SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Kamis, 4 Desember 2008   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         Pustaka  
  Utama > Pustaka > Rintangan dalam Komunikasi  

Cari di Pustaka Cari di Pustaka
   

Topik TOPIK
  Pelayanan Anak Umum (98)
Pelayanan Sekolah Minggu (74)
Guru - Pendidik (148)
Anak - Murid (170)
Metode dan Cara Mengajar (160)
Kurikulum - Pedoman Mengajar (15)
Fasilitas Pelayanan Anak (15)
Penginjilan Anak - Misi Anak (55)
Pengajaran - Doktrin (277)
Doa - Musik - Ibadah (80)
Program Khusus Anak (43)
Perayaan Hari Raya Kristen (186)
Aktivitas dan Ketrampilan Anak (110)
Literatur untuk Anak (11)
Organisasi Pelayanan Anak (4)
Sudut untuk Anak (27)
Kesaksian Guru (48)
Humor (10)

Total 1448 tulisan dalam 18 topik.
 

Frequently Asked Questions FAQ
  Apakah itu Sudut untuk Anak? jawabannya  

Subscribe e-BinaAnak / e-BinaGuru Berlangganan
e-BinaAnak / e-BinaGuru

Rintangan dalam Komunikasi

Tanggal terbit:
15-11-2007

Topik:
Pelayanan Anak Umum

Tipe Bahan:
Artikel

Tulisan ini pernah dimuat di:
e-BinaAnak edisi 357
Tampilan cetak
Beri tahu teman Anda
Kirim tulisan ini ke email Anda


Komunikasi antara orang tua dan anak sering dirusak oleh sikap dan respons dari orang tua, seperti contoh berikut.

  1. Nada Perintah

    Contoh: Anak pulang dari sekolah diperbolehkan bermain sampai jam empat sore, setelah itu harus pulang untuk belajar, apabila anak bertanya, "Mengapa saya harus belajar?", orang tua menjawab, "Karena Ayah/Ibu sudah mengatakannya demikian, kamu harus menurut dan jangan banyak tanya!" Atau anak itu membantah, "Saya tidak mau belajar, saya tidak suka sekolah!" Dan orang tua pun membalas, "Sebagai anak, kau harus belajar, kecuali kalau Ayah/Ibu katakan tidak!" Jawaban yang bernada perintah semacam ini, kalau sering terjadi, dapat merusak komunikasi antara orang tua dan anak.

  2. Gertakan

    Secara tidak sadar, orang tua pun sering menggunakan gertakan. Ketika anak mengutarakan suatu masalah, orang tua memberi respons dengan nada gertakan dan tanpa memberi penjelasan atau petunjuk sedikit pun kepadanya. Tidak jarang orang tua berkata seperti berikut, "Kalau kamu tak mau lakukan, Ayah/Ibu akan mengunci kamu dalam kamar gelap!" atau "Ayah/Ibu tidak akan mengajak kamu piknik!" Padahal sebenarnya orang tua tidak akan melakukan hal tersebut, itu sekadar menakut-nakuti saja. Seringnya orang tua berlaku seperti itu akan membuat anak jengkel dan mereka tidak akan lagi menganggap perkataan orang tuanya berwibawa. Anak pun enggan mengutarakan isi hatinya kepada orang tua.

  3. Bertele-tele

    Keadaan yang sering merusak suasana komunikasi adalah sewaktu anak mulai mengutarakan sesuatu yang dipandang tidak terlalu cocok dengan pandangan orang tua, dan mulailah orang tua memberi kuliah panjang lebar. Anak merasa bahwa orang tua mereka berada di dunia yang berbeda dengan mereka, dan selanjutnya mereka tidak akan mengutarakan sesuatu lagi. Dan hal tersebut lambat-laun akan merusak komunikasi antara orang tua dan anaks atau antara guru dengan murid.

  4. Interogasi

    Adakalanya orang tua sering menanggapi anak dengan nada menghakimi, mengkritik, dan menyalahkan. Anak dituntut terlalu tinggi. Saat anak mengutarakan pendapat yang berbeda dengan orang tua, anak langsung ditegur dengan keras. Anak akan mengalami rasa rendah diri dan tidak punya keberanian untuk mengutarakan sesuatu dengan orang dewasa. Lebih baik menghindari cacian dan makian.

  5. Mau Tahu secara Terinci

    Ada orang tua yang terlalu ingin menguasai anaknya dan ingin mengetahui kehidupan si anak secara terinci, sampai si anak tidak memunyai kehidupan pribadi sendiri. Tidaklah menjadi masalah apabila hal itu dilakukan dalam suasana yang wajar dan dalam hubungan yang baik untuk mengenal kehidupan anak, namun bila dengan paksa ingin mengetahui segala sesuatunya, bisa jadi akan timbul kebencian dari si anak dan akan merusak hubungan.

Sumber:
  • Menerobos Dunia Anak, Dr. Mary Go Setiawani, , halaman 71 -- 72, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 2000.


  • Berikut ini beberapa tulisan yang bertopik sama:
  • Persiapan Pelajaran Sekolah Minggu
    9-5-2008 | Artikel
  • Menanamkan Karakteristik Pikiran Ilahi
    8-2-2008 | Artikel
  • Motivasi yang Membangkitkan Pelayanan
    18-1-2008 | Artikel
  • Komitmen seorang Pelayan Tuhan
    4-1-2008 | Artikel
  • Percakapan yang Sesuai Menurut Kristus
    30-11-2007 | Tips
  • Memberikan Bobot dalam Komunikasi
    30-11-2007 | Artikel

  • | Artikel
  • Berkomunikasi dengan Anak Anda
    22-11-2007 | Tips
  • Teknik Berkomunikasi
    22-11-2007 | Tips
  • Masalah Kata: Mengubah Perkataan
    15-11-2007 | Artikel

  • Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas