|
Bahan Alkitab
Lukas 16:19-31
Tujuan khusus
Anak dapat:
- menceritakan perbuatan orang kaya terhadap Lazarus;
- membandingkan keadaan orang kaya dengan keadaan orang
miskin;
- memberikan contoh perbuatan yang harus dilakukan
apabila ia berhadapan dengan orang seperti Lazarus.
Ayat hafalan
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu
perbuatlah demikian juga pada mereka" (Matius 7:12-14).
Materi pelajaran
Untuk Guru
Renungan
Bagian ini berbeda sifatnya dari perumpamaan. Sebab suatu
perumpamaan biasanya merupakan cerita dari kehidupan sehari-hari,
yang intinya dapat menjadi nasihat di bidang kerohanian. Sedangkan
cerita ini merupakan suatu lukisan yang menggambarkan suatu
kejadian, untuk menjadi peringatan.
Orang kaya dalam cerita ini adalah orang yang suka dengan kemewahan.
Tapi bukan berarti bahwa kesenangannya itu menjadikannya seorang
yang bersalah. Alkitab juga tidak mengatakan bahwa memiliki kekayaan
itu adalah suatu kesalahan. Sebab kekayaan itu merupakan berkat
Tuhan kepada orang yang rajin bekerja.
Jadi, di manakah letak kesalahan orang kaya ini? Kesalahannya adalah
pada sikap yang ia perlihatkan ketika berhadapan dengan Lazarus,
seorang miskin yang membutuhkan belas kasihannya. Orang kaya ini
tidak berbuat apa-apa justru ketika ia harusnya melakukan sesuatu.
Ia tidak memerhatikan atau memedulikan orang lain. Yang
dipentingkannya adalah kesenangannya diri. Orang kaya ini tidak
mempergunakan kekayaannya dengan baik. Ia tidak membagikan berkat
yang diterimanya dari Tuhan kepada orang yang memerlukan
pertologannya.
Untuk Anak
Cerita I
"Aduh ... perutku pedih! Aku lapar sekali!" keluh Lazarus sambil
memegang perutnya. "Ke mana aku harus mencari makan, ya? Ah ...
seandainya saja aku sehat, aku akan bekerja sehingga tidak
kelaparan seperti ini. Makin hari aku semakin lemah. Tapi daripada
aku duduk diam di sini, lebih baik aku berjalan. Mudah-mudahan ada
orang yang berbaik hati mau memberi aku makan," demikian pikir
Lazarus.
Pada siang hari yang terik, Lazarus lalu melangkah tertatih-tatih.
Tubuhnya lemah karena sakit dan kelaparan. Selain itu, rasa nyeri
luka-luka yang memenuhi tubuhnya begitu menyiksanya.
Sebentar-sebentar ia duduk di tepi jalan untuk beristirahat.
"Ke mana aku akan berjalan mencari makan, ya? Oh, aku ingat
sekarang! Di sebelah sana ada rumah seorang kaya. Ia memunyai banyak
makanan. Sebab itu tiap hari ia berpesta dengan kawan-kawannya. Ia
pasti mau memberi sedikit makanannya padaku," begitu pikir Lazarus.
Dengan agak bersemangat, Lazarus lalu berjalan menuju rumah orang
kaya itu. Dari kejauhan terlihat orang kaya itu sedang berdiri
menghadapi meja makan. Banyak hidangan tersedia di atas meja.
Berbagai jenis makanan dilihat oleh Lazarus.
Lazarus lalu berbaring di dekat pintu rumah si orang kaya dan
mengharapkan orang kaya itu akan memberi dia makanan. Sementara itu,
beberapa ekor anjing datang mendekat lalu menjilati luka-luka di
tubuh Lazarus.
Adik-adik, Lazarus menunggu dan terus menunggu. Tapi ternyata orang
kaya itu sama sekali tidak memedulikan Lazarus yang kelaparan. Ia
asyik makan bersama tamu-tamunya saja.
Tanya-Jawab
Nah, adik-adik, apakah yang seharusnya dilakukan oleh orang kaya
itu terhadap Lazarus? (Berikan waktu pada anak-anak untuk menjawab.)
Dapatkah adik-adik menceritakan bagaimana perasaan adik-adik jika
seandainya adik-adik menjadi seperti Lazarus? (Beri kesempatan lagi
pada anak-anak untuk menjawab.) Kalau adik-adik menjadi orang kaya
itu, apa yang adik-adik akan lakukan terhadap orang miskin seperti
Lazarus itu? (Anak-anak menjawab.)
Cerita II
Sekarang kita teruskan cerita kita. Apakah yang kemudian terjadi?
Pada suatu hari, matilah Lazarus yang miskin itu. Begitu juga si
orang kaya. Keduanya mati.
Lalu, apakah yang terjadi dengan Lazarus setelah ia mati? Ia masuk
ke surga dan disambut oleh Tuhan beserta malaikat-malaikat-Nya.
Lazarus yang ketika masih hidup di dunia banyak menderita, sekarang
boleh bersenang-senang.
Bagaimana dengan si orang kaya itu? Ia dihukum Tuhan dan tidak
boleh masuk surga. Waktu hidup di dunia, orang kaya itu
bersenang-senang saja dan tidak memerhatikan orang yang menderita.
Sekarang setelah mati orang kaya itu, dihukum dan harus menderita.
Ia masuk neraka.
Aktivitas
Sebagai aktivitas, ajaklah anak-anak untuk mendramatisasikan
(memainkan drama) kisah ini. Tanyakan dulu pada anak-anak, apakah
sebenarnya yang terjadi menurut kisah tadi. Bila mereka sudah
mengetahui, mintalah seorang anak berperan menjadi Lazarus, dan
seorang lagi menjadi orang kaya.
Drama ini dilakukan tanpa suara (pantomim). Bila dua anak ini telah
selesai berperan, mintalah dua orang anak lagi untuk memainkan drama
yang sama. Jangan terlalu banyak anak yang melakukan permainan drama
ini; cegahlah kebosanan.
Sumber: Pedoman Sekolah Minggu Anak Kecil (Umur 7 - 9 Tahun) Tahun II Jilid I, , halaman 28 -- 32, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1994.
|