|
Pokok Bahasan:
Allah yang mahakuasa berada bersama manusia melalui Roh Kudus.
Tujuan Umum:
Anak mengenal dan memahami serta mengakui, bahwa Roh Kudus adalah
Allah yang menuntun dan membimbing manusia pada jaman dulu, dan
manusia jaman sekarang.
Pelajaran:
DAUD DISERANG SAUL LAGI
Bahan Alkitab:
1Samuel 19
Tujuan Khusus:
Anak dapat: - menceritakan kembali bahwa Roh Allah menyertai Daud
terus sehingga Saul tetap gagal membunuh Daud;
- menjelaskan bahwa Roh Allah juga menyertai Saul,
sehingga niatnya untuk membunuh Daud sempat lenyap;
- mengungkapkan keheranannya melihat Roh Allah bekerja
dalam diri manusia.
Ayat Hafalan:
"Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"
(Roma 8:31b)
Materi Pelajaran:
A. Untuk Guru
Yonatan adalah putera mahkota. Yonatan tahu bahwa selama Daud
hidup, ia tak dapat menjadi raja (1Samuel 20:31). Tetapi ia yakin
akan kebenaran pilihan Tuhan atas Daud. Ia tidak menuntut hak
sebagai anak raja untuk memerintah Israel. Dengan tidak
mementingkan diri sendiri, Yonatan selalu berusaha untuk
menyelamatkan Daud. Dua sifat utama yang kita temukan dalam diri
Yonatan, yaitu bahwa ia mengasihi sahabatnya dengan setulus
hatinya, dan bahwa ia menghormati kedaulatan Allah untuk memilih
orang yang disukai-Nya.
B. Untuk Anak
1. Pendahuluan
Kalian masih ingat, bagaimana Roh Kudus bekerja pada murid-murid
Yesus? (Petrus berani berkhotbah, menyembuhkan, dan sebagainya.
Kemudian, Saulus yang keras hati dilembutkan hatinya, dan
akhirnya menjadi rasul. Beri kesempatan pada anak untuk
mengungkapkan hal yang mereka ingat.)
Roh Allah dapat mengubah hati seseorang dari keras menjadi
lembut; dari jahat menjadi baik.
2. Cerita
Selain Mikhal, Raja Saul mempunyai anak laki-laki juga, bernama
Yonatan. Yonatan berkawan baik sekali dengan Daud. Mereka
bersahabat.
Suatu hari Raja Saul berkata kepada anaknya, Yonatan, dan kepada
pegawai-pegawainya. Katanya: "Daud, menantuku itu, harus
dibunuh!"
Yonatan yang begitu menyayangi Daud itu segera berlari menemui
Daud. Ia lalu memberitahukan niat jahat ayahnya kepada Daud.
"Daud, sahabatku," serunya. "Ayahku, Raja Saul, hendak
membunuhmu. Sebab itu berhati-hatilah. Besok pagi, bersembunyilah
kamu di suatu tempat di padang. Nanti aku akan keluar istana
dengan ayahku, dan berdiri di dekat tempat persembunyianmu. Aku
akan mencoba berbicara tentang engkau dengan ayahku; dan hasil
percakapanku nanti akan kuberitahukan kepadamu."
Keesokan harinya, Yonatan keluar istana bersama ayahnya. Mereka
berjalan-jalan sampai ke dekat tempat persembunyian Daud. Lalu
Yonatan berkata kepada ayahnya: "Ayah, janganlah Ayah berbuat
dosa terhadap Daud. Bukankah Daud juga tidak berbuat dosa kepada
Ayah? Apa yang dibuat Daud untuk Ayah sebagai raja adalah baik.
Ia sudah korbankan dirinya untuk berperang mengalahkan semua
musuh, yaitu orang-orang Filistin; dan Tuhan sendiri sudah
memberkati bangsa Israel dengan memberikan kemenangan yang begitu
besar. Ayah sendiri pasti senang dan bersukacita atas hal itu.
Tapi kenapa Ayah sekarang hendak membunuh Daud yang tidak
berdosa?"
Mendengar perkataan anaknya itu, hati Raja Saul menjadi tergerak.
Di depan anaknya ia lalu berjanji, katanya: "Demi Tuhan yang
hidup, Daud tidak akan dibunuh!"
Setelah mengantar ayahnya kembali ke istana, Yonatan lalu
bergegas pergi ke tempat persembunyian Daud dan menyampaikan
hasil pembicaraannya dengan ayahnya. Kemudian Yonatan membawa
Daud menghadap Raja Saul. Dan atas perintah Raja Saul, Daud
kemudian bekerja lagi seperti biasa di istana raja. Tuhan
melindungi Daud, hamba-Nya.
Ketika terjadi lagi perang melawan bangsa Filistin, kembali Daud
turut berperang; dan ia pulang dengan membawa kemenangan yang
gemilang. Daud senantiasa dipimpin oleh Roh Tuhan.
Tapi roh jahat menguasai Raja Saul. Ketika ia sedang duduk di
istananya sambil memegang tombak, tiba-tiba ... tombak itu
dilemparkannya ke arah Daud yang saat itu sedang bermain kecapi
menghibur raja. Allah menyertai Daud sehingga ia dapat
mengelakkan diri dari tikaman tombak Raja Saul. Kemudian Daud
melarikan diri dari istana raja dan pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Daud lalu menceritakan hal yang dialaminya
itu kepada Mikhal, isterinya. Kata Mikhal: "Daud kalau begitu
engkau harus segera pergi. Ayahku pasti akan menyuruh orang ke
mari untuk menangkapmu." Maka Daud pun segera pergi. Dengan
ditolong Mikhal, Daud keluar rumah melalui jendela.
Lalu apa yang dilakukan Mikhal? Ia mengambil sebuah patung,
kemudian diletakkan di tempat tidur. Di bagian kepala patung itu
lalu ditaruh sehelai tenunan kambing, kemudian diselimuti.
Benar juga ... tentara Raja Saul datang dan bertanya kepada
Mikhal: "Di mana Daud? Raja Saul ingin bertemu dengannya."
"Oh, dia sedang sakit," jawab Mikhal.
Tentara-tentara itu kemudian kembali kepada Raja Saul dan
melaporkan bahwa Daud sedang sakit di rumahnya. Raja Saul marah
sekali: "Bawa dia ke mari dengan tempat tidurnya!" teriaknya.
Para tentara itu lalu kembali ke rumah Daud, tapi mereka tertipu.
Daud sudah tidak ada lagi. Wah ... bukan main marahnya Raja Saul.
Namun dia tak dapat berbuat apa-apa.
Daud terus melarikan diri hingga sampai ke tempat Samuel di kota
Rama dan menceritakan hal yang dialaminya kepada Samuel. Kemudian
bersama-sama dengan Samuel, Daud pergi ke kota Nayot, dan tinggal
di sana.
Ketika Raja Saul tahu tempat persembunyian Daud, ia lalu mengirim
tentaranya untuk menangkap Daud. Tapi heran ... tentara-tentara
Raja Saul itu tidak pernah kembali ke tempat Raja Saul. Roh Allah
bekerja atas diri para tentara itu, sehingga tentara-tentara itu
malah bergabung dengan Samuel dan Daud di kota Nayot. Akhirnya
Raja Saul pergi sendiri ke kota Nayot untuk menangkap Daud. Tapi
Roh Allah juga menguasai Raja Saul. Ia tidak jadi menangkap Daud,
malah ikut tinggal di Nayot juga.
Kita tahu bahwa bila Roh Allah menyertai kita, maka tidak ada
suatu apa pun juga yang dapat melawan kita.
Sumber:
Pedoman Sekolah Minggu, Dra. Yulia Oeniyati, M.Th., , halaman 30 - 33.
|