|
Apakah anak-anak usia prasekolah bisa menarik manfaat dari aktivitas
menghafal ayat di sekolah minggu?
Esok hari, dapatkah anak balita mengutip ayat hafalan yang
dipelajarinya hari ini? Kemungkinan tidak. Tetapi dengan bantuan,
mereka dapat mengingat kembali bagian ayat hafalan tersebut, dan
mereka akan melihat apakah aktivitas itu menyenangkan atau tidak.
Daud menulis: "Bagaimana seorang anak muda memelihara hidup kudus?
Dengan hidup sesuai dengan perkataannya. Saya mencari Engkau dengan
segenap hati; jangan biarkan saya melalaikan perintah-Mu. Saya telah
menyimpan perkataan-Mu di dalam hati saya sehingga saya tidak akan
berdosa terhadap Engkau" (Mazmur 119:9-11, Versi New International).
Sangatlah penting bagi seorang anak untuk mengerti firman Tuhan dan
menjalankannya dengan sukacita.
Seorang guru yang bijak membuat proses belajar menyenangkan. Ini
adalah kunci untuk aktivitas mengingat bagi anak balita. Proses itu
harus membawa kegembiraan dan mendorong timbulnya perasaan sukses
dan kebahagiaan dalam diri anak.
Menolong dan memotivasi anak balita untuk belajar suatu ayat
hafalan memerlukan lebih banyak usaha dari pihak guru daripada si
anak. Guru harus menggunakan irama musik, gerakan tubuh, isyarat,
atau pengulangan ayat untuk menciptakan suatu suasana yang
melibatkan semua pihak. Ini terutama sangat penting bila kita
berhadapan dengan anak usia dua sampai tiga tahun. Bantulah
anak-anak untuk saling berhubungan dan belajar kata-kata dengan
melibatkan indra melalui musik, permainan jari, aksi, atau
gambar-gambar.
Makin banyak indra yang terlibat dalam proses belajar, makin mudah
bagi anak balita untuk mengingat aktivitas tersebut. Contohnya,
seorang anak usia dua tahun boleh mengingat dan menyanyikan bagian
lagu "ABC" ketika membaca buku anak-anak tentang alfabet.
Anak usia empat dan lima tahun dapat belajar menghafal ayat-ayat
yang lebih panjang, tetapi mereka juga butuh aktivitas atau alat
peraga untuk menolong mereka menghubungkan kata-kata. Sangat penting
untuk menjelaskan (bahkan terhadap anak usia dua tahun) arti dari
kata-kata yang mereka hafalkan. Peganglah Alkitab di tangan Saudara
dan katakan kepada mereka, "Kita sedang belajar firman Tuhan. Kita
tahu bagaimana harus bertindak dan bagaimana harus berbicara dengan
mempelajari apa yang Tuhan inginkan kita perbuat."
Pada umumnya, daya belajar anak tergantung pada kasih sayang,
persetujuan, dan harga diri. Anak harus menyukai gurunya dan merasa
dicintai. Sangat sulit membujuk anak usia tiga tahun melakukan
sesuatu pada waktu ia marah atau merasa takut terhadap
sekelilingnya. Anak harus merasa aman dan nyaman terhadap lingkungan
sebelum ia mau mencoba melakukan sesuatu.
Anak usia dua tahun mungkin ingin dipeluk ketika ia mencoba
mengulangi ayat hafalan singkat, sama seperti waktu ibunya
memangkunya bila ia melakukan sesuatu. Anak memerlukan rasa aman dan
disayang sebelum ia akan berusaha mengucapkan kata-kata yang tidak
ia yakini.
Setiap anak butuh dukungan orang dewasa dalam kehidupannya. Jadi,
guru perlu memberikan respons dengan menepuk tangan dan menunjukkan
antusiasme ketika seorang anak berusaha mengucapkan kata-kata ayat
hafalannya.
Sikap anak-anak terhadap orang dewasa terbentuk dari respons orang
dewasa itu terhadap si anak. Anak berusaha keras untuk mendapatkan
pujian -- berilah pujian untuk setiap usaha anak. Karl C. Garison
dalam "Educational Psychology" menulis bahwa "kebutuhan akan
dukungan orang tua, guru, dan yang lain-lain merupakan kebutuhan
yang berkembang. Pemenuhan kebutuhan ini berpengaruh penting
terhadap penyesuaian diri anak dalam hidup".
Dalam lingkungannya, anak-anak kecil perlu merasa didukung dan
dicintai oleh guru-guru dan teman-temannya sehingga membangun rasa
harga diri anak. Salah satu caranya bisa dengan memberi anak
kesempatan mengucapkan petikan ayat-ayat Alkitab. Hal tersebut dapat
membuat anak merasa diterima oleh guru dan teman-temannya sekelas.
Meskipun dalam usia yang masih kecil, harga diri merupakan jalan
menuju suksesnya pembentukan diri.
Guru bertanggung jawab untuk membuat semua anak berhasil dalam
aktivitas menghafal. Anak-anak usia prasekolah tidak menghafalkan
ayat-ayat Alkitab karena ia mengerti pentingnya menyimpan kebenaran
firman Tuhan dalam hati. Ia menghafal ayat-ayat tersebut agar merasa
diterima dan menjadi bagian kelompok. Meski demikian, kegiatan
menghafal ayat sangat berguna agar ayat-ayat tersebut bisa diingat
dan digunakan sewaktu diperlukan. Seiring pertumbuhan usia dan
pengalaman, anak-anak itu akan memahami ayat-ayat yang dihafalnya.
Jadi, bantulah anak untuk menghafal ayat-ayat Alkitab karena itu
merupakan investasi yang berguna.
Sumber: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2, , halaman 230 -- 231, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996.
|