com/articles/family/article_1921.shtml, Artikel Using Child Stories To Teach The True Meaning Of Easter.
|