|
[[Redaksi: GSM terkadang bingung bagaimana mengajar ASM mengenai
dosa secara lebih terperinci. Alat peraga dapat membantu guru untuk
menjelaskan lebih dalam mengenai kejatuhan dosa manusia. Anak
biasanya akan lebih memperhatikan pengajaran guru yang menggunakan
alat peraga daripada guru yang hanya sekedar berkata-kata saja.
Berikut ini satu contoh cara mengajarkan mengenai dosa dengan
menggunakan alat peraga yang sederhana.]]
Objek:
Dua telur dan dua gelas.
Konsep:
Kejatuhan manusia ke dalam dosa menghancurkan gambaran Allah di
dalam manusia tersebut, tetapi meskipun demikian gambaran Allah yang
sudah rusak itu masih tetap ada.
Teks:
"Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan
manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru
yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang
benar menurut gambar Khaliknya" (Kolose 3:9-10)
Pelaksanaan:
Apakah ketika sarapan kalian pernah memakan sebuah telur ayam?
(Angkat telur yang ada di tangan anda.)
Banyak orang menggunakan telur untuk sarapan pagi mereka. Ada yang
dibuat telur rebus, ada yang telur mata sapi, ada yang telur dadar.
Tetapi sebelum kamu dapat memakannya kamu perlu memecahkan telur itu
terlebih dahulu.
(Angkat gelas di tangan yang lain dan tunjukkan keduanya yaitu telur
dan gelas kepada pendengar.)
Sekarang jika saya mengambil telur dan menjatuhkannya ke dalam
gelas, itu akan kelihatan berbeda. Bukankah begitu? Selain tidak
mudah untuk dipegang lagi, telur yang sudah pecah itu tidak akan
mendapatkan kulit telur yang mulus seperti semula, melainkan sudah
tercampur aduk.
(Jatuhkan telur dari tempat yang tingginya kira-kira 1.5 meter dan
lihat hasilnya.)
Telur itu kadang-kadang sama seperti kita, anak-anak. Tahukah kamu
pada waktu Allah menjadikan Adam dan Hawa, Ia membuatnya bagus,
sempurna, dan segambar dengan Allah. Allah membuat manusia seperti
diri-Nya -- untuk mengasihi, dan mengerjakan yang baik dan benar.
Kemudian dosa datang. Adam, bapak dari semua manusia, jatuh dalam
dosa karena tidak menaati Allah. Manusia sama dengan telur yang
jatuh ke dalam gelas tadi. Dan semua anak Adam, cucu Adam serta
semua keturunan Adam yang hidup sampai saat ini (termasuk kalian dan
saya) adalah orang berdosa. Kehidupan manusia semuanya menjadi kacau
balau. Gambaran Allah yang sempurna di dalam kita telah hancur, sama
seperti telur yang pecah di dalam gelas itu.
Tetapi ketika kamu melihat ke dalam gelas saya (perhatikan hal itu
kepada pendengar) kamu tetap dapat melihat bahwa saya mempunyai
sebuah telur di sini. Tapi telur itu telah kacau balau, tetapi dia
tetap sebutir telur. Demikian juga manusia tetap ciptaan Allah,
meskipun dia telah jatuh di dalam dosa.
Karena Allah mengasihi kita, maka Allah mengirimkan Anak-Nya, Tuhan
Yesus, untuk menyelamatkan kita. Dia memberikan kepada kita hati
yang baru sehingga kita dapat mengasihi Allah. Dibutuhkan mujizat
untuk menyatukan kembali telur yang sudah pecah itu, bukankah
begitu? Dibutuhkan mujizat untuk menyempurnakan kembali kehidupan
yang sudah hancur. Mujizat itu hanya bisa didapatkan di dalam "Kasih
Yesus". (Guru menunjukkan telur yang masih utuh dalam gelas yang
lain.)
Sumber: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2, , halaman 193 - 194, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996.
|