SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Jumat 22 Agustus 2008   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         Pustaka  
  Utama > Pustaka > Memperlengkapi Diri untuk Mendapatkan Perhatian  

Cari di Pustaka Cari di Pustaka
   

Topik TOPIK
  Pelayanan Anak Umum (98)
Pelayanan Sekolah Minggu (74)
Guru - Pendidik (148)
Anak - Murid (170)
Metode dan Cara Mengajar (160)
Kurikulum - Pedoman Mengajar (15)
Fasilitas Pelayanan Anak (15)
Penginjilan Anak - Misi Anak (55)
Pengajaran - Doktrin (277)
Doa - Musik - Ibadah (80)
Program Khusus Anak (43)
Perayaan Hari Raya Kristen (186)
Aktivitas dan Ketrampilan Anak (110)
Literatur untuk Anak (11)
Organisasi Pelayanan Anak (4)
Sudut untuk Anak (27)
Kesaksian Guru (48)
Humor (10)

Total 1448 tulisan dalam 18 topik.
 

Frequently Asked Questions FAQ
  Apakah PEPAK menjual buku-buku rohani pelayanan anak? jawabannya  

Subscribe e-BinaAnak / e-BinaGuru Berlangganan
e-BinaAnak / e-BinaGuru

Memperlengkapi Diri untuk Mendapatkan Perhatian

Tanggal terbit:
31-1-2008

Topik:
Metode dan Cara Mengajar

Tipe Bahan:
Tips

Tulisan ini pernah dimuat di:
e-BinaAnak edisi 367
Tampilan cetak
Beri tahu teman Anda
Kirim tulisan ini ke email Anda


Tulisan blog Peter Mead, "Eyes May Be Looking, But Are Ears Listening?", mengingatkan saya pada video seri Howard Hendricks "The Seven Laws of the Teacher". Dr. Hendricks adalah orang yang tidak bisa membiarkan seseorang yang tidak memberikan perhatian saat berada di kelasnya. Ia menerapkan pada dirinya sendiri apa yang harus dilakukan supaya murid-muridnya tetap tertarik dan terlibat di kelasnya.

Dalam blog milik Glenn, dia menunjukkan tiga cara ampuh yang dapat dilakukan oleh para guru sekolah minggu supaya dapat menarik dan memertahankan perhatian murid-muridnya. Ketiga cara itu ditulis dalam huruf kapital diikuti dengan komentar saya berikut ini.

  1. Kita harus merencanakan suatu pesan atas perhatian itu.
    Ya, pesan itu harus diawali dengan persiapan. Dimulai dengan doa, pembelajaran Alkitab yang tekun, dan kemudian menyatukannya dengan rencana pelajaran yang dengan sengaja ditujukan pada kebutuhan untuk menarik dan memertahankan perhatian murid. Pelajaran harus dimulai dengan menarik perhatian dan hati para murid di kelas Anda dan pada pelajaran sepanjang hari itu. Cara-cara itu bisa berupa kesaksian, cerita, pertanyaan-pertanyaan, permainan yang dapat mengalihkan perhatian murid dari kegiatannya kepada kegiatan Tuhan dan kepada pemimpin pelajaran Alkitab hari itu.

  2. Kita harus peka terhadap pendengar kita.
    Seorang guru akan sangat terbantu bila mengenal murid-muridnya. Pengenalan ini memampukan guru mengenali gaya belajar dari para muridnya. Hal ini memampukan guru untuk menggunakan ilustrasi yang menarik perhatian dan imajinasi murid-muridnya dengan menghubungkannya kepada hal-hal yang membuat mereka senang. Hal ini bisa dimulai dengan melakukan kunjungan ke rumah, kunjungi murid-murid Anda di "daerah kekuasaan mereka". Makan bersama juga bisa membantu. Meluangkan waktu bersama sebelum, setelah, dan antar kelas adalah penting. Tetapi yang lebih penting adalah saat bermain daripada persiapan. Peka terhadap para murid juga berarti guru harus memberikan perhatian kepada para murid selama pelajaran dan harus diperhatikan saat perhatian itu mulai berkurang. Guru harus peka terhadap tanda-tanda nonverbal (bahasa tubuh dan ekspresi wajah) yang menunjukkan perhatian atau kurangnya perhatian.

  3. Kita harus responsif terhadap situasi.
    Seorang guru yang baik akan secara rutin memerhatikan setiap anak yang ada di kelasnya, apakah mereka masih menyimak ataukah sudah saatnya mengganti cara penyampaian pelajaran maupun kegiatan demi mendapatkan kembali perhatian mereka. Bila rencana tidak dapat dijalankan, guru harus mengganti dengan strategi lain yang telah disiapkan sebelumnya. Guru memiliki keinginan untuk melihat perubahan hidup yang terjadi dalam kehidupan murid-murid mereka. Itu berarti mereka harus bertemu Tuhan melalu firman-Nya, dan bila perhatian anak-anak tidak dalam ruang kelas, guru harus melakukan sesuatu untuk mengembalikan perhatian murid-muridnya. Seperti memanggil nama anak itu, mendekati murid itu, memberikan pertanyaan, mengubah volume suara (bahkan mungkin berbisik), membagi anak-anak ke dalam kelompok kecil, atau apa saja. Glenn mengingatkan bahwa memotong pembicaraan/mengalihkan perhatian bisa saja terjadi, dan kadang-kadang cara terbaik yang bisa dilakukan oleh guru adalah dengan mengabaikannya. Di waktu yang lain, perlu melakukan variasi untuk bisa menarik kembali perhatian murid-murid Anda.

Bila Anda menyiapkan pelajaran Anda dengan disertai doa, ingatlah tiga tips untuk menarik dan memertahankan perhatian murid Anda ini, yaitu rencana, peka, dan responsif. Jangan biarkan perhatian itu hilang. Segera dapatkan kembali perhatian mereka. Mengajarlah untuk mengubah hidup. Lakukan pembaharuan! (t/Ratri)

Sumber:
  • Sunday School Revolutionary!, http://www2.kybaptist.org/, Artikel Sunday School Teacher, You Are in Charge of Keeping Your Learners` Attention! oleh tidak dicantumkan.


  • Berikut ini beberapa tulisan yang bertopik sama:
  • Evaluasi Proses Belajar/Mengajar
    29-5-2008 | Tips
  • Mencapai Keberhasilan Bersama-sama
    29-5-2008 | Artikel
  • Teknik Mengajar: Menggunakan Sumber-Sumber di Sekitar Kita
    15-5-2008 | Artikel
  • Pusat Sumber Bahan
    15-5-2008 | Artikel
  • Kreasi Membaca Alkitab
    15-2-2008 | Tips
  • Masa Awal Kanak-Kanak: Pengajaran Alkitab
    15-2-2008 | Artikel
  • Bagaimana Mengajar Anak Pratama
    25-10-2007 | Artikel
  • Ide-Ide Bahan Mengajar untuk Kelas Balita
    18-10-2007 | Bahan Mengajar
  • Menanamkan Kebenaran Firman Tuhan: Metode Menghafal Ayat untuk Balita
    18-10-2007 | Artikel
  • Ciri Khas Anak Batita dan Metode Mengajar yang Tepat
    12-10-2007 | Tips

  • Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas