|
Dramatisasikan kenyataan bahwa dosa kitalah yang membuat Yesus
disalibkan. Anda membutuhkan:
- Sebuah paku yang besar untuk setiap orang
- Selembar papan
- Palu
Cara Melaksanakan:
Seluruh anggota keluarga/kelas duduk saling berhadapan di lantai.
Letakkan lembaran papan di tengah-tengah. Berikan sebatang paku
kepada setiap orang. Selama beberapa menit, setiap orang dengan
tenang merefleksikan dosa-dosa mereka. Renungkanlah apa saja yang
baru Anda pikirkan, katakan, atau lakukan, yang mendukakan hati
Tuhan.
Jika anggota-anggota keluarga yang hadir belum menerima Yesus
sebagai Juruselamatnya, mintalah kepada-Nya pengampunan dan hidup
baru; kegiatan ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengambil
keputusan serupa itu (orang tersebut dapat menaikkan doa sebagai
berikut: Tuhan Yesus, Engkau hidup sebagai Tuhan dan Juruselamat
saya. Masuklah ke dalam hati dan kehidupan saya. Saya ingin
menjalani hidup saya sesuai dengan kehendak-Mu. Amin!).
Setelah beberapa menit berdiam diri, setiap orang dapat menancapkan
pakunya pada papan dengan bantuan palu. Anak-anak kecil mungkin
membutuhkan bantuan. Setelah itu bacalah 1Petrus 2:24 dengan keras.
Berpegangan tanganlah satu sama lain untuk menaikkan sebuah doa yang
pendek yang mengekspresikan pikiran berikut: Yesus yang termulia,
kami disadarkan untuk merendahkan diri ketika kami menyadari bahwa
dosa-dosa kamilah yang telah memaku Engkau pada kayu salib. Engkau
menebus kami dengan darah-Mu sendiri. Tolonglah kami untuk lebih
bersungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan baru yang penuh dengan
kebenaran yang telah Engkau tebuskan bagi kami dengan membayar harga
yang begitu mahal. Dalam nama-Mu kami berdoa. Amin.
Sumber: Kristus dalam PASKAH, Charles Colson, Billy Graham, Max Lucado, dan Joni Eareckson Tada, , Artikel Kegiatan Keluarga, halaman 54 - 55, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1998.
|