SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Jumat 22 Agustus 2008   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         Pustaka  
  Utama > Pustaka > Simulasi Balon Dosa dan Yesus  

Cari di Pustaka Cari di Pustaka
   

Topik TOPIK
  Pelayanan Anak Umum (98)
Pelayanan Sekolah Minggu (74)
Guru - Pendidik (148)
Anak - Murid (170)
Metode dan Cara Mengajar (160)
Kurikulum - Pedoman Mengajar (15)
Fasilitas Pelayanan Anak (15)
Penginjilan Anak - Misi Anak (55)
Pengajaran - Doktrin (277)
Doa - Musik - Ibadah (80)
Program Khusus Anak (43)
Perayaan Hari Raya Kristen (186)
Aktivitas dan Ketrampilan Anak (110)
Literatur untuk Anak (11)
Organisasi Pelayanan Anak (4)
Sudut untuk Anak (27)
Kesaksian Guru (48)
Humor (10)

Total 1448 tulisan dalam 18 topik.
 

Frequently Asked Questions FAQ
  Apakah itu Sudut untuk Anak? jawabannya  

Subscribe e-BinaAnak / e-BinaGuru Berlangganan
e-BinaAnak / e-BinaGuru

Simulasi Balon Dosa dan Yesus

Tanggal terbit:
20-3-2002

Topik:
Kurikulum - Pedoman Mengajar

Tipe Bahan:
Bahan Mengajar

Tulisan ini pernah dimuat di:
e-BinaAnak edisi 68
Tampilan cetak
Beri tahu teman Anda
Kirim tulisan ini ke email Anda


[[Redaksi: Dosa dan penebusannya harus diajarkan kepada anak sejak masih dini. Banyak cara yang dapat digunakan untuk mengajar anak tentang: dosa, berdosa dan penebusan. Berikut ini satu metode dengan menggunakan alat peraga yang dapat dipakai GSM untuk mengajar anak mengenai dosa.]]

Tujuan:

Anak memahami dosa sebagai sikap manusia yang memberontak kepada Allah. Sikap yang tidak mau tunduk kepada Allah dan tidak mau berkelakuan dengan cara hidup yang Allah inginkan adalah sikap hidup yang tidak baik. Akibat dari dosa adalah manusia terikat dan terbeban dengan berbagai derita, dan upah dosa adalah maut. Yesus menebus dosa manusia dengan menanggungnya di atas kayu salib, dan Ia mau menerima dan mengampuni orang yang berdosa sebagai anak-anak- Nya.

Penerapan:

  1. Guru menyiapkan banyak balon yang sudah ditiup. Guru juga menuliskan segala macam bentuk perbuatan yang tidak baik, misalnya: menipu, mencuri, omong kotor, menyontek, dan sebagaiya. Contoh boleh sebanyak mungkin (sejumlah balon yang tersedia), dan masing-masing tulisan itu ditulis atau ditempelkan pada balon-balon tersebut, masing-masing balon cukup satu kata.
  2. Mintalah seorang anak untuk maju ke depan kelas, namakan ia si "Suci" (beri tulisan besar "si Suci" di dadanya). Buatlah cerita sederhana tentang si Suci yang melakukan hal-hal yang berdosa, misalnya: "Si Suci melihat ada dompet milik temannya, karena tergiur ia kemudian mencuri dompet itu".
  3. Lalu guru menanggalkan tulisan "si Suci" diganti "Orang Berdosa". Sambil meminta anak itu mengangkat balon yang bertuliskan "mencuri", mintalah anak itu bergaya seolah-olah balon yang diangkatnya itu sangat berat. Tanyakan kepadanya bagaimana perasaan seorang pencuri? Takut kalau tertangkap, perasaan itu menghantuinya setiap hari, sehingga ia merasa hidupnya sangat gelisah. Teruskan cerita seperti itu, dengan memberi contoh konkret soal dosa: berbohong, menolak Allah (misalnya tidak percaya Allah, tidak mau berdoa), memukul orang lain yang tidak bersalah, dan sebagainya. Sekarang si pemeran "orang berdosa" semakin berat bebannya sehingga ia jatuh, karena tidak kuat lagi. Jelaskan, inilah akibat dosa, membuat manusia susah sendiri, hidup tidak senang, dulu ketika ia "suci" ia tidak berbeban berat, hidupnya ringan.
  4. Kemudian mintalah satu anak lain lagi berperan sebagai Yesus, beri tulisan di dada anak tersebut "Juruselamat" atau "Penebus dosa". Si pemeran Yesus kasihan melihat anak yang membawa beban dosa, dan "Yesus" mengangkat beban-beban itu, sehingga sekarang dosa itu dipikul Yesus, dan si pemeran Yesus meletuskan balon-balon tersebut (dengan alat peletus balon). Setelah itu, Yesus mengganti tulisan "Orang Berdosa" dengan "Anak Tuhan!" Dan pemeran Yesus menggandeng tangan orang tersebut berjalan-jalan di sekeliling kelas.
Simulasi di atas mengajak anak memahami bahwa berbuat dosa telah mengakibatkan hidup kita celaka, menderita, dan dihantui rasa bersalah. Yesus datang mengampuni dosa kita, karena Ia telah mengalahkan dosa, dan Ia juga menuntun anak-anak yang mau percaya kepada-Nya.

Sumber:
  • Teknik Kreatif dan Terpadu dalam Mengajar Sekolah Minggu, Paulus Lie, , halaman 113 - 114, Yayasan Andi, Yogyakarta, 1999.


  • Berikut ini beberapa tulisan yang bertopik sama:
  • Allah Menghukum Manusia Berdosa
    20-8-2003 | Bahan Mengajar
  • Daud Diserang Saul Lagi
    13-8-2003 | Bahan Mengajar
  • Buku Pedoman Guru
    10-4-2002 | Artikel
  • Bagaimana Mengevaluasi Kurikulum?
    3-4-2002 | Tips
  • Kekuatan Sebuah Kurikulum
    3-4-2002 | Artikel
  • Pengertian dan Dasar-dasar Kurikulum
    3-4-2002 | Artikel
  • Kebangkitan Yesus
    27-3-2002 | Bahan Mengajar
  • Kejatuhan Manusia dalam Dosa
    20-3-2002 | Bahan Mengajar
  • Mengajar Anak Tentang Kematian
    20-3-2002 | Bahan Mengajar
  • Yesus Dikhianati dan Disalib
    13-3-2002 | Bahan Mengajar

  • Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas