SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Jumat 22 Agustus 2008   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         Pustaka  
  Utama > Pustaka > Kreasi Doa yang Menarik  

Cari di Pustaka Cari di Pustaka
   

Topik TOPIK
  Pelayanan Anak Umum (98)
Pelayanan Sekolah Minggu (74)
Guru - Pendidik (148)
Anak - Murid (170)
Metode dan Cara Mengajar (160)
Kurikulum - Pedoman Mengajar (15)
Fasilitas Pelayanan Anak (15)
Penginjilan Anak - Misi Anak (55)
Pengajaran - Doktrin (277)
Doa - Musik - Ibadah (80)
Program Khusus Anak (43)
Perayaan Hari Raya Kristen (186)
Aktivitas dan Ketrampilan Anak (110)
Literatur untuk Anak (11)
Organisasi Pelayanan Anak (4)
Sudut untuk Anak (27)
Kesaksian Guru (48)
Humor (10)

Total 1448 tulisan dalam 18 topik.
 

Frequently Asked Questions FAQ
  Apakah PEPAK menjual buku-buku rohani pelayanan anak? jawabannya  

Subscribe e-BinaAnak / e-BinaGuru Berlangganan
e-BinaAnak / e-BinaGuru

Kreasi Doa yang Menarik

Tanggal terbit:
10-8-2005

Topik:
Doa - Musik - Ibadah

Tipe Bahan:
Tips

Tulisan ini pernah dimuat di:
e-BinaAnak edisi 241
Tampilan cetak
Beri tahu teman Anda
Kirim tulisan ini ke email Anda


Bagian yang paling menakutkan anak, yaitu bila ia diminta untuk maju berdoa di depan kelas. Acara yang paling membosankan anak adalah jika doa terlalu panjang. Sekarang, bagaimanakah mengubah persepsi doa yang kurang menarik ini mejadi bagian yang diminati anak?

  1. Guru Membisikkan Doa pada Satu Anak
    Mintalah satu anak untuk maju ke depan kelas. Ia akan mengatakan dengan suara keras apa yang dibisikkan guru. Kemudian, teman yang lain akan menirukan apa yang diucapkannya. Jika satu anak sudah mahir, ia tidak perlu lagi dibisiki. Mintalah dia untuk langsung mendikte teman-temannya. Usaha ini sebagai batu loncatan agar anak-anak tidak takut untuk maju dan berdoa. Mereka akan merasa "aman" jika dipanggil untuk berdoa, sebab merasa yakin bahwa guru mereka akan menolong mereka berdoa.

  2. Dengan Teks Lagu
    Dalam sikap doa: Satu anak membacakan setiap baris kalimat suatu lagu, dan anak-anak lain menirukannya. Demikian seterusnya, hingga lagu tersebut selesai diucapkan dan ditutup dengan kata "Amin". Pilihlah lagu yang bertema doa, seperti: "Kusiapkan Hatiku Tuhan", "Bapa Surgawi", "Bapa Terima Kasih", dll.. Teknik ini akan memudahkan dan sangat menolong anak yang sedang belajar berdoa. Jika ia sudah hafal suatu teks lagu, ia boleh langsung memimpin doa tanpa teks.

  3. Sikap Doa
    Variasikan sikap berdoa, misal: dengan berlutut, dengan saling berpegangan tangan, atau dengan kedua tangan diangkat terbuka. Dengan pengajaran ini, anak diajar bahwa doa yang sungguh-sungguh sangat disukai Tuhan.

  4. Doa Berantai
    Anak diminta mendoakan teman yang duduk di sebelah kanannya. Satu anak cukup mendoakan satu anak lain di sebelah kanannya. Doa ini boleh dilakukan tanpa suara (dalam hati). Sesekali boleh dicoba dengan bersuara. Sebelum berdoa, anak yang akan didoakan harus ditanya dulu ia mau didoakan apa. Dengan demikian, anak diajar mendoakan orang lain. Rasa persaudaraan akan semakin kuat dengan saling mendoakan satu sama lain.

  5. Doa Satu Kalimat
    Mintalah beberapa anak pada saat doa mengucapkan satu kalimat pengucapan syukur dengan suara keras, misal:

    • "Tuhan Engkau sangat baik bagiku."
    • "Tuhan, terima kasih untuk makanan hari ini."
    • "Tuhan, terima kasih untuk cuaca yang cerah ini."
    • dan lain sebagainya.
    Pada percobaan pertama, anak bisa diberi panduan dengan secarik kertas yang berisi contoh-contoh kalimat pengucapan syukur. Sesudah mahir, contoh-contoh tersebut tidak perlu digunakan lagi.

    Metode ini melatih anak-anak untuk berani berdoa walau hanya satu kalimat. Jika sudah mulai terbiasa, anak-anak bebas mengucapkan satu kalimat atau lebih. Dalam praktik, cara ini paling efektif untuk mengajarkan berdoa kepada anak-anak. Cobalah setiap minggu, dan dalam enam bulan Anda akan terkejut karena semua anak SM Anda sekarang siap berdoa kapan saja. Tentu saja, agar tidak membosankan, setiap minggu harus punya tema doa yang berbeda.

  6. Doa Tematis
    Pilih satu topik tema yang selalu berbeda setiap minggunya, terutama saat doa syafaat. Jangan ingin mendoakan apa saja (banyak tema), sebab doa tersebut akan menjadi sangat panjang. Banyak tema bisa dipakai, misal:

    • Keluarga: ayah, ibu, kakek, nenek, kakak, adik, tante, dll.
    • Sekolah: guru, teman kelas, pelajaran
    • Teman-teman: di rumah, yang sakit, yang berduka
    • Pemerintah: Presiden, menteri, RT, RW
    • Korban suatu bencana
    • Gereja: pendeta, guru SM, penginjilan
    • Sekolah Minggu: cuaca, teman-teman yang absen
    • dll..


  7. Menghafal Teks Doa
    Dengan menghafalkan sebuah doa dan mengucapkan bersama-sama, juga akan melatih anak berdoa. Setelah mahir, doa ini diganti dengan teks doa yang lain. Anda bisa membuat sendiri teks doa makan, doa sebelum tidur, dan sebagainya.

    Namun harus dijelaskan bahwa mengucapkan hafalan saja bukanlah sebuah doa, melainkan harus diucapkan dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Pada saat berdoa janganlah monolog (guru berdoa, anak pasif, atau diam saja.) Ingat, pada masa Sekolah Minggu anak sedang belajar dan dididik agar kelak di kemudian hari dapat mandiri. Jadi, kekurangan atau ketidakmampuan anak dalam berdoa justru merupakan tantangan bagi seorang guru untuk mengajarkannya.

Sumber:
  • Mengajar Sekolah Minggu yang Kreatif, Paulus Lie, , halaman 14 - 17, Yayasan Andi, Yogyakarta, 1997.


  • Berikut ini beberapa tulisan yang bertopik sama:
  • Mengajarkan Hal Berdoa kepada Anak
    27-6-2007 | Tips
  • Mengucapkan Doa -- Atau Berdoa?
    27-6-2007 | Artikel
  • Membangun Kecerdasan Lewat Musik
    29-1-2007 | Artikel
  • Musik dalam Alkitab
    29-1-2007 | Artikel
  • Bernyanyi Bersama Anak Sekolah Minggu
    27-9-2006 |
  • Kreasi Pujian di Sekolah Minggu
    27-9-2006 |
  • Musik di Sekolah Minggu
    27-9-2006 | Artikel
  • Untuk Apakah Doa Itu?
    30-3-2006 | Bahan Mengajar
  • Mendidik Anak Berdoa Kapan dan di Mana Saja
    30-3-2006 | Tips
  • Proyek Mempraktikkan Doa
    30-3-2006 | Tips

  • Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas