|
Tuhan Allah sangat menyukai musik. Dengan keagungan-Nya Ia
menciptakan burung-burung indah yang berkicauan dengan suara merdu.
Dalam kitab Wahyu kita membaca bahwa Dia yang berada di surga
dikelilingi oleh musik. Pada setiap acara kebaktian di Bait Allah,
musik memegang peranan yang sangat penting. Kitab 2Tawarikh 5:12-14
memperlihatkan betapa kemuliaan Tuhan memenuhi Bait Allah ketika
umat-Nya mengumandangkan puji-pujian.
MUSIK
Musik mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap setiap makhluk
hidup. Musik bisa memengaruhi pikiran dan hati manusia. Tanpa
disadari, musik sangat memengaruhi suasana hati seseorang. Karena
itulah, musik sangat ditekankan dalam pembuatan reklame; menggunakan
musik pada suatu reklame akan merangsang keinginan pembeli untuk
membelanjakan uangnya. Musik juga memegang peranan penting dalam
dunia perfilman. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana menonton
sebuah film hiburan yang tidak memakai musik sama sekali. Musik
menolong seseorang dalam mengatasi suasana tegang di ruang tunggu
dokter gigi; musik juga memberikan suasana yang menyenangkan di
dalam sebuah restoran atau dalam sebuah super market. Tidak berhenti
di situ saja, musik merupakan sebuah alat pengantara, musik sebagai
sebuah pembawa berita. Kabar atau cara berpikir orang yang
menciptakan musik disampaikan kepada pendengar melalui musik
tersebut. Anda juga harus berhati-hati dalam memilih dan
mendengarkan musik. Musik, yang diciptakan oleh seseorang atau
sekelompok musikus yang kecanduan obat bius atau yang kerasukan
setan, bisa sangat mengotori kehidupan penggemar musik jenis itu.
Sebagai contoh ekstrim, kita tentunya pernah membaca atau mendengar
salah satu kelompok musik terkenal di Eropa dan di seluruh dunia,
KISS (1979), yang merupakan singkatan resmi dari KNIGHTS IN
SATAN`S SERVICE, dalam bahasa Indonesia berarti:
"Hulubalang-Hulubalang Setan". Atau "Hamba-Hamba dalam Pelayanan
bagi Setan".
Berita yang mereka kumandangkan ialah penghancuran, penyalahgunaan
seks, pemberontakan, revolusi, dan sebagainya. Walaupun mereka bisa
menciptakan musik yang hebat, sering kali konser musik mereka
diwarnai dengan pesta-pora seks, kemabukan, histeria, dan perusakan
total di dalam gedung.
Sebaliknya, musik yang diciptakan oleh orang-orang kudus Allah,
musik yang sengaja dibuat demi kehormatan Allah, akan mengangkat
jiwa kita untuk mendekat kepada-Nya. Hal ini juga tergantung pada
jenis musik tertentu. Setiap jenis musik bisa diamati, apakah musik
jenis tertentu digunakan untuk menghancurkan manusia atau mengangkat
jiwa manusia mendekat kepada Allah. Ingatlah akan cerita Raja Saul
yang menderita tekanan jiwa. Pada saat Daud datang memainkan kecapi,
Raja Saul kembali menjadi lega dan tenang.
MUSIK DAN AGAMA
Setiap kebudayaan memiliki musiknya sendiri. Melalui peralatan
komunikasi modern kita diperkenalkan dengan musik dari berbagai
kultur yang sering kali jauh berbeda dengan musik kita sendiri.
Misalnya, musik dari Jepang, musik tiup dari Pegunungan Andes, atau
tam-tam dart Afrika Tengah. Setiap agama memperkenalkan jenis
musiknya sendiri.
Dari berbagai penelitian ditarik kesimpulan bahwa kebanyakan agama
menyuguhkan musiknya dalam nada minor. Hampir setiap kali mereka
menggunakan pertukaran nada atau irama yang menuntun pada ekstase.
Siapa saja yang terbawa hanyut dalam arus ekstase, ia menemukan
pintu masuk ke dalam dunia roh, dunia para dewa. Bandingkan dengan
Jaran Kepang di Jawa atau tarian Cakalele di Ambon dan Minahasa atau
tarian tertentu di Bali yang semuanya diiringi oleh bunyi-bunyian
musik tertentu. Semuanya membuat seseorang mengalami sesuatu yang
lain daripada kehidupan dunia normal. Dengan kata lain, ia dipimpin
oleh musik tersebut untuk mencapai suatu dunia lain, dunia ekstase.
Dalam suatu konser musik pop, orang juga bisa dibuat menjadi
histeris, biasanya dikenal dengan istilah kehilangan diri, atau
tidak bisa menguasai dirinya lagi, sering kali diikuti dengan
kemasukan roh. Hal ini terjadi melalui ritme yang dimainkan oleh
kelompok pemusik tertentu. Hanya pada agama Yahudi dan Kristen, kita
bisa menjumpai musik yang memberikan ketenangan batin serta
sukacita. Kita menjumpai contoh musik seperti ini dalam Perjanjian
Lama, tentang bagaimana hubungan manusia dengan Allah begitu
menggebu-gebu dinyatakan dalam puji-pujian untuk kemuliaan Allah.
Mereka memuji Allah bukan hanya karena sukacita, tetapi juga ketika
berada di jurang ketakutan atau tekanan. Pada saat seperti ini,
pujian itu selalu berakhir dengan kalimat, "Tetapi hanya Engkau, oh
Tuhan, yang Mahakuasa. Kepada-Mu sajalah kuserahkan diriku."
Kitab Mazmur memberikan banyak sekali contoh tentang hal-hal seperti
ini. Khususnya kalau kita membaca kejadian apa yang tersirat dalam
sebuah mazmur ketika pujian tersebut dibuat.
PUJI-PUJIAN DALAM ALKITAB
Mazmur dan nyanyian pujian bagi kemuliaan Allah muncul berkali-kali
di sepanjang isi Alkitab. Nabi Musa menyanyikan pujian bagi Allah
setelah mereka menyeberangi Laut Teberau. Pada saat itu juga Miryam
mengambil rebana lalu menari yang kemudian diikuti oleh semua
perempuan Israel (Keluaran 15:1-21). Debora dan Barak pun
menyanyikan pujian yang diakhiri dengan, "Tetapi orang yang
mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya"
(Hakim-Hakim 5:31).
Kita mengenal tembang indah Hana dalam 1Samuel 2. Dari Daud kita
mengenal banyak mazmur dan pujian. Daud merupakan "Raja Agung" yang
memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Allah. Penyebab utamanya
antara lain ialah bahwa di usia mudanya ia sudah mengenal lagu
pujian dan mazmur bagi Tuhan. Ratapan Yeremia tidak semuanya
menggambarkan kesedihan atau kepahitan, meskipun kitab tersebut
ditulis pada masa kesesakan Israel. Misalnya, Ratapan 3:22-25, yang
berbunyi:
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN,
tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi;
besar kesetiaan-Mu!
"TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu
aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang
yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
Dalam Perjanjian Baru kita juga membaca nyanyian pujian Maria serta
mazmur Zakharia. Lalu, tahukah Anda berapa banyak lagu pujian yang
tercatat dalam kitab Wahyu? Rasul Paulus mengajar orang Kristen yang
masih muda agar bersikap sebagaimana mereka semestinya. Ia menulis
kepada jemaat di Efesus, "dan berkata-katalah seorang kepada yang
lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi
dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati" (Efesus 5:19).
Inilah yang menjadi dasar terpenting bagi kita untuk bernyanyi
bersama anak-anak dalam ibadah.
BERNYANYI
Jikalau musik saja bisa begitu menyentuh jiwa, apalagi kata-kata
yang menceritakan tentang Tuhan yang berjalan bersama dengan musik.
Musik berfungsi sebagai corong yang mengalirkan firman Tuhan ke
dalam hati manusia. Maka dari itu, pemilihan kata pada suatu pujian
adalah sangat penting. Kata-kata yang disarikan secara tepat akan
sangat menyentuh perasaan dan jiwa setiap orang. Hasil yang lebih
besar lagi ialah bila sebuah lagu pujian DINYANYIKAN SENDIRI. Apa
yang dipujikan dari hati dan mulut seseorang, itulah yang akan
memberkatinya.
Ada banyak anak yang sehabis bermain di pinggir jalan langsung
datang berbakti dalam persekutuan kita. Di luar persekutuan ini
mereka tidak pernah mendengar segala sesuatu yang lazim bagi kita.
Pengertian di dalam kata-kata seperti "cinta kasih", "hidup kekal",
"dosa", "surga", "pengampunan", "gembala", dan juga nama Yesus,
tidak dikenal atau dipergunakan secara salah. Jika anak-anak
memujikan kata-kata seperti yang dimaksudkan di atas, sebenarnya
mereka meletakkan kata-kata tersebut dalam mulut mereka. Mereka
mendengar bahwa mereka juga mengucapkan kata-kata tersebut. Hal
tersebut jauh lebih berhasil daripada hanya mendengar orang lain
menyanyikannya. Hal ini akan menolong serta mengarahkan mereka untuk
mengucapkan, berdoa, dan bersaksi.
Bernyanyi merupakan bagian dari waktu persekutuan kita, di mana
anak-anak mengambil bagian secara aktif di dalamnya. Bernyanyi
bersama akan memupuk rasa persekutuan yang erat di antara mereka.
Bernyanyi bersama merupakan suatu kegiatan persekutuan yang
mendorong agar semua orang terlibat di dalamnya. Bila ada seorang
anggota baru, maka dengan menyanyi bersama kita menyambutnya dalam
persekutuan, dan ia mengambil bagian dalam kelompok itu. Persekutuan
merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam kehidupan kristen
kita. Dan bernyanyi bersama akan membuka jalan bagi kita untuk masuk
dalam persekutuan tersebut.
Sumber: Petunjuk untuk Pengasuh Sekolah Minggu: Anak dan Dunia, Tim Penulis dan Redaksi Yayasan Pekerjaan Pelayanan Anak Timotius, , Artikel Pujian dan Pemimpin Pujian, halaman 60 -- 61, Foundation Child and World, Netherlands.
|