- Kenalilah masing masing anak. Pelajarilah anak-anak untuk
mengetahui minat, kebutuhan, dan ciri-ciri mereka.
- Pahamilah cerita untuk kepentingan Anda sendiri. Bila cerita itu
sudah jelas seluruhnya, analisalah, sempurnakan bentuknya,
hapuskan perincian yang tak perlu, dan uraikan garis-garis besar
yang penting.
- Resapi jalan ceritanya! Jika Anda tidak menghayati cerita dan
jika Anda tidak tertarik kepada cerita itu secara mendalam,
Anda tak dapat menggugah perasaan anak-anak itu pada waktu Anda
menceritakannya.
- Berlatihlah untuk membawakan cerita dengan suara keras. Berlatih
sama dengan sembilan persepuluh dari keberhasilan.
- Tempatkan anak-anak berdekatan dan berada dalam jangkauan
pandangan mata Anda.
- Lihatlah kepada anak-anak ketika Anda sedang membawakan cerita.
- Bawakan cerita itu dengan sederhana dan langsung.
- Jadikan cerita itu jelas dengan menggunakan pembicaraan
langsung, imajinasi, dan sandiwara.
- Gunakan kata-kata yang sederhana, sudah dikenal, dan beraneka
ragam. Gunakan kalimat-kalimat yang pendek dan mudah dimengerti.
- Berbicaralah dengan lambat dan jelas, jangan berteriak.
- Jangan merusak cerita yang indah itu dengan menegur. (Bila ada
anak yang mengacau, ajukan pertanyaan-pertanyaan yang
berhubungan dengan cerita itu kepadanya.)
- Perhatikan setiap gejala kelelahan di antara anak-anak. Suruhlah
mereka melakukan beberapa kegiatan, misalnya, menghitung
bersama-sama Anda untuk menghilangkan kelelahan.
- Pertahankan suasana yang bahagia dan menyenangkan.
Sumber: Cerita Alkitab yang Suka Kudengarkan: Seri Cerita Alkitab untuk Anak-anak, Grace Suwanti Tjahya dan Ridwan Sutedja, , halaman 140, Kalam Hidup, Bandung.
|