SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Senin 8 September 2008   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         Pustaka  
  Utama > Pustaka > Bagaimana Mengevaluasi Kurikulum?  

Cari di Pustaka Cari di Pustaka
   

Topik TOPIK
  Pelayanan Anak Umum (98)
Pelayanan Sekolah Minggu (74)
Guru - Pendidik (148)
Anak - Murid (170)
Metode dan Cara Mengajar (160)
Kurikulum - Pedoman Mengajar (15)
Fasilitas Pelayanan Anak (15)
Penginjilan Anak - Misi Anak (55)
Pengajaran - Doktrin (277)
Doa - Musik - Ibadah (80)
Program Khusus Anak (43)
Perayaan Hari Raya Kristen (186)
Aktivitas dan Ketrampilan Anak (110)
Literatur untuk Anak (11)
Organisasi Pelayanan Anak (4)
Sudut untuk Anak (27)
Kesaksian Guru (48)
Humor (10)

Total 1448 tulisan dalam 18 topik.
 

Frequently Asked Questions FAQ
  Apakah PEPAK menjual buku-buku rohani pelayanan anak? jawabannya  

Subscribe e-BinaAnak / e-BinaGuru Berlangganan
e-BinaAnak / e-BinaGuru

Bagaimana Mengevaluasi Kurikulum?

Tanggal terbit:
3-4-2002

Topik:
Kurikulum - Pedoman Mengajar

Tipe Bahan:
Tips

Tulisan ini pernah dimuat di:
e-BinaAnak edisi 70
Tampilan cetak
Beri tahu teman Anda
Kirim tulisan ini ke email Anda


Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan yang dapat dipakai untuk menilai apakah Kurikulum yang dipakai di Sekolah Minggu anda telah memenuhi syarat sebagai Kurikulum yang baik.

A. ISI: Materi apa yang diajarkan dalam kurikulum?

  1. Apakah bahan-bahan pelajarannya didasarkan pada Alkitab, sebagai sumber pengajaran pendidikan Kristen di SM anda?
  2. Apakah bahan-bahan pelajarannya memberikan lebih banyak fakta-fakta Alkitab dari pada interpretasi atau tafsiran yang kurang tepat?
  3. Apakah bahan pelajarannya mengajarkan kebenaran Firman Tuhan secara konsisten?
  4. Apakah bahan pelajarannya mengajarkan kebenaran Alkitab secara lengkap, jelas dan apa adanya, termasuk mujizat dan keajaiban yang Tuhan Yesus lakukan?
  5. Apakah bahan pelajarannya mengajak murid untuk memiliki hubungan dengan Tuhan semakin dekat dan pribadi?
  6. Apakah bahan pelajarannya mengajar murid untuk memiliki komitmen yang jelas dengan Tuhan?
  7. Apakah bahan pelajarannya mengajar murid untuk memiliki iman percaya yang kuat kepada-Nya?

B. FALSAFAH: Bagaimana kurikulum didesign?

  1. Apakah bahan pelajarannya memiliki tujuan pengajaran yang jelas dan dapat dijalankan/dicapai?
  2. Apakah bahan pelajarannya memiliki kunci pengajaran yang jelas sesuai dengan tujuan pengajaran?
  3. Apakah bahan pelajarannya memiliki keseimbangan pengajaran yang baik antara iman (pengetahuan) dan perbuatan (aplikasi)?
  4. Apakah bahan pelajarannya sesuai dengan tingkat kemampuan murid-murid dan juga interest dan kebutuhannya?
  5. Apakah bahan pelajarannya memungkinkan murid untuk mereview pelajaran sebelumnya sehingga murid dapat terus mengingat pelajaran yang telah diberikan?
  6. Apakah bahan pelajaran memiliki tingkat kesulitan yang merata dan meningkat sesuai dengan bertambahnya usia anak?
  7. Apakah bahan pelajarannya memberikan ruangan bagi guru untuk berkreasi dengan leluasa?
  8. Apakah bahan pelajarannya cukup fleksibel sehingga guru dapat menambah dengan materi-materinya sendiri yang sesuai dengan kebutuhan anak didiknya?

C. METODOLOGI: Bagaimana kurikulum menolong menyajikan pelajaran?

  1. Apakah bahan pelajarannya menawarkan teknik mengajar yang kreatif?
  2. Apakah bahan pelajarannya memakai alat-alat mengajar yang sederhana dan cocok untuk digunakan dalam segala keadaan?
  3. Apakah bahan pelajarannya menyediakan alat-alat belajar yang mendorong murid untuk belajar lebih mudah dan menyenangkan?
  4. Apakah bahan pelajarannya cukup fleksibel digunakan di berbagai konteks belajar mengajar?
  5. Apakah bahan pelajarannya juga menyediakan tambahan materi pelengkap agar guru dapat belajar lebih luas?
  6. Apakah bahan pelajarannya dapat digunakan baik oleh guru yang berpengalaman atau yang belum berpengalaman?
  7. Apakah bahan pelajarannya mendorong guru untuk bereksperimen dan memberi keleluasaan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri?

Sumber:
  • Childhood Education in the Church, Robert E. Clark, Joanne Brubaker, & Roy B. Zuck, , halaman 261 - 263, Moody Press, Chicago, 1986.
  • Christian Education: Foundations for the Future, Robert E. Clark, , halaman 499 - 501, Moody Press, Chicago.


  • Berikut ini beberapa tulisan yang bertopik sama:
  • Allah Menghukum Manusia Berdosa
    20-8-2003 | Bahan Mengajar
  • Daud Diserang Saul Lagi
    13-8-2003 | Bahan Mengajar
  • Buku Pedoman Guru
    10-4-2002 | Artikel
  • Kekuatan Sebuah Kurikulum
    3-4-2002 | Artikel
  • Pengertian dan Dasar-dasar Kurikulum
    3-4-2002 | Artikel
  • Kebangkitan Yesus
    27-3-2002 | Bahan Mengajar
  • Kejatuhan Manusia dalam Dosa
    20-3-2002 | Bahan Mengajar
  • Simulasi Balon Dosa dan Yesus
    20-3-2002 | Bahan Mengajar
  • Mengajar Anak Tentang Kematian
    20-3-2002 | Bahan Mengajar
  • Yesus Dikhianati dan Disalib
    13-3-2002 | Bahan Mengajar

  • Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas