|
Para ahli psikologi beranggapan bahwa kebutuhan yang paling penting
dari seorang anak adalah kasih, dalam segala waktu ia perlu
dikasihi.
Kasih adalah hal yang paling mudah dirasakan, anak-anak biasanya
tahu apakah orangtua mereka benar-benar mengasihi mereka atau tidak.
Kasih orangtua tidak bisa digantikan dengan materi. Kasih yang
berdasar pada materi hanya memberikan kesenangan sementara dan tidak
dapat memuaskan kebutuhan jiwanya.
Kasih datang dari Allah, tetapi kasih itu dapat disalurkan kepada
anak-anak melalui orangtua atau orang lain. Oleh sebab itu,
seandainya orangtua dan guru mengatakan, "Kalau kamu melakukan ini,
maka Allah tidak mengasihi kamu," maka hal itu sulit untuk diterima
oleh anak karena mereka membutuhkan kasih tanpa syarat. Adakalanya
kita harus menggunakan cara yang khusus agar mereka merasa dikasihi.
Dalam kebudayaan orang timur, para orangtua tidak biasa untuk
menyatakan kasih secara terus terang, karena kebudayaan telah
membuat orangtua tidak begitu terang-terangan menyatakan kasihnya
sehingga anak sulit merasakan kasih sayang orangtua.
Kasih seharusnya dinyatakan melalui sentuhan, perkataan, sikap, dan
perilaku. Bila anak-anak sejak kecil dapat merasakan dirinya
dikasihi, maka ia pun belajar mengasihi orang lain. Oleh sebab itu,
orangtua harus selalu memperhatikan kebutuhan dasar anaknya, yaitu
kebutuhan kasihnya.
Sumber: Menerobos Dunia Anak, Dr. Mary Go Setiawani, , halaman 29, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 2000.
|