|
MELAYANI SEPERTI YESUS BERARTI SELALU SIAP SEDIA
Suatu hari Yesus sedang berjalan-jalan di kota Yerikho ketika
beberapa orang buta mulai memanggil-manggil Dia. Alkitab menulisnya
demikian, "Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar,
bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: `Tuhan, Anak Daud,
kasihanilah kami!` Tetapi orang banyak itu menegur mereka supaya
mereka diam. Namun, mereka makin keras berseru, katanya: `Tuhan,
Anak Daud, kasihanilah kami!` Lalu Yesus berhenti dan memanggil
mereka. Ia berkata: `Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat
bagimu?`" (Mat. 20:30-32).
Perhatikanlah, Yesus berhenti. Jika Anda ingin dipakai Allah, Anda
harus mau diinterupsi. Sebagian besar dari pelayanan dan mujizat
Yesus adalah interupsi. Anda harus pikirkan hal ini. Semua orang
yang Dia sembuhkan -- orang buta, orang lumpuh, orang sakit, dsb.,
mereka semua adalah interupsi. Bagaimana dengan mujizat-Nya yang
pertama? Itu adalah interupsi di perjamuan pernikahan. Mujizat-Nya
yang kedua? Itu juga interupsi ketika Ia berjalan ke Galilea.
Alkitab menyebutkan, "Yesus berhenti." Hampir semua pelayanan-Nya,
dilakukan-Nya karena Dia membiarkan diri-Nya diinterupsi. Alkitab
mengatakan di Amsal 3:28, "Janganlah engkau berkata kepada sesamamu:
`Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,` sedangkan yang diminta
ada padamu." Orang-orang yang berhati hamba tidak menunda-nunda.
Mereka spontan, peka, dan mengatakan, "Baik, mari kita lakukan!"
Ada tiga halangan utama untuk menjadi selalu siap melakukan
pelayanan.
Mementingkan diri sendiri. Alkitab mengatakan, "dan janganlah
tiap-tiap orang hanya memerhatikan kepentingannya sendiri, tetapi
kepentingan orang lain juga" (Fil. 2:4). Setiap kali Anda bertemu
dengan seseorang yang memerlukan bantuan Anda, Tuhan memberi Anda
kesempatan untuk belajar melayani, untuk belajar menjadi seperti
Yesus. Musuh utama pelayanan adalah kesibukan. Karena saya
terlalu sibuk, saya tidak punya waktu untuk melayani. Saya ada
acara, rencana saya, mimpi-mimpi saya, tujuan saya, ambisi saya.
Jika Anda benar-benar memiliki hati pelayan, seperti Yesus
Kristus, Anda tidak akan keberatan untuk diinterupsi karena acara
Anda juga merupakan acara Tuhan, dan ketika Anda bangun di pagi
hari, Anda berkata, "Baiklah Tuhan, apakah Tuhan ingin membawa
seseorang ke dalam hidupku hari ini? Bawalah mereka Tuhan!" Bila
kita membawa kepentingan kita sendiri, itu akan menjadi
penghalang.
Perfeksionisme. Sikap perfeksionisme menginginkan setiap hal
sempurna. Anda katakan kepada diri Anda sendiri, "Bila semuanya
benar, bila semuanya baik, saya akan melayani." Pengkhotbah 11:4
mengatakan, "Siapa senantiasa memerhatikan angin tidak akan
menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai."
Hamba yang sejati, hamba yang seperti Kristus, melakukan yang
terbaik semampu mereka dengan apa yang mereka miliki untuk Yesus
Kristus saat ini juga. Mereka tidak menunggu. Sayangnya, banyak
orang yang beribadah pada Tuhan dengan sangat baik, bahkan orang
Kristen malah berkata, "Jika Anda tidak bisa melakukan yang
terbaik, jangan pernah mencobanya."
"Prinsip cukup baik" inilah yang diperlukan. Prinsip ini
mengatakan bahwa segala sesuatunya tidak harus sempurna agar
Tuhan mau memberkati. Ini yang benar. Jika Tuhan hanya
menggunakan orang-orang yang sempurna saja, apa yang akan
dikerjakan-Nya di dunia ini? Tidak ada! Kita semua hanyalah
sekelompok orang yang tidak tepat. Kita semua memiliki
kelemahan, kesalahan, kegagalan, dan kecacatan. Tetapi Allah
memakai kita semua. Mengapa? Karena Allah tidak menggunakan
orang-orang yang sempurna, lagipula jumlah orang-orang yang
sempurna tidaklah banyak. Jadi Allah berkata, "Jangan
menunggu saat yang tepat/sempurna." Pergilah dan mulailah
melayani pada saat semuanya belum teratur dan rapi.
Materialistis adalah hal ketiga yang menghalangi kita untuk
menjadi siap melayani. Yesus mengatakan, "Seorang hamba tidak
dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan
membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia
kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak
dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon" (Luk. 16:13). Yesus
tidak mengatakan, "Kamu harus menjadi hamba Allah dan uang." Dia
mengatakan, "Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada
Mamon." Anda harus memutuskan apakah Anda ingin kaya atau
diberkati. Keputusan terpenting yang harus Anda buat dalam hidup
Anda ketika Anda menjadi orang percaya adalah, "Apakah saya akan
menjadi pembangun kerajaan atau menjadi pembangun kekayaan?"
Sekarang, jika Allah ingin Anda memberikan kekayaan kepada Anda,
itu adalah hal yang bagus. Tetapi kekayaan bukanlah tujuan hidup
Anda yang utama. Karena Anda tidak akan membawa kekayaan Anda
ketika Anda ke surga, tetapi sifatlah yang Anda bawa. Anda harus
memutuskan untuk menjadi pembangun kerajaan.
MELAYANI SEPERTI YESUS JUGA BERARTI BERSYUKUR
Untuk melayani seperti Yesus, kita harus melayani dengan penuh
ungkapan syukur, bersyukur karena kita mendapat kesempatan untuk
melayani. Alkitab menceritakan tentang Yesus yang melayani dengan
cara yang luar biasa. Pada saat Lazarus mati, Dia melakukan
pelayanan-Nya, yaitu membangkitkan Lazarus dari kematian. Dia berdoa
dan didengarkan oleh orang banyak yang berkumpul di sana. Alkitab
mengatakan dalam Yohanes 11:41-42, "Bapa, Aku mengucap syukur
kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa
Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang
berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka
percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." Yesus memiliki
sikap bersyukur dalam segala hal yang Ia kerjakan. Mungkin Anda
berpikir, "Saya juga akan bersyukur dalam masa-masa sulit." Yesus
bersyukur ketika Dia dikritik, Yesus bersyukur ketika pelayanan-Nya
sulit. Itulah sikap yang Ia tekankan dalam pelayanan-Nya. Pelayanan
dan mujizat selalu terjadi dalam sikap bersyukur. Alkitab
menyebutkan sikap bersyukur dalam Mazmur 100:2, "Beribadahlah kepada
TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!"
Sebagai manusia, ada beberapa rintangan dalam bersyukur.
Membandingkan dan mengkritik.
Ketika Anda membandingkan orang lain, ketika Anda mengkritik
orang lain, itulah halangan bagi kita semua untuk bersyukur.
Alkitab mengatakan hal ini kepada kita di Roma 14:4, "Siapakah
kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia
berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri.
Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia
terus berdiri." Kita semua adalah pelayan-Nya. Siapakah kita itu
adalah pendapat Tuhan, bukan pendapat saya atau pendapat Anda
tentang orang lain. Jika Anda memiliki pemikiran yang sama, kita
adalah satu tim. Kita memiliki tujuan yang sama -- mencoba
membuat Tuhan dilihat baik oleh dunia, biarlah dunia melihat
betapa baiknya Tuhan itu. Dia memberi kita kemampuan dan tugas
yang berbeda. Mencari cara bagaimana kita dapat membandingkan
atau mengkritik orang lain adalah hal yang tidak berguna.
Halangan yang kedua adalah motivasi yang salah.
Dalam Matius 6:1, Yesus berkata, "Ingatlah, jangan kamu melakukan
kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena
jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di
sorga." Supaya dilihat orang adalah motivasi yang salah. Jangan
mencampuradukkan jabatan dan pelayanan meskipun kedua hal ini
mudah untuk dicampuradukkan. Banyak pelayanan kita yang dapat
kita lakukan sekaligus. Kita harus bijaksana dengan diri kita
sendiri. Kita melayani orang lain agar orang lain menyukai kita,
supaya kita dikagumi orang lain. Kita melayani supaya tujuan kita
sendiri tercapai. Kita melayani tetapi dengan tawar-menawar
kepada Tuhan, "Tuhan, aku akan melayani, tetapi Tuhan harus
menjaga aku." Itu semua adalah motivasi yang salah. Sulit untuk
melihat motivasi yang salah dalam diri kita. Bagaimana caranya
supaya kita mengetahui bahwa motivasi kita salah? Ungkapan
syukur. Jika Anda kehilangan rasa syukur dalam hidup Anda, pasti
ada yang salah dalam motivasi Anda.
MELAYANI SEPERTI YESUS BERARTI SETIA
Jika Anda setia, itu berarti Anda tidak mudah menyerah. Anda terus
berjalan. Anda tidak berhenti di tengah-tengah tugas Anda. Di akhir
pelayanan Yesus di dunia, Yesus mengatakan hal ini di Yohanes 17:4,
"Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan MENYELESAIKAN
PEKERJAAN yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya"
(penekanan ditambahkan oleh penulis). Saya harap kalimat ini dapat
Anda ucapkan pada saat Anda ke surga. Anda telah menyelesaikan tugas
yang Allah berikan kepada Anda. Yesus setia mengerjakan
pelayanan-Nya. Dia tidak menyerah. Dia teguh dan jika Anda ingin
seperti Yesus, itu berarti Anda ingin melayani seumur hidup Anda.
Anda bisa saja pensiun dari pekerjaan Anda, tetapi Anda tidak pernah
pensiun dari pelayanan.
Alkitab mengatakan, "Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan
yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai" (1Kor.
4:2). Apa yang memotivasi kita supaya kita setia dalam melayani
Tuhan seumur hidup? Menunjukkan sikap bersyukur untuk masa yang
sudah dilewati dan beriman untuk masa yang akan datang. Setiap kali
Anda melayani dalam nama Yesus, meskipun itu kecil, pelayanan Anda
tetap berarti. Alkitab mengatakan dalam 1Korintus 15:58, "Karena
itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah,
dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa
dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."
Perhatikan kata-kata "jerih payahmu tidak sia-sia", itu artinya
setiap hal yang Anda kerjakan tidak akan pernah sia-sia.
Bertahun-tahun yang lalu, dua orang anak laki-laki mencoba datang
beribadah di gereja pada malam hari; pada saat itu gereja sangat
penuh dan mereka tidak mendapatkan tempat duduk. Mereka mengelilingi
gereja dan akhirnya pergi karena mereka tidak mendapatkan tempat
duduk. Tetapi seorang penerima tamu berkata, "Ayo, masuklah. Saya
akan mencarikan tempat duduk untuk kalian." Penerima tamu itu
mengantar mereka ke tengah-tengah gereja dan menemukan dua tempat
duduk untuk mereka. Malam itu, dua bocah ini menerima Kristus dan
menjadi orang Kristen. Salah satu dari mereka adalah Billy Graham,
yang sekarang ini membawa jutaan orang datang kepada Kristus.
Menurut Anda, apakah penerima tamu itu akan mendapat nilai yang baik
di surga? Ya! Jangan pernah menganggap remeh hal-hal kecil karena
hal-hal kecil itu juga penting. Apa pun yang Anda kerjakan adalah
sesuatu yang penting, baik itu sesuatu yang penting dan terkenal,
atau pun tidak.
Pernahkah Anda bertanya mengapa Anda ada? Anda ada karena Allah tahu
Anda harus memberikan sesuatu. Allah tidak menempatkan Anda hanya
untuk duduk, diam, dan bersenang-senang. Allah menempatkan Anda di
sini untuk melayani. Allah tahu Anda mempunyai sesuatu -- latar
belakang, talenta, kemampuan, ketrampilan, hubungan, jaringan,
minat, hobi, atau apa saja.
Anda dapat melakukan dua hal dalam hidup Anda. Anda membuangnya atau
menanamnya (waste or invest). Cara terbaik yang Anda bisa lakukan
untuk hidup Anda adalah menanamnya sehingga kelak kita bisa
menuainya. Akan ada keuntungan yang akan kita peroleh kelak.
Suatu hari Anda akan berdiri di depan Allah dan Dia akan bertanya,
"Apa yang kamu lakukan dengan apa yang telah aku berikan kepadamu --
talenta, kemampuan, latar belakang, pengalaman, kebebasan,
pendidikan, dan pengalaman keluarga?" Anda mungkin berpikir tidak
ada orang yang melihat Anda, dan tidak ada orang yang memerhatikan
apa yang Anda lakukan, tetapi Allah melihat. Ibrani 6:10, "Sebab
Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan
kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu
kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang."
Allah memenuhi janji-Nya. Di dunia ini ada penghargaan untuk mereka
yang setia melayani selama sepuluh tahun, tetapi di surga Anda akan
mendapatkan penghargaan kekal. Matius 25:21, "Maka kata tuannya itu
kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan
setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan
kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan
turutlah dalam kebahagiaan tuanmu." Seperti yang kita tahu, keluarga
lebih penting dari apa pun juga, saya ingin Allah dapat mengatakan
hal itu kepada Anda; bahwa Allah akan melihat ke dalam mata Anda dan
mengatakan, "Baik sekali perbuatanmu! Kamu mengerjakan apa yang
harus kamu kerjakan di dunia ini. Kamu menyembah Aku, kamu bersekutu
dengan orang percaya lainnya, kamu bertumbuh dalam karakter seperti
Kristus, dan kamu melayani Aku, itulah cara-Ku membentuk kamu. Mari,
datanglah dan nikmatilah kekekalan dan semua penghargaan yang telah
Aku rencanakan kepadamu." (t/Ratri)
Sumber: Seoul Union Church, http://www.seoulunionchurch.org/40days/sermon/Sermon_Week5r.doc, Artikel Shaped for Serving God oleh Pastor Prince Charles.
|