|
Pada bagian administrasi sekolah minggu, di bawah pemimpin biasanya
pertama-tama terdapat sekretaris. Selain pemimpin, sekretrarislah
yang diharapkan mengetahui seluk-beluk administrasi sekolah itu.
Gereja besar bisa membutuhkan dua orang sekretaris, yang pertama
sebagai pencatat hal-hal yang berhubungan dengan pencatatan kegiatan
organisasi dan yang kedua berhubungan dengan pencatatan inventaris
sekolah minggu. Dalam gereja kecil, kedua tugas itu dapat dikerjakan
oleh satu orang sekretaris.
Elmer L. Towns berpendapat bahwa sekretaris memiliki peranan yang
sangat penting dalam menyukseskan pelayanan sekolah minggu.
Pertumbuhan dapat diukur melalui angka statistik. Dan sekretarislah
yang memiliki akses dan juga kemampuan untuk mengombinasikan semua
statistik yang diperlukan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan
sekolah minggu. Statistik diperoleh dari catatan-catatan yang ada
dalam sekolah minggu. Pekerjaan sekretaris adalah mengawasi atau
mengerjakan sendiri (menurut besarnya sekolah minggu) semua catatan
dalam sekolah minggu dan mengumumkannya.
KUALIFIKASI SEORANG SEKRETARIS SEKOLAH MINGGU
Dalam memilih seorang sekretaris sekolah minggu, tentu saja harus
ada kualifikasi tertentu yang perlu dimiliki, secara sederhana
diuraikan seperti di bawah ini.
Pengalaman dalam sekolah minggu.
Seorang sekretaris hendaknya seseorang yang telah mengetahui
seluk-beluk dalam sekolah minggunya. Jika seorang yang masih baru
(kurang dari satu tahun) dipercaya menjadi seorang sekretaris,
dikhawatirkan akan ada banyak hal yang tidak dia ketahui dari
sekolah minggu tersebut sehingga akan kurang efektif bagi
kelancaran tugasnya. Seorang sekretaris yang sudah lebih dari
satu tahun melayani di sekolah minggu, diharapkan sudah mengerti
seluk-beluk dalam organisasi tersebut sehingga dalam menjalani
tugasnya, tidak perlu terlalu banyak pelatihan dan pengenalan
organisasi baginya.
Teliti, rapi, dan tekun.
Sekretaris sekolah minggu harus suka bekerja dengan hal-hal yang
berhubungan dengan angka, dapat menyimpulkan dengan tepat, juga
rapi dalam hal pencatatan. Dia harus bisa membuat sistem
pengarsipan yang mudah diakses oleh setiap orang dan tentu saja
bagi dia sendiri agar dapat dengan mudah mengumpulkan data-data
untuk membuat statistik pertumbuhan sekolah minggu. Dia juga
harus orang yang teliti dan akurat, terutama dalam hal statistik
sekolah minggu.
Bisa bekerja sama dengan semua orang.
Sekretaris tidak hanya berhubungan dengan ketua sekolah minggu
atau dengan arsip-arsipnya saja. Dia harus bekerja sama dengan
semua pekerja dalam sekolah minggu dalam hal menjalankan
pencatatan yang telah diprogramkannya. Sekretaris membuat program
pencatatan yang diperlukan dalam sekolah minggu dan guru sekolah
minggulah yang bertugas melakukan pencatatan itu dalam kelasnya.
Berdasarkan hasil rapat, beberapa pekerja sekolah minggu
mendapatkan tugas tertentu. Sang sekretaris yang memegang notulen
tentu saja bertugas pula mengingatkan dan berhak menanyakan
hasilnya kepada yang bersangkutan. Mengingat sekretaris adalah
orang yang harus berhubungan dengan semua yang terlibat dalam
pelayanan sekolah minggu, maka seorang sekretaris haruslah orang
yang dengan mudah dapat bekerja sama dengan orang lain dan juga
memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.
Kualifikasi rohani, seperti sudah lahir baru, terbeban dalam
pelayanan anak, memiliki kehidupan rohani yang baik, dan lain-lain
merupakan kualifikasi mutlak yang harus dimiliki setiap pelayan
dalam sekolah minggu.
TUGAS-TUGAS SEKRETARIS SEKOLAH MINGGU
Tugas sekretaris bisa ditentukan dari masing-masing sekolah minggu,
tergantung macam-macam pelayanan atau kegiatan di dalamnya. Dalam
uraian berikut ini, paling tidak bersama-sama kita bisa melihat hal
dasar yang menjadi tugas seorang sekretaris sekolah minggu.
Di dalam gereja kecil, biasanya hanya ada satu sekretaris.
Tugasnya adalah mengarsip data-data murid, membuat program
pencatatan dalam kelas, misalnya absensi, membuat catatan rapat,
pencatatan jadwal mengajar guru, dan membuat undangan. Bahkan
menurut Ralph M. Rigs (1978), di beberapa sekolah minggu kecil,
seorang sekretaris bisa juga merangkap sebagai petugas pencatat
keuangan sekolah minggu (bendahara).
Di sekolah minggu yang lebih besar, biasanya ada divisi khusus
sekretariat. Divisi tersebut dikoordinir oleh seorang sekretaris
utama. Sekretaris utama bertugas membagi tugas kepada setiap
sekretaris yang berada di bawahnya. Seorang sekretaris bertugas
khusus untuk membuat catatan setiap rapat dalam sekolah minggu
dan juga semua urusan surat-menyurat, yang lain bertugas untuk
mencatat data-data murid dan membuat statistik kehadiran murid.
Ada juga sekolah minggu yang memiliki sekretaris khusus untuk
urusan humas dari sekolah minggu tersebut. Setiap akhir minggu,
semua sekretaris dalam divisi sekretariat melaporkan hasil
kerjanya kepada sekretaris utama.
Setiap minggu atau setiap periode tertentu, sekretaris harus
melaporkan statistik kehadiran murid, terdiri dari murid baru,
murid yang keluar, atau murid yang tidak aktif. Laporan ini dapat
disampaikan langsung kepada ketua atau melalui pertemuan pengurus
sekolah minggu. Data tersebut dapat membantu untuk menentukan
program sekolah minggu selanjutnya atau tindak lanjut bagi
anak-anak yang mulai undur.
Sekretaris juga harus menyusun laporan kegiatan sekolah minggu
selama satu tahun. Tentu saja ini tidak berarti bahwa sekretaris
pulalah yang harus mencari data-data untuk laporan. Tetapi
sekretaris berhak meminta laporan dari setiap divisi mengenai
hasil kerjanya. Selanjutnya, laporan-laporan tersebut akan
disusun oleh sekretaris. Hal ini merupakan tugas yang penting
karena laporan tersebut menjadi salah satu alat evaluasi
pelayanan sekolah minggu.
CATATAN DALAM SEKOLAH MINGGU
Guy P. Leavitt, dalam bukunya "Superintend with Success",
menyebutkan, setidaknya tiga macam catatan yang menjadi tanggung
jawab sekretaris sekolah minggu.
Pendaftaran
Ketika seorang anak menjadi anggota sekolah minggu, ia pun akan
terdaftar dalam sekolah minggu itu (biasanya kehadiran sebanyak
tiga kali akan membuat anak berubah status, dari "pengunjung"
menjadi "anggota" sekolah minggu). Sekretaris harus membuat
sistem pencatatan yang baik, yang bisa dijalankan dengan memakai
Kartu Pendaftaran. Kartu ini dapat dibuat sendiri atau dibeli
dari toko-toko buku Kristen. Informasi mengenai tanggal
pendaftaran, nama lengkap murid baru (tertulis dengan benar),
alamat yang lengkap dan benar, kelas di mana murid baru itu
ditempatkan, keanggotaan gereja (jika ada), dan informasi yang
menyangkut anggota keluarganya harus tercatat dalam kartu
tersebut.
Kartu pendaftaran, atau sejenisnya, juga menunjukkan perkembangan
anggota supaya bisa naik dari satu kelas/departemen ke kelas/
departemen selanjutnya. Data ini harus terus disimpan dalam
dokumen sekolah minggu, yang sewaktu-waktu dapat dilihat oleh
ketua, pelayan-pelayan sekolah minggu, atau bahkan oleh majelis
gereja.
Berdasarkan catatan pendaftaran tersebut, sekretaris bertugas
menempatkan murid-murid ke departemen atau kelas yang cocok, juga
memandu, mengenalkan, dan membuat mereka merasa nyaman di sekolah
minggu.
Absensi
Catatan ini menunjukkan kehadiran setiap orang dalam kelas, baik
itu murid-murid, maupun guru yang bertugas. Buku absen yang
tercetak dapat diperoleh di penerbit buku atau toko-toko buku
Kristen. Catatan ini penting sebagai salah satu data untuk
membuat statistik kehadiran dalam kelas.
Catatan rapat dan korespondensi
Catatan itu harus dibuat sejelas mungkin. Salinan catatan setiap
rapat dan korespondensi harus lengkap tersimpan dalam sistem
pengarsipan yang rapi. Setiap tindak lanjut dari rapat pun harus
dicatat secara tersendiri sehingga bisa dilihat apakah setiap
keputusan telah dilaksanakan dengan baik.
Dibalik tugasnya yang berkutat dengan pencatatan, seorang sekretaris
sekolah minggu ternyata memiliki peranan yang amat penting dalam
pelayanan sekolah minggu. Setiap catatan yang dibuat merupakan
aspek-aspek penting yang akan menentukan program, tindak lanjut, dan
kebijakan sekolah minggu selanjutnya. Oleh karena itu, seorang
sekretaris sekolah minggu harus benar-benar menyadari peran
pentingnya dan melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab
kepada gereja, terlebih lagi kepada Tuhan.
Sumber bacaan:
Leavitt, Guy P. 1980. "Superintend with Success". Ohio: Standard
Publishing.
Riggs, Ralph M. 1978. "Sekolah Minggu yang Berhasil".
Malang: Gandum Mas.
Town, Elmer L. 1979. "How to Grow an Effective Sunday School".
Colorado: Accent Books.
Oleh: Davida Welni Dana
|