Oleh Meilania
Daftar Isi
Bulan Pertama - Allah Pencipta
Bulan Kedua - Allah Maha Kuasa
Bulan Ketiga - Allah Maha Hadir
BULAN I - ALLAH PENCIPTA
Tema : Allah Pencipta
Tujuan : 1. Anak mengetahui bahwa Tuhan adalah pencipta alam semesta dan seluruh isinya.
2. Anak mengerti bahwa Tuhan menyediakan makanan bagi manusia (sayur, buah, daging).
3. Anak menyadari bahwa mereka dapat membantu Tuhan memelihara ciptaanNya.
4. Anak memahami bahwa mereka harus mengasihi dan menghormati orang-orang yang Tuhan tempatkan didalam kehidupan mereka (ayah, ibu, saudara, pembantu, dan lain-lain).
Daftar Lagu :
- Siapa buat "bunga"? Saya tidak bisa.
Siapa buat
"bunga"? Hanya Tuhan saja. (kata "bunga bisa diganti
dengan ciptaan lain, seperti: "anjing", "gunung",
"jagung", dan sebagainya)
- Kambing embek embek, kucing meong meong,
katak teot teblung teot teblung. Tetapi anak Tuhan
selalu bergembira, Pujilah haleluya!
- Belalai gajah yang panjang,
sayap burung dara, ikan
yang pandai berenang. Tuhan penciptanya.
- Matahari bersinar t"rang,
burung berkicaulah senang
Harum semerbaklah bunga di padang.
Semuanya mengajak kepada kita
"Kan memuji nama Tuhan yang Esa (2X)
Lagu umum :
Pelangi, pelangi alangkah indahmu, dst
Little little twinkle star, dst
Kembali ke Daftar Isi
BULAN I
MINGGU I - KISAH PENCIPTAAN
Alternatif cara penyampaian Firman Tuhan:
- Guru menunjukkan pada anak apa saja ciptaan Tuhan itu.
- Guru menceritakan secara kronologis Kisah Penciptaan hari 1-6
(dengan disederhanakan, tidak perlu secara rinci mulai hari 1-6,
tekankan pada jenis ciptaan yang mudah dikenali anak-anak).
Usulan penggunaan alat peraga / alat bantu:
Guru membawa sebuah "tas ajaib" (tas plastik / kain / kertas yang
besar yang tidak tembus pandang). Di dalam tas tersebut terdapat
berbagai gambar / foto hasil ciptaan Tuhan. Gambar tersebut dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
- Benda-benda di langit: matahari, bulan, bintang
- Daratan dan lautan: gunung, sungai, pantai, danau
- Binatang di darat: anjing, kucing, gajah, jerapah
- Binatang di air: ikan, anjing laut
- Binatang di udara: kupu, burung
- Manusia: anak laki dan anak perempuan
Proses pengajaran:
- Sambil bercerita, guru mengeluarkan gambar tersebut satu
persatu
- Guru menunjukkan gambar tersebut satu persatu dan meminta anak
menyebutkan gambar apakah itu atau
- Guru menunjukkan gambar tersebut sambil menyanyikan lagu
"Siapa buat dan seterusnya" (lihat lagu di atas) atau
- Guru menyediakan karton / lembaran kertas yang besar,
kemudian satu persatu saat gambar dikeluarkan, minta anak
untuk menempelkan gambar-gambar tersebut pada karton yang
tersedia sesuai dengan "tempatnya" (matahari di atas, ikan
di dalam laut, gajah didaratan, dan sebagainya).
Ide aktivitas:
- Mewarna gambar berbagai ciptaan Tuhan (bunga, pohon, binatang,
dan sebagainya)
- Menempel gambar alam ciptaan Tuhan. Guru telah menyediakan
berbagai gambar untuk ditempel, seperti: matahari, pohon, bunga,
kupu, sapi, dan sebagainya.
- Lihat proses pengajaran poin-4. Tapi perhatikan, bahwa dengan
melakukan ini, anak-anak tidak dapat membawa "hasil karyanya"
untuk dibawa pulang.
Penekanan pelajaran-1:
Tuhan adalah Pencipta!
Hal ini perlu ditekankan, bahkan diulang-ulang
pada awal, tengah, maupun di akhir pelajaran.
Kembali ke Daftar Isi
BULAN I
MINGGU II - MEMELIHARA CIPTAAN I
Alternatif penyampaian Firman Tuhan:
- Guru menceritakan kehidupan seorang petani / peternak untuk
menghasilkan makanan.
- Guru menceritakan dari mana asal makanan.
Usulan penggunaan alat peraga / alat bantu:
- Pemutaran film (5-7 menit saja) tentang cuplikan kehidupan
keluarga petani / peternak. Beberapa VCD Teletubbies memuat film
tersebut, misalnya: menggali kentang, memetik buah di kebun, dan
sebagainya.
- Guru membawa berbagai jenis makanan mentah, seperti: wortel,
tomat, sawi, kentang, telur, susu, ikan (boleh yang sudah matang,
supaya tidak amis baunya).
- Guru membawa berbagai jenis peralatan / barang yang berguna bagi
petani / peternak, misalnya: keranjang buah yang besar, jala ikan
/pancing ikan, ember untuk memerah susu, keranjang untuk
mengumpulkan telur ayam, sekop untuk menggali kentang, saringan
besar untuk mencuci sayur, dan sebagainya.
- Guru membawa foto / gambar orang yang sedang bekerja, seperti:
menanam padi, berkebun, memerah susu, mengumpulkan telur ayam,
memetik buah, nelayan sedang menjala ikan, dan sebagainya.
Proses pengajaran:
(lihat poin A&B pada bagian Alternatif Penyampaian Firman Tuhan)
- Dengan menunjukkan foto / gambar, Guru menceritakan kehidupan
seorang petani / peternak (apa saja yang dilakukannya sehari-
hari).
Misalnya: pagi hari memerah susu, lalu mengumpulkan telur, memberi
makan sapi dan ayam, siang menjual telur dan susu ke pasar, sore
memetik buah dan sayur, lalu menyiapkan makan malam untuk dimakan
bersama seluruh anggota keluarga. Tunjukkan betapa senangnya
keluarga petani / peternak itu karena Tuhan menyediakan berbagai
sumber makanan bagi mereka.
- Guru bermain tebak-tebakan dengan anak: Bagaimana cara mendapatkan
ini? Misalnya: guru membawa gambar ikan, tanyakan pada anak
bagaimana cara kita menangkap ikan? Apakah menggunakan: ember?
Sekop? Jala? Pancing? (sediakan berbagai peralatan tsb di depan
kelas). Lanjutkan dengan pertanyaan lainnya: untuk mencuci sayur
kita menggunakan apa?
Ide aktivitas:
- Mewarna gambar seorang anak dengan sepiring makanan di hadapannya.
- Mewarna / menempel gambar sayur-mayur dan buah-buahan
- Permainan: memasangkan gambar yang cocok. Misal: ikan dengan jala,
sapi perah dengan ember, dan sebagainya.
Acara khusus:
Makan buah bersama. Guru telah menyediakan buah-buahan (sudah
dipotong untuk siap dimakan bersama). Alternatif buah: pisang, apel,
melon, pepaya. Bisa juga disertai dengan snacks, seperti: kripik
kentang / kripik jagung.
Penekanan pelajaran-2:
Tuhan menyediakan berbagai makanan untuk kita semua!
Kembali ke Daftar Isi
BULAN I - MINGGU III
MEMELIHARA CIPTAAN II
Alternatif Penyampaian Firman Tuhan:
Bermain peran (3 tokoh)
Proses pengajaran beserta alat peraga / alat bantu yang diperlukan:
- Tokoh pertama muncul dengan membawa ember air (watering cane)
sambil bernyanyi gembira. Usulan lagu: Siapa buat "bunga", Lihat
kebunku, penuh dengan bunga.
Guru yang memerankan tokoh ini harus berpenampilan ceria dan riang
gembira. Ceritakan pada anak bahwa anda akan menyirami bunga
supaya tumbuh dengan baik. Tunjukkan bunga-bunga yang cantik dan
berwarna-warni, ceritakan bahwa Tuhan yang menciptakan itu semua
dan Tuhan ingin kita memelihara ciptaanNya.
Alokasi waktu: 2-3 menit.
- Tokoh kedua muncul dengan membawa wortel serta sayuran, sambil
menyanyikan lagu: "Kelinciku, kelinciku, kau cantik sekali." Atau
"Siapa buat kelinci? Saya tidak bisa."
Bila memungkinkan bawalah kelinci sungguhan (atau boneka kelinci).
Ceritakan pada anak bahwa anda akan memberi makan kelinci karena
anda sayang padanya. Sekali lagi tekankan bahwa Tuhan yang
menciptakan kelinci dan Tuhan mau kita sayang pada ciptaanNya,
ajak anak untuk ikut "mengelus" kelinci sebagai tanda sayang.
Alokasi waktu: 2-3 menit.
- Tokoh ketiga muncul dengan membawa bola dan pentung / raket.
Karakter yang hendak ditampilkan adalah: anak yang nakal,
seenaknya sendiri, dan kasar. Dengan sengaja, lemparlah bola pada
seorang teman (yang diperankan oleh sesama GSM), pukulkan raket
pada baby sitter atau pembantu (juga diperankan oleh sesama GSM).
Pilih seorang GSM senior untuk menutup cerita dengan "menegur"
serta "memberi nasihat" pada tokoh ketiga, bahwa perbuatannya itu
tidak baik. Teman, baby sitter, pembantu, adalah manusia ciptaan
Tuhan yang harus kita hormati dan perlakukan dengan baik. Tuhan
ingin kita mengasihi orang lain dengan menjaga sikap yang sopan
dan baik.
Ide aktivitas:
- Mewarna gambar 3 tokoh: seorang anak sedang menyiram bunga,
seorang anak sedang bermain dengan kelinci / memberi makan
kelinci, seorang anak membawa bola dan raket.
- Memasangkan gambar: bunga dan ember air, kelinci dan wortel, bola
dan raket.
Penekanan pelajaran-3:
Tuhan ingin kita memelihara semua ciptaanNya, termasuk menghormati
orang lain dan bersikap baik padanya.
Kembali ke Daftar Isi
BULAN I
MINGGU IV - KELUARGA
Lagu:
Yesus di dalam rumahku,
senang-senanglah (3X)
Yesus di dalam rumahku,
Senang-senanglah (2X)
When Jesus in the family,
happy happy home (3X)
When Jesus in the family,
happy happy home (3X)
Alternatif Penyampaian Firman Tuhan:
Bermain rumah-rumahan.
Proses pengajaran dan alat peraga / alat bantu yang digunakan:
- Guru membawa sebuah rumah-rumahan yang cukup besar (bisa membuat
sendiri dari karton yang cukup tebal, ditempel dengan kertas warna
yang baik, dan diberi pintu yang bisa dibuka/tutup). Guru juga
menyediakan boneka orang-orangan: ayah, ibu, anak, lebih baik bila
ada juga nenek, kakek, bayi, dan sebagainya. Bila boneka tidak
ada, sebagai pengganti Guru bisa menyediakan gambar / foto:
seorang ayah, seorang ibu, anak, dan seterusnya.
- Guru menceritakan kehidupan sebuah keluarga, sambil memainkan
boneka orang-orangan tersebut. Misalnya: pagi-pagi sekali boneka
ibu bangun dan mempersiapkan makan pagi untuk anak-anaknya
(keluarkan perlengkapan mainan masak-masakan, kursi dan meja
makan). Guru dapat melibatkan anak (bila jumlah mainan cukup
banyak) dengan mengajak mereka: membuat teh - beri cangkir dan
sendok kecil, memasak telur - beri wajan / panci mainan, dan
sebagainya. Kemudian, ceritakan bagaimana si ayah bersiap akan
berangkat kerja, anak- anak bangun dan bersiap mandi, dan
seterusnya.
- Sambil bercerita, Guru juga dapat bertanya pada anak-anak:
- siapa yang membangunkan mereka di pagi hari?
- siapa yang menyiapkan makanan?
- siapa yang memandikan mereka?
- dengan siapa mereka bermain di pagi hari?
- bagi yang sudah bersekolah, siapa yang mengantar mereka? dan
seterusnya.
Setiap anak menjawab, misal: papa, mama, mbak, suster, opa, oma,
dsb. Guru mengingatkan anak untuk berterima kasih kepada Tuhan
karena Tuhan menyediakan papa, mama, mbak, suster, opa, oma, dan
sebagainya untuk menemani, menolong, dan menyayangi mereka.
Keterangan: bila memungkinkan, seminggu sebelumnya mintalah anak
membawa foto keluarganya masing-masing. Seusai Firman Tuhan, anak
dapat menceritakan pada Guru siapa saja orang yang ada di dalam
foto tersebut.
Ide aktivitas:
- Menempel / mewarna gambar-gambar anggota keluarga (ayah, ibu,
anak, dan sebagainya).
- Menceritakan siapa saja orang yang tinggal bersamanya, atau bila
anak membawa foto keluarga, minta dia menceritakan siapa orang-
orang yang ada di dalam foto tersebut. Untuk aktivitas ini, lebih
baik bila anak dibagi dalam kelompok kecil (3-5 orang) dengan
didampingi seorang GSM. Guru juga dapat melibatkan orang tua /
pengasuh anak yang menemani anak untuk bercakap-cakap bersama.
Penekanan Pelajaran-4:
Berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberi ayah, ibu, kakek,
nenek, adik kecil, pengasuh, dan orang-orang lain yang mengasihi
mereka.
Kembali ke Daftar Isi
BULAN II - ALLAH MAHA KUASA
Tema : Allah Maha Kuasa
Tujuan : 1. Anak mengetahui bahwa Tuhan maha kuasa / sanggup
melakukan perbuatan-perbuatan ajaib yang tidak dapat dilakukan manusia.
2. Anak mengerti bahwa Tuhan menggunakan kekuasaanNya untuk melakukan perbuatan baik bagi manusia.
Kembali ke Daftar Isi
BULAN II - MINGGU I
PERJAMUAN DI KANA
Cara penyampaian Firman Tuhan:
Drama singkat dari sudut pandang seorang pelayan pesta.
Usulan penggunaan alat peraga / bantu:
Guru menyediakan tempat minum / gelas besar (yang tidak tembus
pandang) dan di dalamnya telah diberi sirup anggur. Guru juga
menyediakan tempat air yang besar (jerigen, wadah dari plastik,
baskom, dsb) yang diisi dengan air putih matang (dapat diminum).
Selain itu, guru perlu menyiapkan sendok untuk mengaduk / membuat
sirup. Bila memungkinkan, Guru dapat menyediakan gelas kecil sejumlah
anak yang hadir atau pada minggu sebelumnya mintalah anak membawa
gelasnya sendiri-sendiri.
Proses pengajaran:
Gambarkan suasana pesta yang semarak. Bila perlu, dekorlah ruangan
kelas sedemikian rupa hingga anak mendapat kesan sedang ada pesta
betulan. (misalnya: ada balon, bunga, kertas warna-warni, bermacam-
macam kue kecil, gelas minuman yang banyak, kue taart dengan hiasan
boneka pengantin).
Ceritakan dan diskusikan bersama anak-anak bagaimana senangnya
menghadiri sebuah pesta.
- Guru dapat berperan sebagai seorang pelayan yang sedang sibuk
dengan segala persiapan untuk pesta, misal: mengantar makanan
untuk para undangan, menyiapkan minuman, dsb Anak-anak dan orang
tua yang mengantar bisa dijadikan "para tamu undangan" tsb dan
Guru melayani mereka.
- Lalu, ceritakan DAN tunjukkan pada anak, bahwa minuman anggur yang
tersedia sudah habis, yang ada hanya air putih saja. Sementara
itu, di tengah kebingungan si pelayan, datanglah Tuhan Yesus (bisa
diperankan oleh guru yang lain). Tuhan Yesus meminta si pelayan
mengisi tempat minum / gelas besar (yang telah disediakan guru,
lihat usulan penggunaan alat peraga / bantu di atas) dengan AIR
putih.
- Sambil tetap kebingungan si pelayan melakukan apa yang diminta
Tuhan Yesus. Saat ini, boleh juga Guru berdiskusi dengan anak:
"Saya ini kehabisan anggur, kok Tuhan Yesus minta saya mengisi
gelas ini dengan air? Apa air ini bisa berubah jadi anggur?"
Lalu demonstrasikan demikian:
- Guru mencoba / mencicipi air putih, dan ajak anak serta
orang tua juga mencobanya.
- Ambillah air dari baskom air / wadah plastik yang telah
disediakan. Lalu, dari baskom air/wadah plastik yang sama
tsb tuanglah airnya ke dalam tempat minum / gelas besar
(yang telah diberi sirup di dalamnya, tentunya tanpa
sepengetahuan anak), kemudian aduklah.
- Sambil tetap menunjukkan ekspresi kebingungan, Guru yang berperan
sebagai pelayan sekali lagi bertanya pada anak: "Apa mungkin air
bisa berubah menjadi anggur?" Biarkan anak-anak mencoba merespons.
Lalu Guru melanjutkan dengan sebuah pernyataan: "Karena Tuhan
Yesus yang menyuruhku, aku percaya! Nah sekarang mari kita coba
air ini".
- Tuangkan isi tempat minum / gelas besar tsb pada gelas yang
disediakan untuk anak-anak, dan minta mereka mencicipi rasanya.
Sambil keheranan bercampur suka cita, katakan pada anak: "Wah
benar, air ini berubah menjadi anggur, dan rasanya enak sekali.
Tuhan Yesus sungguh hebat! Tuhan Yesus dapat mengubah air menjadi
anggur."
Ide aktivitas:
- Menempel: suasana pesta (balon, kue taart, hiasan dinding, kado,
dsb)
- Mewarna: gelas dan buah anggur
Penekanan pelajaran-1:
Tuhan Yesus berkuasa melakukan mujizat. Tuhan Yesus dapat mengubah
air menjadi anggur.
Kembali ke Daftar Isi
BULAN II - MINGGU II
PERAPIAN YANG MENYALA-NYALA
Cara penyampaian Firman Tuhan:
Drama, dengan peran sbb: Raja Nebukadnezar (oleh GSM), Sadrakh-Mesakh-
Abednego (oleh ASM), Prajurit 2 orang (oleh GSM) dan seorang Guru
yang menjadi narator.
*)Catatan: untuk melibatkan 3 orang ASM, Guru sebaiknya memberi tahu
orang tua dan anak bahwa mereka diminta kesediaannya untuk
membantu menyampaikan Firman Tuhan di SM. Peran yang
dimainkan cukup mudah: intinya mereka harus menolak bila
diminta menyembah patung, dan sebagai ucapan terima kasih
atas partisipasi mereka, berikan penghargaan sepantasnya.
Usulan penggunaan alat peraga / alat bantu:
- Pakaian dan atribut untuk Raja: jubah, mahkota, tongkat kerajaan
- Pakaian dan atribut untuk Prajurit: baju tentara, pedang / tombak,
perisai.
- Dus besar yang bisa dimasuki 3 orang anak kecil dengan posisi
berdiri (cukup bagian kakinya saja yang tertutup). Dus tsb diberi
hiasan menyerupai api yang menyala-nyala.
- Tiga mahkota kecil (untuk diberikan pada pemeran Sadrakh, Mesakh,
Abednego).
- Patung besar terbuat dari dus ATAU lemari yang ditutupi kain lebar
(bisa juga menggunakan tumpukan kursi / meja dengan ditutupi
kain).
Proses pengajaran:
- Guru (narator) memulai cerita dengan menunjukkan sebuah mahkota.
Tanyakan pada anak, siapa yang biasanya memakai mahkota. Guru
memperkenalkan seorang raja yang jahat, raja yang tidak percaya
kepada Tuhan, raja yang menyembah patung. Tekankan pada anak bahwa
perbuatan raja tsb tidak benar.
- Raja Nebukadnezar masuk dan "bertingkah" sebentar, misalnya:
membentak-bentak prajurit, menyuruh mereka menyembah patung, dan
meminta prajurit mengundang semua orang untuk datang kepadanya.
Sambil ketakutan, para prajurit tsb melaksanakan perintah raja.
- Guru (narator) kembali menegaskan bahwa raja Nebukadnezar adalah
raja yang jahat, raja yang tidak percaya kepada Tuhan, dan raja
yang menyembah patung. Lalu, Guru memperkenalkan tokoh lain: ada 3
orang anak Tuhan yang setia, namanya: S, M, dan A (bila kesulitan,
sebaiknya gunakan singkatan saja, karena memang penyebutan nama
"Sadrakh, Mesakh, dan Abednego" sulit dicerna anak.
- Ketiga tokoh tsb masuk dan memberi salam pada teman-temannya.
- Tokoh-1: Halo, namaku Sadrakh.
- Tokoh-2: Halo, namaku Mesakh.
- Tokoh-3: Halo, namaku Abednego.
- Guru (narator) menjelaskan bahwa ketiga orang tsb adalah anak
Tuhan, rajin berdoa, serta taat pada Tuhan. Bila memungkinkan,
Guru dapat mengajak anak menyanyikan lagu:
Baca Kitab Suci, Doa tiap hari (3X)
Baca Kitab Suci, Doa tiap hari,
Kalau mau tumbuh. Kalau mau tumbuh (2X).
Baca Kitab Suci, Doa tiap hari kalau mau tumbuh.
Sementara guru dan anak menyanyi, ketiga tokoh memerankan gaya
"membaca Kitab Suci" dan "berdoa".
- Prajurit masuk dan meminta Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menghadap
raja. Mereka kemudian pergi menghadap raja bersama-sama.
- Raja meminta Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menyembah patung, tapi
mereka bertiga tidak mau. Guru (narator) menjelaskan bahwa
Sadrakh, Mesakh, dan Abednego hanya mau menyembah Tuhan Yesus,
tidak mau menyembah patung. Dengan marah, raja menyurut prajurit
memasukkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego ke dalam perapian yang
menyala-nyala. Tapi heran sekali ketiga orang tsb tidak terbakar
sama sekali, bahkan kepanasan pun tidak. Lalu raja menyuruh
ketiganya keluar.
- Guru (narator) menjelaskan bahwa Tuhan menolong Sadrakh, Mesakh,
dan Abednego sehingga mereka selamat meski dibakar di dalam api.
- Karena melihat perbuatan Tuhan yang ajaib, raja menghadiahkan
mahkota kepada Sadrakh, Mesakh, dan Abednego (sebagai tanda bahwa
Raja memberi kedudukan pada mereka atas pemerintahannya di Babel).
*) Catatan:
Bila kondisi memungkinkan, peragakan pada anak bahwa api
dapat membakar segala sesuatu. Gunakan korek api dan
kertas (sedikit saja), bakarlah kertas di dalam sebuah
wadah tanah liat agar api tidak menyebar kemana-mana.
Pastikan situasi terkendali! Tunjukkan pada anak, bahwa
Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dimasukkan dalam "wadah"
seperti wadah tanah liat tsb tapi wadah tsb apinya sangat
besar dan panas sekali. Siapa yang masuk ke dalamnya
pastilah terbakar habis.
Ide aktivitas:
- Menempel gambar 3 orang dan api yang menyala-nyala
- Mewarna gambar Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dalam perapian yang
menyala
Penekanan pelajaran-2:
Tuhan sanggup menolong / melepaskan anak-anakNya dari bahaya.
Kembali ke Daftar Isi
BULAN II - MINGGU III
PETRUS MENYEMBUHKAN ORANG LUMPUH
Cara penyampaian Firman Tuhan:
Bermain peran: tokoh Petrus dan orang lumpuh
Usulan penggunaan alat peraga / bantu:
- Untuk peran Petrus: Alkitab
- Untuk peran orang lumpuh: tongkat, mangkuk kecil untuk minta-
minta, baju lusuh.
Proses pengajaran:
- Tokoh Petrus muncul dan memperkenalkan diri pada anak: "Selamat
pagi anak-anak, nama saya Petrus. Saya murid Tuhan Yesus. Pagi ini
saya mau pergi ke gereja." Bila memungkinkan, ajaklah anak untuk
"ikut" Petrus pergi ke gereja, misalnya dengan cara: berbaris di
belakang tokoh Petrus, berjalan dan menyanyikan lagu Jes...jes...
jes.... Kereta apiku menuju S"kolah Minggu dst"
Setelah 2 / 3 putaran ajak anak-anak untuk duduk kembali dengan
tenang:
"Nah kita sudah sampai di gereja, ayo, anak-anak semua
duduk dengan tenang ya. Pak Petrus mau berdoa kepada Tuhan."
Tokoh Petrus mengambil sikap doa (berlutut, tangan dilipat).
Kemudian ajaklah anak-anak untuk ikut berdoa: "Anak-anak ayo
kita bersama-sama berdoa kepada Tuhan Yesus. Bagaimana sikap
berdoa? Tangan dilipat, mata ditutup. Semua tirukan Pak Petrus
berdoa ya?"
Ucapkan doa singkat yang isinya mengucap syukur kepada Tuhan.
- Kemudian tokoh Petrus menunjukkan pada anak buku yang dibawanya.
Tanyakan pada anak:
"Buku apa ini? .
Ya, ini adalah Alkitab. Pak Petrus senang membaca Alkitab.
Apakah anak-anak di rumah juga senang membaca Alkitab?"
Bila kondisinya memungkinkan, promosikanlah Alkitab untuk Anak
yang dilengkapi dengan gambar-gambar menarik. Ajak anak
menyanyikan lagu: "Baca Kitab Suci, doa tiap hari kalau mau
tumbuh, dst"
- Lalu, tokoh Petrus berpamitan pada anak karena akan pergi mengajar
orang banyak tentang Firman Tuhan:
"Nah, anak-anak sekarang Pak Petrus harus pergi. Pak Petrus
akan bercerita tentang Tuhan Yesus pada orang-orang di gereja.
Sampai jumpa . Tuhan memberkati kalian semua."
Sampaikan salam perpisahan pada anak-anak.
- Tokoh orang lumpuh muncul (memasuki ruangan) dengan diusung oleh
beberapa orang. Setelah diletakkan di lantai, tokoh orang lumpuh
menyapa anak-anak:
"Selamat pagi anak-anak saya adalah orang yang
lumpuh. Kaki saya tidak dapat berjalan. Saya tidak dapat
berlari, atau bermain bola seperti anak-anak. Saya sedih
karena kaki saya lumpuh. Siapa yang dapat menyembuhkan saya?"
Tunjukkan ekspresi wajah yang sedih. Kemudian, lanjutkan
pembicaraan dengan anak-anak:
"Setiap hari saya di bawa ke sini, di depan gereja ini, untuk
minta uang pada orang-orang yang kasihan pada saya."
Sambil mengangkat mangkuk untuk minta-minta, katakan pada anak dan
orang tua yang hadir:
"Kasihani saya Bu kasihani saya Nak . Minta sedekah . Saya
minta uang untuk makan hari ini ."
Bila memungkinkan, aturlah supaya ada orang tua / anak yang mau
memberikan uang receh ke dalam mangkuk tokoh orang lumpuh tsb.
- Pada saat itu, tokoh Petrus muncul kembali (memasuki ruangan)
sambil memegang Alkitab di tangannya. Si orang lumpuh menghentikan
jalan Petrus dan sambil mengacungkan mangkuknya berkata:
"Mohon sedekah Pak kasihanilah saya."
- Tokoh Petrus memandang orang lumpuh itu, dan menjawab:
"Bapak saya tidak punya uang. Tapi saya punya Tuhan Yesus di
dalam hati saya. Demi nama Tuhan Yesus, saya sembuhkan Bapak!"
Lalu tokoh Petrus memegang tangan orang lumpuh tsb serta
membantunya berdiri.
- Sambil keheranan bercampur senang, tokoh orang lumpuh berdiri,
melompat kegirangan, berjalan kesana kemari, dsb. Ekspresikan
kegembiraan yang luar biasa, dari seorang lumpuh yang tidak
berdaya menjadi seorang yang sehat dan tidak lumpuh lagi. Bisa
juga bila tokoh ini menyanyikan satu pujian untuk mengekspresikan
sukacitanya, misalnya lagu: "Haleluya (4X) Puji Tuhan".
Lalu, ajak anak bersama-sama menyanyikan lagu tsb dengan variasi
sbb: Haleluya (anak jongkok), Puji Tuhan (anak berdiri).
Ide aktivitas:
- Bermain bersama dengan menggunakan boneka kecil / orang-orangan
dalam kelompok (1 kelompok berisi 4-5 orang anak) dengan
didampingi 1 orang Guru. Mainkan "Petrus dan Orang Lumpuh"
- Bermain drama dalam kelompok: anak-anak bergantian menjadi Petrus
dan orang lumpuh. Saat menjadi orang lumpuh, anak tidak boleh
menggunakan kakinya saat berusaha bergerak / berjalan.
Penekanan pelajaran-3:
Tuhan sanggup melakukan mujizat dan Tuhan baik. Orang lumpuh
disembuhkanNya.
Kembali ke Daftar Isi
BULAN II - MINGGU IV
LIMA ROTI DAN DUA IKAN
Cara penyampaian Firman Tuhan:
Alat peraga: satu set gambar kisah "Lima Roti dan Dua Ikan" DAN
roti dan ikan sungguhan
Usulan penggunaan alat peraga / alat bantu:
Guru menyiapkan satu set gambar kisah "Lima Roti dan Dua Ikan" dengan
urutan cerita sbb:
- Gambar-1: Seorang anak kecil membawa tas berisikan 5 roti dan 2
ikan.
- Gambar-2: Orang banyak (dan anak kecil tsb) berkerumun
mendengarkan Tuhan Yesus.
- Gambar-3: Anak kecil tsb memberikan tas dan isinya kepada salah
satu murid Tuhan Yesus.
- Gambar-4: Tuhan Yesus sambil membawa tas yang terbuka (kelihatan
isinya: 5 roti dan 2 ikan) berlutut dan berdoa mengucap syukur. Di
sekelilingnya ada pula beberapa orang yang juga mengambil sikap
berdoa.
- Gambar-5: Roti dan Ikan dengan jumlah yang sangat banyak, dan
orang-orang dengan ekspresi wajah heran serta gembira.
- Gambar-6: Beberapa orang terlihat menyeka mulut dan tersenyum
(karena kenyang), dan ada Tuhan Yesus sedang memegang punggung
anak kecil yang memberikan bekal makan siangnya tsb.
Gambar-gambar tsb dapat disajikan dengan beberapa cara:
menggunakan papan flanel.
menggunakan album foto yang besar (setiap halaman berisi satu
adegan / 1 gambar).
memainkan gambar tsb seperti memainkan wayang.
*)Catatan: Ide cerita diambil dari Buku "Cerita Alkitab: Langkah
Pertama" Guru dapat meniru ide gambar seperti yang tertera
pada buku tsb dan melakukan variasi sesuai kebutuhan.
Proses pengajaran:
- Guru menunjukkan pada anak apa yang dibawanya: 5 roti dan 2 ikan.
Minta anak-anak menghitung bersamanya berapa jumlah roti dan ikan
yang tersedia. Guru dapat mengajak anak berdiskusi: 5 roti dan 2
ikan tsb apakah cukup bila dimakan 5 orang anak, 10 orang anak,
atau oleh seluruh orang yang ada di ruang ini, atau oleh semua
orang yang datang ke gereja hari ini. Bila perlu, peragakan dengan
membagi 1 roti untuk 1 orang anak, tunjukkan bahwa 5 roti hanya
cukup untuk 5 orang saja.
- Guru melanjutkan dengan mengajak anak duduk dengan tenang, karena
hari ini ada cerita yang menarik tentang seorang anak yang
mempunyai 5 roti dan 2 ikan. Untuk selanjutnya, Guru dapat
bercerita dengan menggunakan rangkaian gambar yang telah
disiapkan:
- Gambar-1: Aku adalah seorang anak lelaki kecil. Aku membawa
sedikit bekal makan siang, Ibuku memberiku 5 roti dan 2 ikan. Hmmm
enak sekali. Aku telah mendengarkan Tuhan Yesus sepanjang hari,
dan sekarang aku lapar.
- Gambar-2: Aku melihat sekelilingku. Wah ada banyak sekali orang.
Ada seorang bapak, seorang ibu, ada yang sudah tua, ada yang masih
muda . Mereka semua juga mendengarkan Tuhan Yesus sepanjang hari.
Mereka pasti juga lapar sama seperti aku. Kasihan . Mereka tidak
punya apa-apa untuk dimakan.
- Gambar-3: Lalu, aku melihat ada seorang murid Tuhan Yesus yang
lewat di dekatku. Aku panggil dia: "Pak Bapak! Sini aku punya
sesuatu" Aku berikan tas kecilku yang berisi 5 roti dan 2 ikan.
"Ini makan siangku, aku ingin membaginya untuk orang lain."
- Gambar-4: Setelah Bapak tsb memberikannya pada Tuhan Yesus, Tuhan
Yesus berlutut dan berdoa, mengucap syukur atas makanan yang
tersedia. Ajak anak-anak berdiskusi: menurutmu, apakah 5 roti dan
2 ikan cukup untuk memberi makan banyak orang? Tunjukkan gambar
orang-orang yang banyak sekali yang mengikut Tuhan Yesus, bila
perlu hitunglah jumlah orang-orang tsb. Jelaskan pada anak bahwa
roti tsb tidak cukup untuk semua orang, tapi Tuhan Yesus berkuasa
melakukan mujizat. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus?
- Gambar-5: Tuhan Yesus membagi 5 roti dan 2 ikan tsb kepada orang
banyak, tapi HERAN rotinya jadi tambah banyak, dan tidak habis-
habis meski dibagikan pada banyak orang. Malah setelah semua orang
makan dan kenyang, rotinya masih sisa 12 keranjang. Waaah...
banyak sekali.
- Gambar-6: Sekarang, semua orang sudah makan, semua sudah kenyang.
Tuhan Yesus hebat! Tuhan Yesus juga senang karena anak kecil tadi
mau membagi makanannya pada orang lain.
Ide aktivitas:
- Mewarna satu seri gambar "Lima Roti dan Dua Ikan" (untuk
dikerjakan di rumah).
- Menempel 5 roti dan 2 ikan
Acara khusus:
Makan roti bersama
Penekanan pelajaran-4:
Tuhan Yesus sanggup melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan
manusia. Tuhan Yesus membuat 5 roti menjadi banyak sekali untuk
memberi makan banyak orang.
Kembali ke Daftar Isi
BULAN III - ALLAH MAHA HADIR
Tema : Allah Maha Hadir
Tujuan : 1. Anak mengetahui bahwa Tuhan senantiasa "melihat" mereka
2. Anak menyadari bahwa Tuhan juga selalu menyertai, melindungi, dan menolong mereka
Kembali ke Daftar Isi
BULAN III - MINGGU I
DAUD DAN GOLIAT
Cara penyampaian Firman Tuhan:
Drama singkat Daud melawan Goliat
Usulan penggunaan alat peraga / bantu:
- Gembala (Daud): topi, tongkat, gitar (atau alat musik lainnya), boneka
domba, ketapel, batu, tas
- Tentara (Goliat): baju perang, pedang dan tameng
*)Catatan: Guru yang berperan sebagai Daud sebaiknya lebih kecil dari
yang berperan sebagai Goliat, tapi bila tidak
memungkinkan, pemeran Goliat dapat naik kursi supaya
menimbulkan kesan "lebih besar".
Dua (2) Orang-orangan dari karton (atau boneka), dimana
yang satu besar dan satunya lagi kecil.
Proses pengajaran:
- Guru memberikan pengantar: Anak-anak, hari ini Ibu/Bapak ingin
bercerita tentang seorang anak yang sangat berani. Meskipun
badannya kecil, dia berani melawan orang jahat yang badannya besar
sekali. (tunjukkan 2 boneka / orang-orangan dengan ukuran yang
sangat kontras). Nah
mari kita berkenalan dengan teman kita yang
kecil namun berani ini.
- Tokoh Daud memasuki ruangan sambil menyanyikan lagu "Aku adalah
Anak Gembala" (yang dipopulerkan kembali baru-baru ini oleh
penyanyi cilik Tasya). Ajak anak-anak untuk turut menyanyikan lagu
tsb. Ceritakan pada anak apa pekerjaan Daud sebagai gembala: Halo
anak-anak
namaku Daud. Aku adalah seorang gembala. Lihat, ini
dombaku, aku yang memelihara mereka. Setiap hari aku mengajak domba-
dombaku makan rumput dan minum air di sungai. Aku juga menjaga
mereka supaya tidak diganggu binatang yang jahat. Kalau domba-
dombaku sedang tidur, aku bernyanyi memuji nama Tuhan. Ayo
anak-
anak mau ikut memuji Tuhan? Kita nyanyikan lagu "
" (pilih satu
lagu favorit anak-anak). Kemudian tokoh Daud meninggalkan ruangan.
- Guru memberikan sedikit komentar: Wah
Daud adalah seorang gembala
yang baik, dia juga seorang anak yang cinta kepada Tuhan. Siapa di
sini seperti Daud, suka memuji nama Tuhan? (biarkan anak-anak
menjawab atau mengacungkan tangannya). Ya .. Ibu/Bapak senang
sekali melihat anak-anak cinta Tuhan semua. Tetapi, ... sayang ...
ada orang lain yang jahat, yang tidak mau menurut kepada Tuhan.
Badannya besar, tapi kelakukannya buruk sekali. Namanya Goliat.
- Tokoh Goliat memasuki ruangan sambil menyanyikan lagu "Aku seorang
Kapiten" (syair diganti sbb: Aku seorang tentara. Mempunyai pedang
panjang. Kalau berjalan brok brok brok, aku seorang tentara.) Ha ha
ha ha haa
. Ayo, siapa yang berani melawan aku? Badanku besar,
semua orang takut padaku. Anak-anak kecil (sambil melihat kepada
anak-anak)
katanya kalian percaya kepada Tuhan Yesus, ayo kalau
berani, sini lawan aku!
(bila ada yang berani mencoba, tidak apa
bila tokoh Goliat "menggertaknya", tentunya dengan suasana humor
sehingga tidak menakutkan anak).
- Tokoh Daud masuk ruangan: Wah wah wah
ada apa ini? Aku dengar ada
orang besar yang menantang kalian, yah? Biar aku saja yang melawan.
Meskipun badanku kecil, aku tidak takut, karena Tuhan pasti
menyertaiku.
- Tokoh Goliat: ha ha ha ha
. Anak kecil seperti ini berani melawan
aku? Tuhan menyertai? Mana mungkin Tuhan bisa menolong kamu? Tuhan
kan tidak kelihatan, Tuhan tidak bisa menolong kamu.
- Tokoh Daud: (sambil memandang anak-anak). Tenang saja, anak-anak
dia belum tahu kalau Tuhan kita, Tuhan Yesus, adalah Tuhan yang
berkuasa. Aku yakin Tuhan pasti akan menolong aku. Nah
anak-anak
jangan takut, lihat saja yah. Lalu, dengan sikap berdoa Daud
berkata: Tuhan, tolonglah aku melawan orang jahat ini, yang
mengejek nama Mu dan menakut-nakuti anak-anakMu yang ada di sini.
Tolong aku supaya aku bisa melawannya dengan kuasaMu.
- Peragakan suasana duel, dimana Goliat bersiap-siap dengan segala
atribut perangnya, dan Daud bersiap dengan ketapelnya. Tunjukkan
bagaimana Daud melemparkan batu ketapelnya dan mengenai kepala
Goliat (peragakan dengan melemparkan buntalan kertas yang besar,
sehingga bisa terlihat oleh semua anak).
- Goliat jatuh dan tidak bisa bangun lagi. Daud bersorak serta memuji
Tuhan: Puji Tuhan! Aku bisa melawan orang jahat yang besar ini
karena pertolongan Tuhan. Ayo anak-anak, semua bangkit berdiri,
kita berbaris dan menyanyikan lagu "Aku Pahlawan Kecil" (nyayikan
lagu tsb bersama dengan anak-anak).
- Selesai menyanyi, Guru memberikan penjelasan singkat bahwa anak-
anak tidak perlu takut meski masih kecil, karena Tuhan senantiasa
menyertai dan melindungi mereka semua, sama seperti Daud dilindungi
dan ditolong oleh Tuhan.
Ide aktivitas:
Sediakan 2 potong gambar Daud dan Goliat untuk masing-masing anak, dimana kedua
tokoh tsb hanya mengenakan celana pendek. Sediakan pula atribut keduanya (dalam
bentuk potongan gambar terpisah), seperti:
Untuk Daud : topi, tongkat, ketapel, baju gembala, dsb.
Untuk Goliat : baju tentara, pedang, tameng, ketopong, dsb.
Minta anak menempelkan atribut tsb sesuai dengan tokoh yang memilikinya.
Penekanan pelajaran-1:
Tuhan Yesus senantiasa menyertai dan menolong anak-anakNya
Kembali ke Daftar Isi
BULAN III - MINGGU II
ELIA DAN JANDA MISKIN
Cara penyampaian Firman Tuhan:
Drama
Usulan penggunaan alat peraga / alat bantu:
- Tepung dan mangkuk, serta peralatan seperlunya untuk
menunjukkan proses pembuatan roti.
- Celemek.
- Roti dalam jumlah yang cukup banyak.
- Kayu bakar (bisa dibuat dari gulungan kertas semen)
.
- Segelas air.
Proses pengajaran:
- Guru yang memerankan tokoh janda miskin mempersiapkan berbagai
perlengkapan untuk membuat roti, sambil mengenakan sebuah celemek
untuk menunjukkan bahwa tokoh tsb adalah seorang ibu rumah tangga.
Tunjukkan pada anak masing-masing perlengkapan yang tersedia,
misal: gula, tepung, telur, mangkuk, dsb. (minta anak menyebutkan
barang-barang yang telah Anda siapkan itu, serta tanyakan pada
mereka apa yang akan Anda masak). Tunjukkan sebuah roti dan katakan
pada anak bahwa Anda akan membuat roti seperti itu, tapi karena
tepungnya tinggal sedikit, Anda hanya bisa membuat 2 roti saja.
- Ceritakan pada anak bahwa Anda akan keluar sebentar mencari kayu
untuk menyalakan api dan memasak roti. Bila memungkinkan ajaklah
anak "membantu" Anda mengumpulkan kayu bakar (sebelumnya sebarkan
beberapa gulungan kertas semen di ruangan kelas).
- Sementara janda tsb sedang mengumpulkan kayu bakar, tokoh Elia
memasuki ruangan dan menyapa janda tsb untuk minta minum. Si janda
segera mengambilkan segelas air untuk diberikan pada Elia. Sesudah
meminumnya, Elia meminta roti pada janda tsb.
- Janda miskin tsb berusaha menjelaskan pada Elia bahwa tepungnya
tinggal sedikit, kalau dia membuatkan roti untuk Elia, maka dia
tidak akan kebagian lagi.
- Elia mengatakan pada janda tsb untuk percaya kepadanya dan Tuhan
nanti akan menolong sehingga tepungnya tidak akan habis.
- Janda miskin tsb percaya, dan segera pulang untuk membuat roti.
Kembali tunjukkan pada anak tepung yang tinggal sedikit, peragakan
bagaimana Anda "mengolah" tepung tsb sampai menjadi roti sungguhan
yang siap dimakan, lalu berikan kepada Elia.
- Janda miskin tsb kemudian ingat akan perkataan Elia dan segera
pulang kembali ke rumah dan melihat bahwa tepungnya masih banyak
(tunjukkan pada anak bahwa sekarang tempat tepungnya terisi penuh) -
sehingga dia bisa membuat roti lagi. Sekali lagi peragakan
"mengolah" tepung menjadi roti sungguhan. Kali ini roti yang
dihasilkan jauh lebih banyak. Tunjukkan pada anak bahwa Anda
sekarang dapat membuat roti yang banyak karena tepung yang tersedia
banyak sekali.
- Janda miskin bersyukur kepada Tuhan karena telah menolongnya.
Ide aktivitas:
Menggambar atau menempel berbagai jenis roti.
Minta pengasuh untuk menggambar roti, dan anak membantu mewarna atau memberi
hiasan di atasnya (dengan membayangkan kismis, coklat, strawberry, mesyes, dsb).
Penekanan pelajaran-2:
Tuhan Yesus senantiasa menyertai dan menolong anak-anakNya
Kembali ke Daftar Isi
BULAN III - MINGGU III
ELISA DAN MALAIKAT
Cara penyampaian Firman Tuhan:
Alat peraga Gambar
Usulan penggunaan alat peraga / bantu:
- Satu Gambar malaikat yang cukup besar.
- Beberapa Gambar malaikat (kecil tapi banyak)
- Gambar seorang raja
- Dua Gambar nabi Elisa: dalam sikap doa dan berdiri
- Gambar tentara / pasukan berkuda
- Gambar sebuah rumah
Proses pengajaran:
- Guru menempelkan gambar seorang raja di sudut kanan atas karton / kain flanel:
Anak-anak, ada seorang raja yang jahat. Dia ingin menyakiti bapak Elisa.
- Guru menempekan gambar sebuah rumah di tengah-tengah karton / kain flanel.
Lihat, ini ada sebuah rumah. Siapa yang tinggal di dalamnya? Ayo kita lihat.
Tok-tok tok
(sambil mengetuk pintu rumah). Pintu rumah dibuka, dan terlihat
ada seorang sedang berdoa (nabi Elisa). Lihat
itu bapak Elisa. Bapak Elisa
sedang berdoa kepada Tuhan. Siapa di antara anak-anak yang juga rajin berdoa?
- Guru menempelkan gambar tentara / pasukan berkuda (bila memungkinkan sebar
pasukan tsb mengelilingi / membentuk lingkaran besar mengitari rumah).
Wah
celaka, raja yang jahat mengirimkan tentara banyak sekali untuk melukai
bapak Elisa. Ayo kita segera beritahu bapak Elisa kalau rumahnya sudah dikepung
oleh banyak tentara: Pak Elisa
pak Elisa
bagaimana ini, ada banyak tentara di
luar sana.
- Guru mengganti gambar nabi Elisa yang sedang berdoa dengan gambar nabi Elisa
sedang berdiri memandang ke depan. (bila gambar lebih besar dari pintu, boleh
ditempel di luar rumah).
Bapak Elisa tidak takut, anak-anak. Kenapa?
karena
ternyata bapak Elisa sudah melihat ada banyak malaikat yang dikirim Tuhan untuk
menjagainya. Mana
mana
mana malaikatnya?
- Guru menempel gambar malaikat satu persatu di sekeliling rumah nabi Elisa
membentuk lingkaran kecil, sehingga tampak melindungi rumah tsb dari kepungan
tentara yang membentuk lingkaran besar.
- Guru menunjukkan gambar sebuah malaikat yang cukup besar. Jelaskan pada anak
bahwa malaikat dikirim oleh Tuhan untuk menjagai dan melindungi anak-anakNya.
Tekankan pada anak untuk tidak takut bila sedang "sendirian" karena Tuhan
senantiasa menyertai mereka.
Ide aktivitas:
Bermain "malaikat menjagaiku". Kumpulkan anak dalam kelompok 5-7 orang.
Pilih seorang anak menjadi nabi Elisa dan berdiri di tengah lingkaran,
sementara anak-anak yang lain bergandengan membentuk lingkaran mengelilinginya.
Tunjuk seorang guru untuk menjadi "musuh" yang akan "menyerang" nabi Elisa
dengan berusaha masuk ke dalam lingkaran. Anak-anak yang bergandengan bermain
sebagai malaikat dan harus berusaha mencegah guru tsb memasuki lingkaran.
Ulangi permainan dengan mengganti peran nabi Elisa dengan anak yang lain.
Penekanan pelajaran-3:
Anak tidak perlu takut "sendiri" karena Tuhan senantiasa menyertai mereka.
Kembali ke Daftar Isi
BULAN III - MINGGU IV
MATA TUHAN MELIHAT
Cara penyampaian Firman Tuhan:
Boneka tangan
Usulan penggunaan alat peraga / alat bantu:
- 3 boneka tangan
- Peti / tas dengan isi: pakaian, uang, perhiasan
Proses pengajaran:
- Guru memperkenalkan 3 boneka kepada anak-anak.
Boneka-1: Bapak Naaman, seorang tentara.
Boneka-2: Bapak Elisa, seorang nabi.
Boneka-3: Gehazi, pembantu nabi Elisa.
- Tampak 3 orang sedang duduk bercakap-cakap (seperti layaknya bila kita
menerima tamu. Boleh ditampilkan dengan menyuguhkan minuman atau makanan kecil).
Boneka-1: Terima kasih Bapak Elisa, Bapak sudah menolong saya sehingga saya
sudah sembuh dari sakit.
Boneka-2: Bapak tentara sembuh karena kuasa Tuhan,
berterima kasihlah kepada Tuhan.
Boneka-1: Ya, saya bersyukur kepada Tuhan dan saya akan selalu rajin berdoa
kepada Tuhan. Oh ya
sebelum pulang, saya ingin memberikan sesuatu kepada Bapak.
(keluarkan barang-barang dari dalam peti / tas: pakaian, uang, perhiasan).
Boneka-2: Tidak perlu, Bapak tentara
simpan saja semuanya.
Saya senang Bapak sudah sembuh, tidak perlu memberi saya apa-apa.
- Boneka-3: (sambil menghadap kepada anak-anak)
Wah
anak-anak, bagaimana ini
Bapak Elisa, diberi pakaian yang bagus kok tidak mau
. Kan sayang?! Diberi uang
juga tidak mau, wah
kalau saya mau, uangnya bisa buat beli apa anak-anak? Beli
es krim? Iya
bisa buat beli permen, coklat, mainan,
dan banyak lagi.
Sebaiknya, nanti saya kejar saja Bapak Tentara, kalau Bapak Elisa tidak mau,
biar buat saya saja
he he hee
Tapi, anak-anak jangan bilang Bapak Elisa yah!
- Boneka-1: (berpamitan) Baiklah Bapak Elisa
saya mohon diri untuk segera
pulang ke rumah saya. Terima kasih.
Boneka-2: Silakan, Bapak tentara
Tuhan
memberkati!
- Sementara Boneka-1 pergi, boneka-3 berlari menyusul di belakangnya.
Boneka-3:
(sambil berlari) .. huh
huh
huh
wah, capeknya
mana Bapak Tentara tadi?
hmh
hmh
hmhh
. Itu dia!
- Boneka-3: (dengan terengah-engah) Pak Tentara
. Pak Tentara
tunggu
sebentar!
Boneka-1: (berhenti dan menoleh). Lho
kamu kan Gehazi, pembantunya
Bapak Elisa? Mengapa mengejar saya?
Boneka-3: Saya disuruh Bapak Elisa
katanya
Bapak Elisa mau menerima uang dan pakaian yang Bapak tawarkan tadi. Guru yang
lain menjelaskan pada anak bahwa Gehazi berbohong, dan itu tidak baik.( Bila
perlu, adakan dialog singkat dengan Boneka-3.)
Guru: Hey, Gehazi,
kamu bohong!
Bapak Elisa tidak menyuruh kamu untuk meminta uang dan pakaian.
Gehazi: Ah ..
diam kamu. Biar saja, kan tidak ada yang tahu, Bapak Elisa tidak tahu kok kalau
saya kemari. Nanti uang dan pakaiannya buat aku saja. Anak-anak jangan bilang
Bapak Elisa yah?!
- Boneka-1: Gehazi, ini uang dan pakaiannya
terimalah. Sampaikan salam saya
untuk Bapak Elisa ya?!
Kemudian Boneka-1 meninggalkan ruangan.
- Boneka-3: ha ha ha
Bapak Tentara saya tipu. Sekarang saya punya uang dan pakaian bagus. Saya mau beli es krim dan permen.
Tapi
pakaiannya saya sembunyikan dulu, supaya Bapak Elisa tidak tahu.
Kemudian Gehazi berjalan pulang.
- Boneka-1: Gehazi, darimana saja kamu?
Boneka-3: eh
anu
tidak dari mana-mana kok.
Boneka-1: Kamu bohong Gehazi! Tuhan melihat apa yang kamu lakukan.
Meskipun saya tidak melihat, tapi Tuhan tahu. Dan perbuatanmu itu salah! Karena
itu, Tuhan akan menghukummu.
(sementara itu, buatlah supaya boneka-3 berbalik
dari hadapan anak-anak dan taburi bagian wajah dan badannya dengan bedak putih).
- Boneka-3: Aaah
kenapa aku ini? .. huu ..huuu
huu
. (sambil menangis).
Aku kena sakit kulit, tunjukkan pada anak wajah dan badan Gehazi yang putih
karena sakit kusta) Tuhan menghukumku karena aku berbohong, huu .. huu
huu
.
(sambil berjalan keluar).
Penutup: Guru menjelaskan kepada anak supaya tidak
berbohong seperti Gehazi. Meskipun orang lain tidak tahu, tapi Tuhan selalu
"melihat" dan "mengetahui" perbuatan anak-anak.
Ide aktivitas:
Menyanyikan lagu "Hati-hati Gunakan Tanganmu" (dilanjutkan dengan "kakimu",
"matamu", "mulutmu", "telingamu"). Kemudian bagikan gambar seorang anak dengan
beberapa bagian tubuh yang "hilang" (untuk permainan puzzle). Sesuai dengan lagu
di atas, minta anak menempelkan / menggambar bagian yang hilang tsb, yaitu:
tangan, kaki, mata, mulut, dan telinga.
Penekanan pelajaran-4:
Meskipun tidak ada orang lain yang mengetahui, Tuhan
senantiasa melihat dan mengetahui semua perbuatan mereka.
Kembali ke Daftar Isi
|