|
Apa yang saya pelajari ketika saya mengesampingkan setiap model
kepemimpinan lainnya yang saya baca atau saya dengar sebelumnya?
Siapakah Yesus ini, yang dengan-Nya, saya menjalin kembali hubungan
ketika saya melepaskan sepatu dan berjalan bersama-Nya melalui
halaman-halaman Alkitab? Mari saya ceritakan pada Anda.
Pelajaran terpenting yang saya pelajari dari Yesus mengenai
kepemimpinan adalah bahwa "Dia mengajar dan mewujudkan kepemimpinan
sebagai pelayanan". Yesus adalah seorang pemimpin pelayan dalam arti
sepenuhnya. Saya akan mendeskripsikannya sebagai orang yang melayani
misi-Nya (dalam bahasa Alkitab: kehendak Bapa-Nya) dan memimpin
dengan melayani mereka yang direkrut-Nya untuk melaksanakan misi
tersebut.
BAGI YESUS, MISI TERSEBUT ADALAH MENJADI MESIAS
Dia dikirim untuk membawa keselamatan bagi dunia, sebagai
satu-satunya utusan Tuhan. Dia menjalankan misi itu dengan hidup
sebagai Mesias -- hamba yang menderita. Misi ini adalah segalanya
bagi Yesus. Itulah tujuan dan arah bagi semua yang dilakukan-Nya
saat berada di bumi, termasuk kematian-Nya.
BAGI YESUS, MODEL KEPEMIMPINAN ADALAH PELAYANAN
Dia tidak pernah melayani diri-Nya sendiri. Pertama-tama, Dia
memimpin sebagai hamba bagi Bapa-Nya di surga, yang menetapkan
misi-Nya. Jika kita memandang secara cermat kehidupan Yesus, kita
melihat bahwa apa pun yang dilakukan-Nya adalah dalam rangka
pelayanan-Nya terhadap misi ini. Misi pribadi-Nya bukanlah untuk
melayani keinginan-Nya sendiri, melainkan untuk memenuhi kehendak
Bapa-Nya. Dia mengatakan, "Sebab Aku telah turun dari sorga bukan
untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia
yang telah mengutus Aku" (Yoh. 6:38).
MISI DAN VISI
Apakah kehendak dari Bapa-Nya? Bagaimana keinginan itu diterjemahkan
ke dalam misi kehidupan Yesus? Setidaknya tiga kali Yesus
mengungkapkan apa yang kita sebut sebagai pernyataan misi.
- Ketika Yesus berdiri di sinagoge di kota kelahiran-Nya, Dia
membaca pernyataan misi-Nya dari Yesaya: "Roh Tuhan ALLAH ada
padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus
aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara,
dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan
pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi
orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas,
dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, dan
untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN" (Yes. 61:1-2; Luk.
4:18-19).
- Ketika Yesus berdiri di antara para murid-Nya lalu mendefinisikan
keagungan dan menjadi seorang pemimpin dalam Kerajaan Allah, Dia
menyampaikan pernyataan misi-Nya dengan cara ini: "Karena Anak
Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk
melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi
banyak orang" (Mar. 10:45).
- Ketika Yesus berdiri di rumah Zakheus, si pemungut pajak, Dia
menyatakan dengan cara lain: "Sebab Anak Manusia datang untuk
mencari dan menyelamatkan yang hilang" (Luk. 19:10).
Yesus mengungkapkan misi-Nya dengan baik untuk mendefinisikan
siapakah Dia sebagai Mesias. Di mana dan bagaimana Dia memimpin,
terlihat dari pengertian-Nya yang jelas mengapa Dia datang.
Jika Yesus adalah hamba bagi misi-Nya, Dia memimpin dengan visi
tentang apa yang akan terjadi jika Dia menyelesaikan misi tersebut.
"Apa yang akan terjadi" adalah visi-Nya mengenai panggilan Bapa-Nya
terhadap hidup-Nya. Yesus memberitahu visi tentang seperti apa yang
akan terjadi kepada pengikut-Nya, jika mereka memperkenankan Dia
menjadi Mesias sebagaimana yang dikirim Al1ah. Yesus sering
menjelaskan visi tentang apa yang akan terjadi sebagai "Kerajaan
Allah/Surga". Yesus melukiskan gambaran kota-kota-Nya dalam bentuk
cerita-cerita untuk menunjukkan kepada orang-orang visi Tuhan bagi
kehidupan mereka. Cerita atau perumpamaan ini memungkinkan orang
melihat implikasi dari Yesus sebagai satu-satunya yang dikirim Tuhan
dalam kehidupan mereka. Injil Matius pasal 13 dan 25 merupakan
koleksi dari cerita-cerita visi ini. Lukas 15 juga dipenuhi
cerita-cerita tentang mengapa Yesus datang dan akan seperti apa
kehidupan ketika cinta Tuhan mengendalikan hati manusia. Yesus
memimpin yang lain dengan mengungkapkan visi, misalnya, bagaimana
berbagai hal akan terjadi ketika Dia menyelesaikan misi-Nya.
TUJUH PRINSIP MEMIMPIN SEBAGAIMANA YESUS MEMIMPIN
Setelah berusaha memahami elemen gaya kepemimpinan Yesus, saya
mencari prinsip-prinsip yang mendeskripsikan bagaimana Yesus
memimpin dan apa yang dapat diterapkan kepada kebutuhan saya sebagai
seorang pemimpin di antara umat Tuhan. Berikut ada tujuh observasi
yang saya temukan, yang menjelaskan bagaimana Yesus memimpin sebagai
seorang hamba.
- Yesus merendahkan diri-Nya sendiri dan memungkinkan Tuhan untuk
mengagungkan-Nya.
- Yesus mengikuti keinginan Bapa-Nya, bukan mengejar suatu posisi.
- Yesus mendefinisikan kebesaran menjadi seorang hamba dan menjadi
yang pertama sebagai seorang hamba, yang menjadikan diri-Nya
untuk melayani.
- Yesus menempuh risiko dengan melayani orang lain karena Dia
percaya bahwa Dialah Putra Allah.
- Yesus meninggalkan tempat-Nya di meja utama untuk melayani
kebutuhan orang lain.
- Yesus saling membagi tanggung jawab dan wewenang dengan mereka
yang dipanggil-Nya untuk melayani.
- Yesus membangun suatu kelompok untuk melaksanakan visi di seluruh
dunia.
Tujuh observasi tentang bagaimana Yesus memimpin di atas adalah
dasar bagi tujuh prinsip kita mengenai pemimpin-pelayan. Setiap
prinsip berlandaskan suatu ajaran atau contoh dari Yesus selagi Dia
menjalani misi-Nya dan memimpin mereka yang direkrut-Nya untuk
bergabung bersama Dia. Sebelum Anda dapat memimpin sebagaimana Yesus
dahulu memimpin, Anda dan saya harus melangkah melebihi apa yang
saya sebut sebagai suatu "mentalitas meja utama".
Sumber: Jesus on Leadership: Temukan Rahasia Pelayanan dari Kehidupan Kristus, G. Gene Wilkes, , halaman 11 -- 14, PT Bhuana Ilmu Populer, Jakarta, 2005.
|