|
Jika ditanya apakah Paskah itu, sebagian besar anak akan menjawab
bahwa Paskah adalah hari libur di mana ada kelinci yang
menyembunyikan telur.
Setiap tahun toko-toko dihiasi dengan telur plastik, keranjang, dan
kelinci yang menekankan pada sisi sekuler dari Paskah.
Meskipun demikian, Paskah lebih dari itu. Paskah adalah perayaan
kebangkitan Yesus Kristus.
Lalu, bagaimana orang tua atau guru mengajarkan kepada anak-anak
mereka tentang kebenaran Paskah dalam hidup mereka?
Berikut beberapa ide untuk mengajarkan kepada anak apa arti Paskah
yang sebenarnya.
Mulailah dengan mengatakan kepada anak-anak Anda tentang apa arti
Paskah bagi Anda sendiri. Anda bisa membacakan banyak buku dan
Alkitab kepada mereka, tetapi bila mereka tidak melihat arti
Paskah dalam diri Anda, maka cerita itu hanyalah pengantar tidur
atau dongeng semata.
Ceritakan kepada anak Anda dengan perlahan-lahan. Biarkan mereka
mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang cerita Paskah dan
berpura-puralah Anda tidak mengetahui apa-apa. Saat anak-anak
bertanya, jika saya tidak tahu bagaimana harus menjawabnya, saya
katakan kepada mereka bahwa saya tidak yakin. Kemudian kami
membuka Alkitab bersama-sama -- apakah jawaban itu ada di
Alkitab, di kamus, atau di internet.
Anak-anak saya biasanya memiliki banyak pertanyaan tentang
Paskah. Saya yakinkan kepada mereka bahwa setiap pertanyaan
mereka adalah penting dan saya akan lakukan yang terbaik untuk
bisa menjawab mereka.
Ingatlah bahwa anak-anak tidak harus tahu semua detail tentang
penyaliban Kristus. Penting bagi anak untuk memahami bahwa Yesus
menderita dan mati, tetapi kita tidak harus mengatakan kepada
mereka bahwa tubuh-Nya terluka karena cambuk yang ujungnya diberi
paku.
Bacalah ayat-ayat yang menceritakan tentang penyaliban dan
kebangkitan (ada di Matius 26-28, Markus 14-16, Lukas 22-24, dan
Yohanes 18-20). Fokuskan pada kebangkitan -- jelaskan kepada
anak-anak bahwa kematian Yesus di kayu salib bukanlah akhir dari
cerita. Kita semua perlu diingatkan bahwa bagian terpenting dari
Paskah adalah Kristus dibangkitkan dari kematian pada hari yang
ketiga.
Tradisi yang biasa saya lakukan bersama tiga anak saya di saat
Paskah adalah menyembunyikan dan mencari "telur-telur
kebangkitan". Telur-telur ini adalah dua belas telur plastik
berisi pernak-pernik yang menjelaskan cerita Paskah. Kami membeli
telur-telur itu di toko buku Kristen setempat. Anda bisa membuat
sendiri dengan menggunakan petunjuk yang ada di
www.rainbowcastle.org/resurrectioneggs.html.
Telur-telur kami berisi satu set kartu doa, cangkir kecil,
keledai kecil, tombak, mahkota duri, batu kecil, kain linen,
cambuk, paku yang dipakai di salib, dadu, koin, dan telur kosong
yang menggambarkan kubur kosong pada hari Paskah pagi. Kami
membahas setiap benda yang ada dalam setiap telur tersebut ketika
kami membukanya, telur yang kosong kami buka terakhir.
Saya biasanya menyediakan waktu khusus untuk menyembunyikan dan
mencari telur kebangkitan kami. Hal ini menjadikan perhatian
terfokus pada arti Paskah.
Ada juga resep "Kue Kebangkitan" yang bisa diperoleh di
www.rainbowcastle.org. Resep itu berisi renungan dan penjelasan
yang berkaitan dengan apa saja yang termasuk dalam cerita Paskah.
Kue itu dibuat pada malam hari sebelum Paskah. Setelah membuat
adonannya, kue tinggal dioven. Keesokan paginya, kue itu akan
berlubang -- yang menyimbolkan kubur yang kosong.
Paskah juga merupakan saat yang indah untuk melibatkan anak-anak
dalam kegiatan-kegiatan menolong sesama. Bantulah mereka dalam
membuat keranjang Paskah kecil untuk orang-orang jompo di rumah
perawatan/panti sosial setempat. Pastikan untuk menghubungi
petugas panti sosial terlebih dahulu untuk mengetahui apa saja
yang boleh dan tidak boleh diberikan di panti tersebut.
Buatlah kartu Paskah sendiri dan kirimkan kepada keluarga,
teman-teman, dan bahkan orang yang belum Anda kenal. Hubungi
penjara setempat atau kepala penjara untuk meminta izin
mengirimkan kartu-kartu itu kepada orang yang belum dikenal
(gunakan nama depan saja, atau tulis saja dalam kartu itu:
"Temanmu"). Kepala penjara biasanya mau menerima kartu-kartu itu
dan membagikannya.
Ajaklah anak-anak untuk membantu dapur umum, penampungan tuna
wisma, atau pelayanan penjangkauan lainnya. Pengorbanan Kristus
akan lebih berarti saat anak-anak melihat kasih-Nya hidup dan
dibagikan di depan mereka.
Terakhir, ajaklah anak-anak menghadiri kebaktian Minggu Paskah
atau kebaktian padang (bila Anda bisa membangunkan mereka lebih
pagi!). Ini adalah tempat yang tepat untuk belajar tentang
kematian dan kebangkitan Kristus daripada tempat di mana Ia
dirayakan setiap hari Minggu! (t/Ratri)
Sumber: AC Associatedcontent, http://www.associatedcontent.com/, Artikel Teaching Kid About Easter oleh Tamara Waters.
|