PERLUNYA PROGRAM YANG TERORGANISIR
Dewasa ini gereja-gereja kita penuh dengan orang-orang yang sibuk
dan yang paling sibuk ialah mereka yang bekerja di sekolah Minggu.
Hal ini menunjukkan seolah-olah Allah memanggil orang yang sibuk
untuk melakukan pekerjaan-Nya. Hal ini pula yang terjadi dalam
pekerjaan di sekolah Minggu. Seolah-olah guru-guru akan terlalu
terbebani bila mereka diberi tanggung jawab untuk mengunjungi murid-
murid yang tidak hadir. Mereka akan memerlukan bantuan. Para pekerja
di sekolah Minggu harus membuat beban itu seringan-ringannya agar
mereka dapat meneruskan dan melaksanakan pelayanan mereka untuk
Kristus. Bantuan tertentu dapat diberikan sehingga pekerjaan yang
ada menjadi lebih ringan dan menyenangkan jika suatu program
kunjungan yang terorganisir disiapkan dan dijalankan. Bergotong-
royong meringankan pekerjaan, dan jika sekolah Minggu bekerja sama
dalam tugas mengunjungi murid-murid yang tak hadir, pekerjaan itu
akan dapat dilaksanakan dengan lebih mudah dan efektif.
LANGKAH DALAM PROGRAM ITU
Kita dapat lebih memahami persoalan yang sedang kita hadapi ini
jikalau kita memperinci program kunjungan ini sampai ke langkah-
langkahnya yang utama. Kita akan mendapati bahwa langkah-langkah itu
terdiri dari lima tugas berurutan yang harus dilaksanakan agar
program itu tercapai.
- Ketahuilah nama murid yang tak hadir itu.
Ini berarti kita harus mengetahui siapa-siapa yang tak hadir dan
membuat persiapan untuk mengunjunginya.
- Penyerahan tugas kunjungan.
Jika guru sendiri yang mengetahui ketidakhadiran itu, ia dapat
langsung mengadakan kunjungan itu sendiri. Tetapi seringkali
tidak mungkin bagi guru untuk mengetahui murid-murid yang tak
hadir ini, terutama dalam kelas yang lebih besar. Oleh sebab itu,
seseorang harus memberitahukan nama murid-murid yang tak hadir
supaya guru dapat mengetahui siapa saja yang harus dikunjungi.
- Adakanlah kunjungan itu.
Kunjungan itu dapat dilakukan sekehendak guru atau mungkin bisa
direncanakan suatu program kunjungan di mana para pekerja Sekolah
Minggu dapat bersama-sama melaksanakan pekerjaan yang penting
ini.
- Laporkan kunjungan itu.
Hanya mengunjungi saja tidaklah cukup. Harus ada laporan yang
menerangkan mengapa murid itu tak hadir dan apakah ia akan
kembali lagi.
- Periksalah laporan kunjungan itu.
Tidaklah cukup bila hanya meminta guru mengadakan kunjungan. Kita
juga harus mengetahui apakah ia telah melaksanakannya dan
menunjukkan hasilnya. Manusia cenderung menjadi lalai dalam
melaksanakan kewajibannya jika tak diadakan pemeriksaan atas
pekerjaannya. Asas penting yang terkenal berlaku di sini. "Di
mana ada tanggung jawab, di situ ada pertanggungjawaban." Bila
seseorang dimintai pertanggungjawaban atas pekerjaannya, sudah
seharusnya ia bekerja lebih baik daripada jika pekerjaan itu tak
dimintai pertanggungjawaban.
Kini marilah kita meninjau bagaimana suatu program kunjungan yang
terorganisir dapat menolong kita dalam melaksanakan kelima langkah
ini, yang diperlukan demi suksesnya program itu.
MENGORGANISIR PERKUNJUNGAN
Di kebanyakan sekolah Minggu, pemimpin dan staf pekerjanya terlalu
sibuk mengurusi sekolah Minggu sehingga tak mempunyai banyak waktu
untuk menangani masalah murid-murid yang tak hadir. Bahkan sekolah
yang amat kecil pun membuat pemimpin dan stafnya tetap sibuk. Ada
seorang anggota pengurus dalam sekolah Minggu yang biasanya
mempunyai lebih banyak waktu daripada yang lain, yaitu wakil
pemimpin. Seringkali ia tidak mempunyai pekerjaan apa-apa dan
jabatannya hanya sekadar nama saja. Ia menunggu saat bila pemimpin
tak hadir supaya ia dapat menggantikan selama ketidakhadirannya.
Mengapa tidak memberi pekerjaan kepadanya? Pada umumnya dialah
pekerja yang terkemuka dan cakap. Jika diminta ia dapat mengambil
tanggung jawab mengorganisasi dan mengatur program kunjungan murid-
murid yang tak hadir. Banyak sekolah Minggu mengubah jabatan wakil
pemimpin menjadi pemimpin pendaftaran atau pemimpin keanggotaan
dengan memberikan tanggung jawab kepadanya dalam program kunjungan.
Dalam sebuah sekolah yang kecil, wakil pemimpin dapat mengurus
pekerjaan ini sendiri atau mungkin dengan bantuan sekretaris sekolah
Minggu. Sekolah-sekolah yang lebih besar mungkin perlu memberikan
seorang pembantu kepadanya, yaitu yang disebut sebagai panitera
pendaftaran.
Sekarang, marilah kita lihat bagaimana program kunjungan ini dapat
diorganisasi dengan mengikuti kelima langkah berikut ini:
- Mengetahui Nama-Nama Murid yang Tak Hadir
Dalam sekolah-sekolah yang kecil, tugas ini dapat diserahkan
kepada guru itu sendiri, sekretaris kelas, atau guru pembantu
untuk membuat daftar murid yang tak hadir untuk diberikan kepada
guru pada akhir jam pelajaran. Cara yang paling cepat untuk
mengetahui murid yang tak hadir ialah dengan memeriksa daftar
murid yang hadir waktu mereka masuk kelas. Sementara memberi
tanda cawang pada nama murid yang hadir (dalam buku catatan
kelas), nama-nama mereka yang tak hadir dapat langsung dicatat
pada sebuah daftar yang dapat disediakan untuk program kunjungan.
Hal ini dapat dilakukan oleh sekretaris kelas ketika memeriksa
daftar hadir tersebut (atau oleh siapa pun yang bertanggung jawab
menyerahkan laporan itu kepada sekretaris departemen atau
sekretaris sekolah). Jika tak mungkin bagi guru atau sekretaris
kelas untuk melakukan ini, sekretaris departemen (dalam sekolah
yang terbagi atas departemen) atau sekretaris seluruh sekolah
dapat melakukannya. Dengan salah satu cara, maka suatu sistem
dapat disusun untuk mengetahui siapa yang tak hadir dan membuat
persiapan untuk mengunjungi mereka.
Sebenarnya, setiap sekolah harus menyadari bahwa membuat catatan
ketidakhadiran adalah sama pentingnya dengan membuat catatan
kehadiran. Kebanyakan buku catatan sekolah Minggu kita hanya
menyediakan catatan untuk mereka yang hadir. Mengapa kita tidak
menyediakan juga suatu tempat untuk mencatat mereka yang tak
hadir supaya kita dapat membuat perbandingan antara keduanya dan
dapat mengurus ketidakhadiran itu dengan baik?
- Menyerahkan Tugas Kunjungan
Cara menyerahkan tugas kunjungan terutama bergantung pada macam
dan besarnya sekolah. Dalam kelas yang kecil di mana guru sendiri
dapat mengawasi murid-murid yang tak hadir, ia dapat mencatatnya
sendiri dan mengambil tanggung jawab untuk mengunjungi mereka
dalam minggu berikutnya. Jika sekretaris kelas mengurus catatan
itu, ia dapat menyediakan sebuah daftar untuk diberikan kepada
guru pada akhir jam pelajaran. Demikian halnya dengan sekretaris
departemen atau orang lain yang mengurus catatan-catatan ini.
Barangkali cara yang paling efektif untuk menugaskan perkunjungan
murid-murid yang tak hadir ialah dengan memakai nota perkunjungan
yang dapat dipesan dari Penerbit Gandum Mas.
Bila sekretaris kelas atau sekretaris departemen mendapati bahwa
ada murid-murid dari satu kelas yang tak hadir, nama serta alamat
mereka itu ditulis pada nota perkunjungan murid yang tak hadir.
Nota ini dapat diserahkan kepada guru dan menjadi suatu
penyerahan tugas untuk mengunjungi murid-murid yang tak hadir
itu.
- Mengadakan Kunjungan
Soal bagaimana dan bilamana kunjungan harus diadakan terutama
bergantung kepada keinginan dan rencana sekolah Minggu setempat.
Dalam beberapa hal guru diperkenankan melakukan kunjungan bila ia
sempat. Namun ternyata, umumnya diperlukan sebuah program
kunjungan yang terorganisir untuk memperoleh hasil-hasil terbaik.
Jika dapat ditetapkan suatu hari tertentu untuk pekerjaan ini dan
para pengunjung berkumpul di gereja untuk berdoa, kemudian pergi
mengadakan kunjungan, pekerjaan itu dapat dilaksanakan dengan
sangat efektif. Sudah tentu pemilihan hari tergantung pada
kondisi setempat. Hari Senin ternyata paling baik. Sudah tentu
program kunjungan semacam itu memerlukan dorongan terus-menerus.
Tetapi seorang gembala dan pemimpin yang waspada, serta staf yang
terdiri dari orang-orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan
bersemangat dalam program ini, akan menyebabkan minat itu tetap
hidup sehingga kunjungan tetap berjalan dengan lancar.
- Melaporkan Kunjungan
Sesudah kunjungan-kunjungan selesai dan catatan pada nota
kunjungan telah dibuat, sebuah laporan yang menyeluruh dapat
ditulis pada kertas lain. Nota ini diserahkan kembali kepada
sekretaris atau administrasi untuk dinilai dan ditindaklanjuti.
Dengan demikian, administrasi sekolah Minggu bisa mendapat
laporan untuk memberi gambaran lengkap mengenai program kunjungan
itu.
- Memeriksa Laporan Kunjungan
Program Kunjungan tidak akan lengkap kecuali diadakan pemeriksaan
mengenai kunjungan itu. Jika tidak diadakan pemeriksaan atas
pekerjaan itu, dapat diduga bahwa dampak kunjungan itu akan
berkurang dengan cepat. Bila seorang pengunjung menyadari bahwa
pekerjaannya akan diperiksa, ia akan lebih teliti dalam
mengadakan kunjungan dan mengisi laporan yang dibutuhkan.
Banyak sekolah yang menggabungkan kunjungan kepada murid-murid
yang tak hadir dengan kunjungan kepada calon-calon anggota, yaitu
mereka yang telah satu atau dua kali menghadiri sekolah Minggu
dan mungkin dapat menjadi anggota jika diminta secara pribadi.
Bila seseorang datang ke sekolah Minggu satu atau dua kali lalu
tak muncul lagi pada Minggu berikutnya, ia harus dikunjungi
karena walaupun ia bukan anggota, ia adalah calon anggota. Cara
terbaik untuk menarik pengunjung-pengunjung sekolah menjadi
anggota ialah dengan membalas kunjungan mereka pada minggu itu
juga. Kunjungan dari guru kelasnya satu atau dua hari sesudah
kunjungannya ke sekolah Minggu, pasti akan meninggalkan kesan
pada anak yang baru dikunjungi itu. Akan timbul keinginan dalam
dirinya untuk datang lagi dan menjadi anggota tetap di sekolah
Minggu itu.
Harus disadari bahwa tak ada suatu peraturan yang tetap yang dapat
ditentukan untuk mengorganisir suatu program kunjungan. Corak
program itu harus ditentukan oleh keadaan atau kesukaan setempat,
tetapi tentu saja harus disusun suatu bentuk organisasi dengan orang
tertentu yang bertanggung jawab atas administrasi pekerjaan
tersebut. Gembala dan pemimpin sekolah Minggu hendaknya mengawasi,
memeriksa, mendorong, dan memberi semangat dalam program tersebut.
Sumber: Sekolah Minggu yang Berhasil, Ralph M. Riggs, , halaman 104 - 109, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1978.
|