|
MENGAPA MEMERLUKAN SUATU DESKRIPSI TUGAS?
Dunia bisnis dan industri sangat berhati-hati dalam memberikan
deskripsi tugas tertulis kepada para pekerjanya. Hal ini bertujuan
supaya tidak ada kesalahpahaman dalam hal harapan dan tanggung
jawab. Deskripsi ini juga digunakan untuk mengevaluasi
penampilan/pencapaian seseorang. Dengan alasan yang sama pula,
deskripsi tugas juga berguna bagi para guru sekolah minggu.
Deskripsi tugas sangat membantu koordinator sekolah minggu dan guru
sekolah minggu untuk menentukan dengan jelas apa yang diharapkan
dari mereka yang dengan sukarela mau mengajarkan firman Allah.
Berikut beberapa elemen penting dalam suatu deskripsi tugas yang
baik.
Mengapa kita mengajar?
Alasan kita mengajar berasal dari dalam Alkitab. Dalam Perjanjian
Lama, kita diperintahkan, "Apa yang kuperintahkan kepadamu pada
hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau
mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan
membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau
sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila
engkau bangun" (Ul. 6:6-7). Amanat Agung memerintahkan semua
orang, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan
kepadamu" (Mat. 28:19-20). Mengajarkan firman Allah adalah
pekerjaan penting bagi anak-anak Allah agar iman mereka
bertumbuh.
Mengenal Allah secara pribadi.
Seorang guru harus memiliki hubungan pribadi dengan Yesus Kristus
agar dapat menyampaikan firman Allah kepada orang lain. Namun,
seorang guru seharusnya tidak "baru mengenal" Kristus. Guru harus
memiliki tingkat kematangan rohani yang terus berkembang, dapat
membagikan pengalaman rohani mereka, dan bertumbuh dalam
kehidupan rohani mereka sendiri. Berikut beberapa pertimbangan
dasar: apakah guru itu terlibat dalam doa dan pemahaman Alkitab
yang rutin dan secara pribadi diikuti? Apakah guru itu memiliki
hubungan yang baik dengan Allah dan orang lain di gereja? Apakah
guru mengetahui bagaimana memimpin seorang anak datang kepada
Kristus?
Apa yang kita ajarkan?
Guru tentu saja harus memiliki suatu pemahaman tentang doktrin
dasar kekristenan dan juga harus tahu serta memahami doktrin yang
dianut oleh gerejanya. Sangat disayangkan bila hal-hal seperti
okultisme atau mistik, diterangkan di gereja oleh orang-orang
yang tidak terlatih.
Pahami kebutuhan murid.
Kita bisa mengetahui apa yang kita ajarkan, tetapi bila pelajaran
yang diajarkan itu tidak sesuai dengan porsi murid, murid tidak
akan mempelajarinya. Banyak kurikulum yang menyertakan
bahan-bahan yang sangat menolong, yang sudah disesuaikan dengan
tingkat usia dan kebutuhan anak; ada pula buku-buku lain yang
baik untuk digunakan. Guru harus berkomitmen untuk mempelajari
kebutuhan murid dan mengajar untuk memenuhi kebutuhan murid
tersebut.
Mengajarkan tanggung jawab.
Guru harus mau menyediakan waktu untuk proses mengajar. Waktu ini
termasuk persiapan selama minggu itu, setia hadir di kelas (bila
berhalangan dan diganti orang lain, lakukan itu bila terpaksa),
memberikan kegiatan kreativitas sehingga kegiatan sekolah minggu
tidak hanya mengajar sesuai dengan kurikulum yang diberikan
setiap minggunya, dan kemauan untuk mengevaluasi jalannya sekolah
minggu. Banyak masalah-masalah disiplin dalam kelas yang
disebabkan oleh guru yang tidak teratur atau tidak siap;
murid-murid yang sibuk dan belajar tidak akan membuat banyak
masalah.
Kesempatan untuk mengikuti pelatihan.
Guru harus mau mengambil bagian dalam berbagai pertemuan guru dan
pelatihan yang diadakan oleh gereja. Beberapa gereja mengadakan
sendiri pelatihan-pelatihan tersebut. Di beberapa tempat,
pertemuan guru sekolah minggu atau pelatihan denominasional
memberikan kesempatan tambahan bagi para guru untuk mempelajari
metode belajar yang efektif, sesuai dengan tingkat usia tertentu.
Menjangkau.
Seorang guru mungkin tidak bisa mengunjungi setiap murid di
kelasnya, tetapi ia harus peka terhadap siapa saja yang tidak
hadir atau memiliki kebutuhan khusus. Apakah ada beberapa anak
yang jarang hadir? Apakah ada anggota keluarga gereja yang tidak
hadir? Apakah ada murid yang sakit? Guru bertanggung jawab untuk
memahami bahwa kontak seperti ini adalah penting untuk dilakukan.
Persekutuan.
Murid akan lebih merespons seorang guru yang menunjukkan
perhatian yang sungguh-sungguh kepada mereka sebagai seorang
pribadi di luar jam pelajaran. Waktu untuk bersekutu dan
bersenang-senang juga dapat membangun semangat dalam kelas. Guru
harus mau menyediakan waktu dalam acara-acara informal sekolah
minggu, misalnya pesta kelas, waktu untuk berkunjung atau makan
siang di rumah mereka, atau "melakukan perjalanan" ke tempat yang
menarik bagi murid-murid di kelasnya.
TULISLAH ....
Pertimbangkan elemen-elemen berikut ini ketika Anda menuliskan
deskripsi tugas bagi guru-guru sekolah minggu Anda sesuai dengan
situasi sekolah minggu Anda.
Guru sekolah minggu perlu:
- memahami bahwa pelayanan pengajaran adalah diberikan oleh Tuhan;
- memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan dan bertumbuhlah dalam
iman yang dewasa;
- menguasai apa yang Anda ajarkan;
- belajar cara mengajar yang efektif, termasuk pemahaman
perkembangan tiap tahap usia dan kebutuhan murid-muridnya;
- setia pada tanggung jawab mengajar mereka;
- ikut serta ambil bagian dalam pelatihan-pelatihan yang diadakan
oleh gereja;
- ikut serta dalam pelayanan penginjilan di sekolah minggu;
- menyediakan waktu untuk mengadakan persekutuan dengan para
murid. (t/Ratri)
Sumber: Super Sunday School Source Book, , halaman 13 -- 14, David C. Cook Publishing Co., Westin, Illinois.
|