|
Salah satu cara untuk mengajarkan arti penting doa kepada anak-anak
adalah dengan mengatakan bahwa mereka dapat berdoa kapan dan di mana
saja.
Biarkan anak tahu bahwa mereka diizinkan 100% untuk berdoa kapan
dan di mana saja. Ia bisa berdoa:
- sendirian atau bersama dengan orang lain;
- perlahan-lahan di dalam hati atau dengan suara keras;
- panjang atau pendek;
- bagaimana saja!
Biarkan anak tahu bahwa ia tidak perlu menunda doanya sampai tiba
saatnya mereka harus ke Sekolah Minggu, atau menunggu sampai jam
doa keluarga sebelum ia tidur. Ia bisa berdoa begitu dia memiliki
kebutuhan. Allah mempunyai kebijaksanaan terbuka siang dan malam.
-
Yakinkan anak bahwa tempat mana pun di dunia bisa menjadi ruang
doa.
- Daniel berdoa di gua penuh singa lapar.
- Sadrakh, Mesakh, dan Abednego berdoa di dalam tungku panas
membara, bahkan ketika ada raja yang marah dan orang-orang
yang menyaksikan.
- Petrus berseru dalam doa ketika ia mulai tenggelam setelah
berjalan di air Danau Galilea, dengan semua murid lain
menyaksikan dari kapal.
- Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan pujian di sel
penjara.
Yakinkan anak bahwa Allah Bapa selalu mendengar doanya dan akan
bertindak demi dia. Itulah yang ditujukan Yesus ketika Ia
berhenti dalam perjalanan melalui Yerikho untuk menyembuhkan
orang buta bernama Bartimeus, ketika Ia berhenti dalam perjalanan
ke rumah Yairus untuk menyembuhkan seorang perempuan yang
menjamah jubah-Nya, ketia Ia memotong khotbah-Nya sendiri untuk
menyembuhkan orang dengan tangan cacat, dan ketika Ia menunda
retreat doa untuk berbicara dengan anak-anak.
-
Biarkan anak tahu bahwa doa adalah waktu untuk komunikasi
langsung antara anak dan Tuhan.
|