SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Kamis, 4 Desember 2008   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         Pustaka  
  Utama > Pustaka > Deskripsi Tugas bagi Para Guru Sekolah Minggu  

Cari di Pustaka Cari di Pustaka
   

Topik TOPIK
  Pelayanan Anak Umum (98)
Pelayanan Sekolah Minggu (74)
Guru - Pendidik (148)
Anak - Murid (170)
Metode dan Cara Mengajar (160)
Kurikulum - Pedoman Mengajar (15)
Fasilitas Pelayanan Anak (15)
Penginjilan Anak - Misi Anak (55)
Pengajaran - Doktrin (277)
Doa - Musik - Ibadah (80)
Program Khusus Anak (43)
Perayaan Hari Raya Kristen (186)
Aktivitas dan Ketrampilan Anak (110)
Literatur untuk Anak (11)
Organisasi Pelayanan Anak (4)
Sudut untuk Anak (27)
Kesaksian Guru (48)
Humor (10)

Total 1448 tulisan dalam 18 topik.
 

Frequently Asked Questions FAQ
  Apakah PEPAK menjual buku-buku rohani pelayanan anak? jawabannya  

Subscribe e-BinaAnak / e-BinaGuru Berlangganan
e-BinaAnak / e-BinaGuru

Deskripsi Tugas bagi Para Guru Sekolah Minggu

Tanggal terbit:
25-7-2007

Topik:
Guru - Pendidik

Tipe Bahan:
Tips

Tulisan ini pernah dimuat di:
e-BinaAnak edisi 341
Tampilan cetak
Beri tahu teman Anda
Kirim tulisan ini ke email Anda


MENGAPA MEMERLUKAN SUATU DESKRIPSI TUGAS?

Dunia bisnis dan industri sangat berhati-hati dalam memberikan deskripsi tugas tertulis kepada para pekerjanya. Hal ini bertujuan supaya tidak ada kesalahpahaman dalam hal harapan dan tanggung jawab. Deskripsi ini juga digunakan untuk mengevaluasi penampilan/pencapaian seseorang. Dengan alasan yang sama pula, deskripsi tugas juga berguna bagi para guru sekolah minggu. Deskripsi tugas sangat membantu koordinator sekolah minggu dan guru sekolah minggu untuk menentukan dengan jelas apa yang diharapkan dari mereka yang dengan sukarela mau mengajarkan firman Allah.

Berikut beberapa elemen penting dalam suatu deskripsi tugas yang baik.

  1. Mengapa kita mengajar?

    Alasan kita mengajar berasal dari dalam Alkitab. Dalam Perjanjian Lama, kita diperintahkan, "Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun" (Ul. 6:6-7). Amanat Agung memerintahkan semua orang, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu" (Mat. 28:19-20). Mengajarkan firman Allah adalah pekerjaan penting bagi anak-anak Allah agar iman mereka bertumbuh.

  2. Mengenal Allah secara pribadi.

    Seorang guru harus memiliki hubungan pribadi dengan Yesus Kristus agar dapat menyampaikan firman Allah kepada orang lain. Namun, seorang guru seharusnya tidak "baru mengenal" Kristus. Guru harus memiliki tingkat kematangan rohani yang terus berkembang, dapat membagikan pengalaman rohani mereka, dan bertumbuh dalam kehidupan rohani mereka sendiri. Berikut beberapa pertimbangan dasar: apakah guru itu terlibat dalam doa dan pemahaman Alkitab yang rutin dan secara pribadi diikuti? Apakah guru itu memiliki hubungan yang baik dengan Allah dan orang lain di gereja? Apakah guru mengetahui bagaimana memimpin seorang anak datang kepada Kristus?

  3. Apa yang kita ajarkan?

    Guru tentu saja harus memiliki suatu pemahaman tentang doktrin dasar kekristenan dan juga harus tahu serta memahami doktrin yang dianut oleh gerejanya. Sangat disayangkan bila hal-hal seperti okultisme atau mistik, diterangkan di gereja oleh orang-orang yang tidak terlatih.

  4. Pahami kebutuhan murid.

    Kita bisa mengetahui apa yang kita ajarkan, tetapi bila pelajaran yang diajarkan itu tidak sesuai dengan porsi murid, murid tidak akan mempelajarinya. Banyak kurikulum yang menyertakan bahan-bahan yang sangat menolong, yang sudah disesuaikan dengan tingkat usia dan kebutuhan anak; ada pula buku-buku lain yang baik untuk digunakan. Guru harus berkomitmen untuk mempelajari kebutuhan murid dan mengajar untuk memenuhi kebutuhan murid tersebut.

  5. Mengajarkan tanggung jawab.

    Guru harus mau menyediakan waktu untuk proses mengajar. Waktu ini termasuk persiapan selama minggu itu, setia hadir di kelas (bila berhalangan dan diganti orang lain, lakukan itu bila terpaksa), memberikan kegiatan kreativitas sehingga kegiatan sekolah minggu tidak hanya mengajar sesuai dengan kurikulum yang diberikan setiap minggunya, dan kemauan untuk mengevaluasi jalannya sekolah minggu. Banyak masalah-masalah disiplin dalam kelas yang disebabkan oleh guru yang tidak teratur atau tidak siap; murid-murid yang sibuk dan belajar tidak akan membuat banyak masalah.

  6. Kesempatan untuk mengikuti pelatihan.

    Guru harus mau mengambil bagian dalam berbagai pertemuan guru dan pelatihan yang diadakan oleh gereja. Beberapa gereja mengadakan sendiri pelatihan-pelatihan tersebut. Di beberapa tempat, pertemuan guru sekolah minggu atau pelatihan denominasional memberikan kesempatan tambahan bagi para guru untuk mempelajari metode belajar yang efektif, sesuai dengan tingkat usia tertentu.

  7. Menjangkau.

    Seorang guru mungkin tidak bisa mengunjungi setiap murid di kelasnya, tetapi ia harus peka terhadap siapa saja yang tidak hadir atau memiliki kebutuhan khusus. Apakah ada beberapa anak yang jarang hadir? Apakah ada anggota keluarga gereja yang tidak hadir? Apakah ada murid yang sakit? Guru bertanggung jawab untuk memahami bahwa kontak seperti ini adalah penting untuk dilakukan.

  8. Persekutuan.

    Murid akan lebih merespons seorang guru yang menunjukkan perhatian yang sungguh-sungguh kepada mereka sebagai seorang pribadi di luar jam pelajaran. Waktu untuk bersekutu dan bersenang-senang juga dapat membangun semangat dalam kelas. Guru harus mau menyediakan waktu dalam acara-acara informal sekolah minggu, misalnya pesta kelas, waktu untuk berkunjung atau makan siang di rumah mereka, atau "melakukan perjalanan" ke tempat yang menarik bagi murid-murid di kelasnya.

TULISLAH ....

Pertimbangkan elemen-elemen berikut ini ketika Anda menuliskan deskripsi tugas bagi guru-guru sekolah minggu Anda sesuai dengan situasi sekolah minggu Anda.

Guru sekolah minggu perlu:

  1. memahami bahwa pelayanan pengajaran adalah diberikan oleh Tuhan;
  2. memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan dan bertumbuhlah dalam iman yang dewasa;
  3. menguasai apa yang Anda ajarkan;
  4. belajar cara mengajar yang efektif, termasuk pemahaman perkembangan tiap tahap usia dan kebutuhan murid-muridnya;
  5. setia pada tanggung jawab mengajar mereka;
  6. ikut serta ambil bagian dalam pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh gereja;
  7. ikut serta dalam pelayanan penginjilan di sekolah minggu;
  8. menyediakan waktu untuk mengadakan persekutuan dengan para murid. (t/Ratri)
Sumber:
  • Super Sunday School Source Book, , halaman 13 -- 14, David C. Cook Publishing Co., Westin, Illinois.


  • Berikut ini beberapa tulisan yang bertopik sama:
  • Tips Mengadakan Pelatihan bagi Guru Sekolah Minggu
    23-5-2008 | Tips
  • Di Mana Para Guru Dilatih?
    23-5-2008 | Artikel
  • Memperlengkapi Para Guru dan Pemimpin Kelas Sekolah Minggu
    31-1-2008 | Tips
  • Melengkapi dan Memberi Pengarahan kepada Para Guru
    31-1-2008 | Artikel
  • Motivasi Pelayanan GSM: Kasih
    18-1-2008 | Artikel
  • Kualifikasi Rohani Seorang Pengajar Anak
    9-1-2008 | Artikel
  • Bagaimana Mengajar Seperti Yesus
    6-9-2007 | Tips
  • Mengasah Kemampuan Bercerita Seperti Yesus Bercerita
    6-9-2007 | Artikel
  • Visi Seorang Guru Sekolah Minggu
    25-7-2007 | Artikel
  • Guru Sekolah Minggu
    25-7-2007 | Artikel

  • Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas