|
GEMBALA DAN DOMBA-DOMBANYA
Tujuan
Mengingatkan kita bahwa gembala yang baik mengenal domba-domba-Nya.
Seperti halnya Tuhan Yesus, Gembala kita yang baik, mengenal kita,
domba-domba-Nya (Yoh. 10:14).
Persiapan
Sebuah sapu tangan.
Para pesertanya adalah anak-anak, remaja, atau pemuda.
Jumlah peserta tidak terbatas.
Permainan dapat diadakan di dalam atau di luar ruangan.
Seorang dari antara peserta ditunjuk sebagai pemimpin permainan.
Cara bermain
Seseorang dari antara peserta dipilih (atau siapa saja yang rela)
untuk menjadi "gembala" dan kemudian diminta maju ke depan.
Lalu matanya ditutup dengan sapu tangan.
Semua peserta yang lain diumpamakan dengan "domba" dan mereka
berjongkok di tempat yang berbeda-beda tetapi jangan terlalu
berjauhan.
Pada waktu pemimpin permainan memberi aba-aba kepada gembala
untuk mencari domba-dombanya, ia harus meraba-raba setiap domba.
Domba yang tersentuh harus mengembik, tetapi suaranya boleh
dibuat-buat sehingga gembala tidak dapat menebak suaranya.
Tugas seorang gembala ialah berusaha mengenali suara itu.
Bila ia tidak dapat menyebutkan nama domba tersebut, ia harus
mencari lagi domba-domba yang lain sampai ia dapat menyebutkan
dengan benar nama domba yang disentuhnya.
Orang yang berhasil disebutkan namanya, harus menjadi gembala
untuk menggantikannya.
MEMBERITAKAN INJIL
Tujuan
Mengingatkan kita untuk memberitakan Injil, baik pada waktu yang
menguntungkan maupun pada waktu yang tidak menguntungkan. Kita juga
harus berani menghadapi kesulitan pada waktu memberitakan Injil
(1Tim. 4:2).
Persiapan
Dua kotak korek api.
Permainan ini dapat dilaksanakan di dalam atau di luar ruangan.
Jumlah peserta tidak terbatas tetapi kegiatan ini sebaiknya
dilakukan oleh anak-anak kelas besar ke atas.
Cara bermain
Pemimpin membagi para peserta menjadi dua kelompok yang jumlah
orangnya sama, kemudian setiap kelompok diberi satu korek api.
Setelah itu pemimpin memberi aba-aba. Pada waktu permainan
dimulai, orang pertama dari kedua kelompok itu menyalakan
sebatang korek api dan kotaknya. Kemudian secara estafet, ia
memberikannya kepada orang kedua demikian seterusnya.
Jika korek api itu padam di tangan seseorang, orang itu harus
menyalakan sebatang korek api yang lain, kemudian ia harus
meneruskannya kembali kepada orang yang berikutnya.
Kelompok yang paling cepat memindahkan korek api hingga sampai
kepada orang yang terakhir dinyatakan sebagai pemenang.
Kalau pesertanya banyak, pemimpin dapat membagi mereka ke dalam
beberapa kelompok. Jumlah setiap kelompok sebaiknya tidak kurang
dari 15 orang.
Sumber: Ice Breaker, Departemen Litbang Keluarga Allah, , halaman 66 dan 70, GBI Keluarga Allah, Solo.
|