|
Bagaimana anak dapat mengerti arti penting berdoa tergantung dari
bagaimana kita sebagai guru rohani membimbing mereka untuk berdoa
dalam kelas setiap minggunya.
UNTUK ANAK YANG BELUM SEKOLAH
Kita lipat tangan kita. Ketika kita menggoyang-goyangkan ibu jari,
kita katakan, "Berdoa adalah berbicara kepada Tuhan Yesus. Apa yang
ingin kamu katakan pada Yesus? Kita bisa bersyukur kepada-Nya,
memuji Dia atau mengatakan sesuatu kepada Dia."
"Tiga jari berikutnya mengingatkan kita untuk mendoakan orang lain.
Siapa yang ingin kita doakan? Keluarga kita? Penginjil kita? Guru
kita? Mereka yang sedang sakit? Mereka yang ada di gereja? Mari kita
berdoa untuk orang lain.
"Ketika kita menggoyang-goyangkan jari kelingking kita, kita
memikirkan diri kita sendiri. Apa yang ingin kamu doakan? Apa yang
ingin kamu butuhkan dan ingin kamu katakan kepada Yesus?"
Proses seperti ini melatih anak-anak yang belum sekolah untuk
menempatkan Yesus sebagai yang terutama, yang lain sebagai urutan
berikutnya, dan dirinya sendiri sebagai yang terakhir.
UNTUK ANAK-ANAK USIA SEKOLAH
Anda bisa melatih anak-anak yang usianya lebih dewasa tentang
prinsip-prinsip berdoa, misalnya memuji, mengaku dosa, mengucap
syukur, dan permohonan. Pastikan ada waktu untuk menjelaskan arti
dari masing-masing prinsip tersebut sebelum mengajarkan teknik
berdoa ini.
Karena doa adalah suatu hak istimewa, saya akan menjelaskan pada
murid-murid alasan kita menutup mata dan melipat tangan pada waktu
berdoa. Alasan melakukan hal itu adalah untuk memfokuskan diri
supaya benar-benar memberikan perhatian kepada Tuhan. Jika kita
melihat ke sekeliling kita atau meresahkan sesuatu, kita menjadi
kurang memfokuskan diri pada Tuhan. Apakah Tuhan menjawab doa-doa
hanya jika anak-anak duduk tenang dan menutup mata serta melipat
tangan mereka? Tidak. Tuhan menjawab doa-doa yang kita panjatkan
dari hati kita, tetapi tangan yang tenang membantu hati kita untuk
menjadi lebih tenang.
PASANGAN DALAM BERDOA (UNTUK ANAK-ANAK KELAS BESAR)
Akan tiba saatnya bagi anak-anak ketika mereka tidak nyaman lagi
menceritakan permohonan doa pribadi mereka kepada teman-teman
sekelasnya. Ini mungkin saatnya untuk mengenalkan ide tentang
pasangan dalam berdoa. Pasangkan setiap anak dengan seorang teman
sekelas mereka yang menurut Anda akan menjadi pasangan doa yang
cocok. Berikan waktu bagi mereka setiap hari Minggu untuk berdoa
bersama. Tekankan bahwa ini adalah waktu untuk berdoa dan bukan
untuk bergosip atau bermain-main. Adalah sangat penting untuk
melatih murid-murid kita supaya bijaksana dan tidak menirukan
permohonan doa seseorang sebagai gurauan. Tidak ada yang akan lebih
menyakitkan bagi anak-anak selain mencurigai bahwa kemampuan mereka
sangat lemah. Misalnya, seorang anak mungkin sudah sejak lama
memiliki beban karena dia mempunyai seorang ayah yang pemabuk. Dalam
menyingkap rahasia pribadi dan situasi yang menyakitkan ini, dia
senang bila mengetahui orang lain berdoa untuknya. Namun, jika kata
"dia dan ayahnya yang pemabuk" sampai pada orang tua anak tersebut,
dia akan marah. Sharing yang sifatnya rahasia dalam situasi yang
dapat dipercaya sekarang menjadi suatu tragedi. Betapa
menyedihkannya. Betapa tidak pentingnya. Hormatilah hak setiap anak
untuk mendapatkan kerahasiaan. (t/Ratri)
Sumber: Becoming a Treasured Teacher: Practical Strategies for Making a Lasting Difference in Young Lives, Jody Capehart, , BabPractical Prayer Project, halaman 66 - 67, Victor Books, 1992.
|