|
Apabila seseorang setia mengajarkan firman Allah kepada anak-anak
dan menerangkan setiap kebenaran dengan jelas, ia tidak perlu
memaksa anak-anak untuk mengambil keputusan. Namun, apabila Roh
Kudus bekerja dalam diri seorang anak, ia harus siap menolong anak
itu.
Beberapa bagian Kitab Suci dengan mudah dapat digunakan untuk
mengajak orang menerima Kristus. Bagian-bagian ini, yang menekankan
keselamatan, harus dipakai dalam ajakan untuk menerima Kristus.
Dasar-dasar lain dalam menyampaikan undangan adalah sebagai berikut.
Undangan itu harus jelas sehingga anak mengetahui apa yang sedang
ditanggapinya. Pikiran seorang anak gampang menyimpang. Mungkin
ia membuat tanggapan hanya karena anak-anak lain berbuat
demikian; terutama jika ia tidak mengerti maksud undangan itu
dengan jelas.
Pernah terjadi, tiga orang anak memberi tanggapan ketika
ditanyakan apakah mereka hendak menjadi orang Kristen. Kemudian,
ketika berbicara dengan mereka, guru itu bertanya, "Dapatkah
seorang dari kalian menceritakan mengapa kalian masuk bersama
saya ke ruangan ini?" Salah seorang anak berkata, "Untuk
mendengar cerita lain lagi." Anak lain menjawab, "Untuk
memuji Tuhan."
Bersedia setiap saat. Anak itu harus mengetahui bahwa ia dapat
datang kapan saja dengan pertanyaan-pertanyaannya tentang
keselamatan atau hal-hal lain. Ini berarti bahwa guru harus
selalu meluangkan waktu. Dengan demikian, kesempatan untuk
membimbing anak itu kepada keselamatan selalu terbuka. Seorang
anak cepat merasa apakah gurunya bersedia untuk membantunya atau
tidak. Anak itu mungkin akan bertanya tentang keselamatan
walaupun undangan untuk menerima Kristus tidak diberikan selama
pelajaran.
Suatu kali, seorang guru tengah mengajar tentang seorang tokoh
Perjanjian Lama. Tiba-tiba seorang anak laki-laki bertanya,
"Pak Winoto, bila anak-anak lain melakukan pekerjaan tangan,
bolehkah saya menerima Tuhan?" Demikianlah yang terjadi. Setelah
pelajaran Alkitab dan pembahasan selesai, dan anak-anak lain
membuat pekerjaan tangan, Robby duduk di sebuah sudut dengan Pak
Winoto dan menerima Kristus sebagai Juru Selamatnya.
Ajaklah anak-anak untuk berbicara dengan saudara secara
perseorangan. Masing-masing anak memunyai kebutuhan-kebutuhan
yang berbeda dan pertanyaan-pertanyaan berlainan. Jika anak-anak
diajak untuk datang secara pribadi, kedatangan mereka menunjukkan
bahwa mereka benar-benar merasakan kebutuhan untuk menerima
Kristus. Hal ini belum tentu demikian jika mereka hanya diminta
untuk berdiri atau mengangkat tangan.
Undangan itu jangan dibuat begitu mudah sehingga penerimaannya
tidak sungguh-sungguh. Minta anak-anak yang mau menerima Kristus
sebagai Juru Selamat untuk tinggal, sementara anak-anak lain ke
luar pada saat pelajaran selesai. Jikalau Roh Kudus sedang
bekerja dalam hati mereka, mereka akan tinggal. Suatu saat ketika
cara ini dipakai, seorang anak tinggal dan guru membimbing anak
itu untuk menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Kadang-kadang
dalam membimbing anak-anak, orang nampaknya tidak bersandar dan
berharap kepada pekerjaan Roh Kudus. Agaknya mereka menyangka
bahwa merekalah yang harus berusaha dengan segala daya untuk
membawa anak-anak kepada Yesus. Tetapi penulis telah mengalami
bahwa bila Roh Kudus bekerja dalam hati seorang anak, ia akan
datang secara pribadi kepada guru untuk meminta pertolongan.
Bahkan pernah terjadi, bahwa sehari sesudah pelajaran tentang
bagaimana menjadi orang Kristen diberikan, seorang anak datang
kepada gurunya meminta bimbingan untuk menerima Yesus.
Saudara hendaknya peka terhadap bimbingan Roh Kudus. Pimpinan ini
sangat diperlukan oleh guru. Guru perlu berada dalam sikap berdoa
ketika undangan untuk menerima Kristus diberikan. Di samping itu,
ia harus tetap dalam sikap berdoa ketika menyiapkan maupun
menyampaikan pelajaran. Dengan demikian, Roh Kudus dapat
benar-benar menggunakan setiap bagian dari pelajaran, dan bukan
hanya bagian terakhir, yang mengandung kesimpulan dan penerapan.
Sumber: Menerangkan Keselamatan kepada Anak-anak, Marjorie Soderholm, , halaman 27 -- 29, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1972.
|