|
Berikut ini satu bahan yang dapat Anda pakai untuk menceritakan
kepada anak-anak mengenai dosa. Sesuaikan tujuan mengajar Anda
dengan tujuan pelajaran yang ada dalam bahan mengajar ini. Selamat
mengajar!
ALLAH MENGHUKUM MANUSIA BERDOSA
Tujuan Umum:
Anak mengetahui dan memahami bahwa Allah yang Mahakudus menghukum
manusia berdosa.
Pelajaran:
Hamba yang setia dan hamba yang tidak setia.
Bahan Alkitab:
Matius 24:45-51
Tujuan Khusus:
Anak dapat:
- Membedakan perbuatan hamba yang setia dengan hamba
yang tidak setia;
- menceritakan pengalaman mereka, ketika tidak melakukan
tugas;
- Menjelaskan akibat bila tidak melakukan tugas;
- Menyatakan akan selalu setia melakukan tugas.
Ayat Hafalan:
"Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan
kepadamu mahkota kehidupan." (Wahyu 2:10b)
Materi Pelajaran:
A. Untuk Guru
1. Penjelasan bahan Alkitab
Tugas seorang hamba antara lain adalah menyediakan pakaian,
makanan, merawat kebun dan menjaga rumah, serta lain-lain. Kali ini
Yesus menjelaskan kepada kita melalui perumpamaan-Nya, tentang umat
Tuhan yang harus bertugas melayani Tuhan sebagai Tuannya. Kalau
ingin selamat tentu kita harus setia kepada Tuan kita.
2. Renungan
Perumpamaan ini diangkat oleh Yesus untuk mengingat kembali tugas
manusia, sebagai umat-Nya. Ketika Tuhan menciptakan manusia, maka
bersamaan dengan itu pula Tuhan memberikan tugas kepada manusia
(lihat Kejadian 1:28; 2:15). Dan ini merupakan tugas yang pertama
kali Tuhan serahkan kepada manusia. Tapi sayang, manusia menyia-
nyiakan tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepadanya. Akibatnya,
terjadilah kesenjangan hubungan antara Tuhan dengan dunia ini, dan
secara khusus antara Tuhan dengan manusia yang Dia beri kuasa.
Namun kemudian Anak Allah datang untuk memperbaiki hubungan itu;
dan hal itu telah terjadi! Sekarang tugas manusia adalah memelihara
hubugan yang sudah diperbaiki itu dan menghadirkan tanda-tanda
kerajaan Allah di dunia ini. Siapakah yang setia ... ?
B. Untuk Anak
1. Cerita
Ada satu keluarga kaya yang memiliki tiga mobil, dua buah
televisi berwarna dengan layar lebar, barang-barang antik, dan lain-
lain. Dalam keluarga ini Badu dan Budi bekerja sebagai pembantu
rumah tangga. Selain mereka berdua, ada dua pembantu lain yang juga
tinggal dalam rumah keluarga kaya ini. Mereka bertugas memasak,
mencuci, dan menjaga kebersihan rumah. Sedangkan Badu dan Budi
bertugas membersihkan mobil, menjaga kebersihan lingkungan, dan
keamanan rumah.
Setiap Hari Sabtu, bapak dan ibu pemilik rumah itu yaitu Bapak
dan Ibu Andreas, beserta dua anak mereka pergi ke luar kota. Maka
sebagai penjaga keamanan rumah, Badu dan Budi bertanggung jawab atas
keselamatan rumah. Suatu kali ada kejadian khusus. Waktu libur
panjang sekolah, kedua anak Bapak dan Ibu Andreas merencanakan untuk
pergi berlibur ke kampung halaman mereka. Rencana kepergian Pak
Andreas sekeluarga membuat Badu jadi berpikir, bahwa inilah
kesempatan baginya untuk berlibur juga. Badu merasa yakin bahwa
keluarga tersebut baru akan kembali tiga minggu lagi. Jadi, biar
saja si Budi sendiri yang bekerja.
Setelah tuannya pergi, mulailah Badu melakukan hal-hal yang telah
lama dipikirkannya. Setiap malam, Badu pergi ke luar rumah. Ia baru
kembali setelah hari terang. Pagi hingga sore Badu menghabiskan
waktunya untuk makan dan tidur. Demikian hal ini dilakukannya setiap
hari. Pada hari kelima belas semenjak kepergian keluarga Pak
Andreas, Badu kehabisan uang. Padahal malam itu Badu ada janji
dengan beberapa teman untuk bertemu di pasar. Badu mulai berpikir,
mencari cara untuk mendapatkan uang. Akhirnya Badu mendapat akal: Ia
akan meminta uang kepada ibu tukang masak, sebab dialah yang
diserahi uang belanja. Badu lalu mendatangi ibu tukang masak, tetapi
hasilnya nihil. Ibu tukang masak tidak mau memberikan uangnya pada
Badu. Akhirnya terjadi keributan antara Badu dan ibu tukang masak.
Budi menegur sikap Badu, akibatnya Badu menjadi semakin marah. Lalu
ia pergi dari rumah itu dan jarang pulang. Pendek kata, Badu berbuat
sesuka hatinya saja.
Suatu malam, seperti biasanya Badu tidak pulang. Ia baru pulang
jam 12 siang. Badu tidak tahu bahwa hari itu keluarga Pak Andreas
tiba kembali, karena masa liburan telah habis. Seperti biasa Badu
masuk dari pintu depan dengan maksud hendak langsung menonton
televisi di ruang tengah. Tapi alangkah terkejutnya Badu ketika
melihat Pak Andreas sekeluarga bersama Budi dan dua pembantu lainnya
sedang duduk santai sambil menonton televisi. Di hadapan mereka ada
banyak makanan.
Budi mencoba menutupi rasa terkejutnya dengan menyapa, "Eh, Bapak
dan Ibu sudah kembali! Mengapa tidak mengirim kabar sehingga saya
bisa menjemput?" Lalu Pak Andreas menjawab, "Lho! Kami kemarin kan
sudah telepon!" "Ya, waktu Pak Andreas telepon kamu sudah pergi dan
kami tidak tahu kamu ada di mana," kata Budi menambahkan.
"Ya sudah ... yang penting kami sudah sampai dengan selamat," kata
Pak Andreas lagi.
Badu jadi bingung, hatinya was-was. Apakah Budi dan dua pembantu
lainnya tidak melaporkan sikap buruknya selama ditinggal pergi oleh
majikan mereka? Sebab Pak Andreas sekeluarga tidak menunjukkan
kemarahan. Waktu petang, Badu baru saja selesai mandi. Tiba-tiba
Budi menghampirinya dan berkata, "Badu, kamu dipanggil oleh Bapak.
Bapak ingin bicara denganmu." Badu bingung, "Ada apa rupanya? Tadi
kamu melaporkan saya, ya?"
"Aku tidak tahu," jawab Budi. "Lagipula aku belum bicara apa-apa
pada Bapak sejak mereka tiba. Hanya satu kali aku menjawab
pertanyaan Bapak, yaitu ketika Bapak menanyakanmu. Lalu aku jawab
bahwa kamu sedang pergi sejak kemarin."
"Wah ... gawat! Kalau begitu aku pasti dimarahinya," demikian
pikir si Badu. Tapi Badu kemudian berusaha menyenangkan hatinya,
"Ah, paling-paling aku hanya dimarahi; sesudah itu selesai." Tapi
sayang, malam itu juga Pak Andreas memerintahkan Badu untuk
meninggalkan rumah mereka besok pagi. Selain itu Badu tidak boleh
kembali ke rumah itu lagi. Badu sedih sekali, "Ah ... andai saja
waktu itu saya menjalankan tugas dengan baik, tentu tidak begini
buruk keadaan saya."
Adik-adik, cerita seperti ini ada juga di dalam Alkitab. Yaitu
tentang hamba yang setia dan hamba yang tidak setia. Mari kita baca
kisahnya dari Matius 24:45-51. [Sebaiknya guru membacakan dengan
jelas.] Sebagai orang Kristen, itu berarti kita menjadi pelayan
Tuhan. Tuhan telah memberitahukan kepada kita, tugas terutama yang
harus kita lakukan, MENGASIHI SESAMA MANUSIA.
2. Evaluasi
- Coba ceritakan lagi perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan
Yesus!
- Pernahkah adik-adik melalaikan tugas?
Jika pernah, tugas-tugas apa saja yang kalian lalaikan itu?
- Hukuman apakah yang kamu terima atas kelalaianmu itu?
- Sebutkan suatu tugas dan caranya menyelesaikan tugas itu dengan
baik!
3. Tutup dengan doa.
Sumber: Pedoman Sekolah Minggu Anak Kecil (Umur 7 - 9 Tahun) Tahun II Jilid I, , halaman 21 - 26, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1994.
|