|
Di sekolah minggu, firman Tuhan bisa disampaikan dengan berbagai
macam metode, salah satunya dengan kegiatan seni. Dengan kegiatan
seni anak-anak diajak untuk belajar berbagi, menolong orang lain,
mengekspresikan pengalaman-pengalaman dan fantasi dengan cara yang
nyata bahkan ketika mereka tidak mampu mengekspresikannya lewat
kata-kata. Anak juga dapat belajar firman Tuhan dengan menyentuh,
eksperimen, dan mengeksplorasi.
Berikut ini prinsip-prinsip saat mengadakan kegiatan seni di sekolah
minggu.
- Ajarkanlah seni mulai dengan cara yang sederhana.
Mulailah dengan mengenalkan dan mengakrabkan anak kepada
bahan-bahan seni. Membiasakan anak dengan bahan-bahan seni dapat
membantu mereka menguasai bahan dan tahu bagaimana cara
menggunakan bahan tersebut untuk mengungkapkan
pengalaman-pengalaman hidup mereka. Tujuannya adalah membuat
anak-anak merasa nyaman dan percaya terhadap bahan-bahan yang
digunakan. Diharapkan anak-anak tidak canggung menggunakannya
untuk menyampaikan pikiran dan perasaan mereka yang terdalam.
Dalam mengarahkan kegiatan seni dalam kelas, guru harus memilih
dan membuat petunjuk kegiatan yang dapat diikuti dan dimengerti
oleh anak sesuai tingkatan umur mereka.
- Ciptakanlah suasana kerja yang nyaman.
Sediakan semua bahan-bahan yang mereka butuhkan. Bahan-bahan
harus diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan anak untuk
mencari bahan yang mereka perlukan. Dengan kemudahan-kemudahan
tersebut, diharapkan anak dapat merasa aman, nyaman, dan
terlindung secara emosional. Suasana yang nyaman juga membuka
kesempatan bagi mereka untuk berekplorasi lebih dalam lagi.
Kenyamanan juga bisa diciptakan dengan membatasi campur tangan
guru. Sebelumnya, tetapkan dulu batas-batas tegas mengenai
kegunaan setiap bahan dan hubungannya dengan pelajaran yang
diberikan. Sebisa mungkin guru menjaga diri untuk tetap berada di
luar karya mereka sehingga karya-karya tersebut benar-benar
muncul dari hati dan pikiran anak yang membuatnya. Hargai juga
cara setiap anak dalam bekerja dan biarkan mereka bekerja dengan
caranya sendiri.
- Buatlah catatan perkembangan anak.
Catatan ini berisi tentang apa yang dilakukan seorang anak saat
melakukan kegiatan seni. Gunanya untuk memonitor perkembangan
mereka. Catatan lainnya adalah catatan kegiatan. Catatan ini
berisi kegiatan-kegiatan anak di kelas sehingga kemudian dalam
satu tahun kegiatan dapat diarahkan pada bahan-bahan yang pernah
di gunakan.
- Berikanlah kata-kata yang membangun.
Jika seorang anak merasa kecil hati dengan hasil karyanya,
berilah kata-kata yang menyemangati. Katakan pada anak didik Anda
bahwa hal itu kadang-kadang terjadi. Anak-anak cenderung tidak
terlalu sering keluar jalur, tapi adakalanya mereka juga keluar
jalur. Tekankan bahwa kita semua dapat mempelajari sesuatu dari
kegagalan. Jangan pernah menganggap bahwa sesuatu yang dilakukan
seorang anak benar-benar buruk. Mungkin Anda merasa bahwa
pekerjaan mereka benar-benar berantakan dan mereka kurang
memerhatikan karya mereka atau mereka malah sibuk berbicara
dengan teman di sebelahnya. Jika dihadapkan pada keadaan ini,
Anda dapat campur tangan untuk lebih terlibat dengan apa yang
sedang mereka kerjakan sambil memberikan kata-kata yang bisa
mendorong mereka kembali.
- Amatilah karya anak-anak.
Cara orang dewasa menanggapi karya seni anak adalah hal yang
sangat penting. Usahakan untuk tidak meminta anak menjelaskan apa
yang sedang mereka kerjakan secara spesifik. Hal ini akan membuat
mereka beralih pada pikiran logis mereka. Mereka mungkin tidak
benar-benar tahu apa yang mereka lakukan dan tidak berpikir
mengenai apa yang sedang mereka kerjakan, jadi cobalah untuk
mengikuti mereka. Tanggapan-tanggapan orang dewasa akan berhasil
dengan sangat baik ketika semua respons itu tidak bernada
menghakimi dan bersifat terlalu spesifik. Perhatian membangun
yang diberikan pada anak-anak dapat membantu mereka untuk
berkembang.
- Ajukanlah pertanyaan-pertanyaan yang memotivasi.
Untuk menolong anak-anak berjalan terus, mulailah menyodorkan
kepada mereka pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan yang dapat
memotivasi mereka. Ajukanlah pertanyaan-pertanyaan merangsang
yang menjangkau pusat ekspresi, masuk dalam hati dan pikiran
mereka. Dengan ini mereka dapat melakukan kegiatan seni dengan
lebih ekspresif.
- Hubungkanlah kegiatan seni dengan pelajaran.
Anda dapat menghubungkan aktivitas yang sedang anak-anak kerjakan
dengan pelajaran dalam Alkitab. Misalnya, lewat berbagi bahan
mereka diajarkan untuk berbuat baik kepada orang lain. Atau
mengajarkan mereka membuat tembikar sambil bercerita tentang
Yesaya.
- Persiapankanlah bahan-bahan yang dibutuhkan.
Jangan menyiapkan bahan yang terbatas dan seadanya saja. Siap
sedialah dengan bahan lebih. Anak-anak sangat senang mengganti
bahan mereka meskipun sesungguhnya bahan-bahan tersebut masih
bisa mereka gunakan. Sediakan juga pilihan lain. Jangan lupa
untuk menyiapkan aktivitas-aktivitas yang berbeda pada setiap
kesempatan.
Selama kegiatan berlangsung, ingatlah bahwa setiap anak membutuhkan
guru yang ramah dan mengerti akan apa yang sedang mereka lakukan.
Dukungan dan dorongan dari para guru amat penting agar kegiatan ini
menjadi kegiatan yang benar-benar bermanfaat.
Dirangkum oleh: Lisbet Rohana
Bahan dirangkum dari:
Beal, Nancy dan Gloria Bley Miller. 2003. "Rahasia Mengajar Seni
pada Anak". Yogyakarta: Pripenbooks.
Choun, Robert J. dan Michael S. Lawson. 1993. "The Complete Handbook
for Children`s Ministry". Hlm. 70 --72.
Haystead, Wes dan Sheril Haystead (Peny.). 1992. "Sunday School
Smart Pages". USA: Gospel Light. Hlm. 17 --- 18 dan 97.
|