|
Kehidupan rohani anak dalam hal memuji Tuhan melalui musik dan
nyanyian tidak dapat diusahakan sambil lalu saja. Musik dan pujian
tersebut seharusnya diintegrasikan dengan setiap kegiatan-kegiatan
rohani anak.
Sekolah Minggu
Tujuan utama SM adalah mengajarkan Firman Tuhan dan membantu setiap
anak untuk mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan
untuk menjalin hubungan yang bertumbuh dengan-Nya. Suatu program
musik yang terencana, di bawah kepemimpinan yang antusias dan
kompeten dapat memberikan sumbangan yang besar dalam mencapai tujuan
tersebut. Setiap divisi dalam SM harus menyediakan waktu setiap
minggunya untuk kegiatan musik atau mengintegrasikan musik ke dalam
kegiatan-kegiatan sekolah lainnya. Oleh karena itu, seseorang harus
bertanggung jawab untuk merencanakannya, dan yang lain bertugas
memimpin dan mendampingi kegiatan tersebut, khususnya ketika
beberapa divisi berbeda dari SM itu mengadakan kegiatan yang sama
pada waktu yang sama pula. Petugas rutin di tiap divisi, anggota
paduan suara remaja atau pemuda, atau sukarelawan lain yang
bertalenta bisa menolong untuk mengisi posisi ini.
Gereja yang lebih kecil mungkin kesulitan dalam mengurus program
musik dan pujian rohani ini secara konsisten di semua divisi.
Meskipun demikian, gereja yang lebih kecil ini dapat mengatasi
masalah ini dengan menggabungkan dua divisi atau lebih dengan waktu
yang singkat setiap minggunya atau dengan membuat jadwal kegiatan
musik yang berbeda di setiap devisi. Dengan demikian, beberapa
divisi dapat dilayani oleh pemimpin musik yang sama. Jika perlu,
kegiatan dapat juga dilakukan dua minggu sekali atau sebulan sekali,
pada hari itu berikan perpanjangan waktu untuk musik dan memuji
Tuhan.
Gereja Anak-anak
Tujuan gereja anak-anak adalah melatih anak-anak untuk menyembah,
menyediakan kesempatan untuk melakukan penyembahan pada tingkat
anak-anak, dan untuk menyiapkan anak-anak mengikuti pelayanan di
gereja di waktu yang akan datang.
Bentuk lain dari gereja anak adalah kesempatan untuk berpartisipasi
dalam peran kepemimpinan, misalnya membaca Alkitab, memimpin berdoa,
dan menerima tamu. Mereka juga perlu diajari untuk memimpin pujian,
mengadakan sajian musik spesial, atau mungkin menyanyi dalam paduan
suara atau ensembel kecil. Anak-anak yang belajar alat musik harus
diberi kesempatan untuk mempraktikkannya di gereja anak, mungkin
untuk pembukaan.
Paduan Suara Anak-anak
Kegiatan paduan suara di beberapa gereja perlu disusun sedemikian
rupa sehingga memenuhi kebutuhan anak-anak. Beberapa gereja yang
lebih besar dapat berhasil mempertahankan paduan suara untuk
berbagai usia, termasuk anak-anak. Bagi gereja-gereja lainnya,
ukuran tidak adanya pemimpin, atau kegiatan lain yang terlalu banyak
merupakan alasan tidak dapat dijalankannya kegiatan paduan suara
ini. Mungkin, rencana yang paling umum digunakan terdiri dari dua
atau tiga paduan suara (ditambah paduan suara remaja dan sekolah
menengah).
Latihan paduan suara harus direncanakan dan perlu dikoordinasikan
dengan kegiatan gereja untuk menghindari konflik yang melibatkan
kegiatan lain atau masalah transportasi. Jika beberapa kegiatan anak
terjadwal, bila memungkinkan, anak-anak bisa kumpul pada hari atau
sore yang sama. Beberapa gereja berpendapat bahwa latihan paduan
suara anak dan yunior yang paling tepat dilakukan pada hari ketika
anak-anak tidak sibuk dengan kegiatan sekolah. Di beberapa gereja,
paduan suara yunior dilakukan pada jam gereja anak atau pada Minggu
sore sebelum kebaktian di gereja.
Di bawah pemimpin yang tepat, paduan suara anak-anak dapat menjadi
kelompok nyanyian yang efektif yang dapat ditampilkan dalam
kebaktian di gereja dan dalam program musikal khusus. Kontribusi
penting lainnya adalah efeknya dalam kehidupan mereka yang
berpartisipasi di dalamnya. Berikut ini adalah fungsi dasar
pelayanan paduan suara anak-anak dengan nilai-nilai tertentu bagi
anak-anak itu sendiri.
Untuk menginjili
Paduan suara menarik anak-anak yang belum mengenal Kristus yang
tertarik pada musik. Partisipasi ini tidak hanya dapat menjangkau
anak-anak, namun juga seluruh keluarga yang belum mengenal
Kristus.
Untuk mengajarkan penyembahan
Karena keterlibatan mereka dalam pelayanan di gereja, anak-anak
perlu belajar memimpin diri mereka sendiri dalam penyembahan,
ambil bagian dalam pujian, doa, duduk dan berdiri dengan sopan.
Selain itu, mereka juga dapat menyadari nilai pengalaman
penyembahan yang sesungguhnya.
Untuk membangun rohani yang bertumbuh
Suatu daftar lagu paduan suara yang dipilih dengan cermat
meliputi hymne dan lagu-lagu gereja yang didasarkan pada
kebenaran Firman Tuhan. Pengulangan yang terus-menerus dalam
latihan dan semangat pemimpin untuk menginterpretasikan arti dari
teks lagu membuka pemahaman dan pengetahuan baru dimana anak-anak
bisa bertumbuh.
Memberikan kesempatan untuk pelayanan Kristen
Melalui partisipasi dalam pelayanan di gereja, anak-anak belajar
untuk menemukan cara Tuhan menggunakan orang-orang untuk
mengabarkan Firman-Nya kepada orang lain. Mereka segera akan
menyadari bahwa mereka adalah pelayan penginjilan ketika mereka
bernyanyi. Seringkali ini membantu mereka membangun suatu sikap
positif terhadap pelayanan Kristen.
MUSIK DAN PUJIAN DALAM KEGIATAN LAINNYA
Kesempatan yang tidak terbatas tersedia untuk menggunakan minat
anak-anak pada musik dan kemampuan di luar pelayanan rutin dan
kegiatan divisi. Pemimpin harus mencari cara untuk menemukan minat
dan kemudian menyediakan cara dimana anak-anak dapat dirangsang dan
didorong. Ini dapat dilakukan dengan mengadakan program talenta
serta konser musik dan pujian dimana anak-anak didorong untuk tampil
atau dengan menghadiahkan beasiswa atau dukungan keuangan untuk kamp
musik atau sekolah. Menghadiri konser pujian anak-anak lokal atau
suatu program paduan suara dengan mengunjungi beberapa kelompok
paduan suara anak-anak mungkin bisa membantu. Kegiatan ini bisa
menumbuhkan minat yang baru dalam kegiatan musikal dan merangsang
minat untuk mengembangkan talenta yang Tuhan berikan.
MEMILIH MUSIK UNTUK ANAK-ANAK
Pujian bagi anak-anak tidak harus selalu tepat secara teologis.
Salah satu buku lagu anak-anak yang pertama kali diterbitkan di
Amerika Serikat adalah "Divine and Moral Songs", yang diterbitkan
oleh Isaac Watts pada tahun 1720. Meskipun dalam buku ini terdapat
beberapa hymne yang bagus, dalam buku ini juga terdapat beberapa
lagu yang mengajarkan moral, yang berhubungan dengan perbuatan-
perbuatan yang tidak terpuji yang harus dihindari oleh seorang anak
jika ia ingin menyenangkan Tuhan. Penulis berikutnya pada abad 18
dan 19 tidak melakukan peningkatan yang besar pada kualitas isinya.
Beberapa penulis cenderung "merendahkan" anak-anak dengan menganggap
mereka sebagai "domba kecil". Sedangkan yang lainnya "mempermanis"
pesan penginjilan sehingga pesan tersebut menjadi tidak jelas.
Sayangnya, masalah tersebut masih tetap ada sampai sekarang.
Dalam mengevaluasi kata-kata dalam sebuah lagu untuk anak-anak,
pertanyaan-pertanyan berikut ini bisa digunakan:
- Apakah kata-katanya sesuai dengan Alkitab?
- Apakah kata-katanya menekankan kebenaran yang penting?
- Apakah kata-katanya menarik dan jelas?
- Apakah kata-kata tersebut sesuai dengan tingkat usia mereka?
- Apakah kata-kata tersebut mendorong semangat untuk hormat?
Kriteria untuk mengevaluasi musik mungkin termasuk berikut ini:
- Semakin muda usia anak, semakin pendek kalimat-kalimatnya.
- Pola nadanya harus disusun dari kira-kira D sampai C di atas C
sedang, dengan sebagian besar nada D sampai A.
- Liriknya harus sederhana, dapat diduga, dan konsisten dengan
gaya katanya.
- Melodi dan harmoninya harus memiliki ciri yang berbeda
sehingga lagu tersebut mudah untuk dipelajari dan diingat.
- Semua tersebut diatas harus memberikan interpretasi yang
terbaik dari teks tersebut.
(t/Ra)
Sumber: Childhood Education in the Church, Robert E. Clark, Joanne Brubaker, & Roy B. Zuck, , Artikel Music in the Church Program, halaman 442 - 445, Moody Press, Chicago, 1986.
|