|
Untuk Pembina:
- Bacalah:
Matius 26:56; 27:1-5; 11-66
Yohanes 19:1-30; 38-42
- Terlebih dahulu guru harus mempelajari bacaan di atas dengan
sungguh-sungguh!
- Kita akan belajar mengenai salah seorang murid Yesus yang
mengkhianati Dia dan mengenai penyaliban Yesus. Kemukakanlah
bahwa Allah telah mengirimkan Yesus yang tidak berdosa untuk
menjadi korban tebusan bagi dosa manusia.
- Ceritakan hal itu kepada kelas anda!
Pertanyaan Pemanasan:
- Ketika Yesus berbicara mengenai kepergian-Nya, kemana Dia akan
pergi?
(Jawab: Yesus akan kembali ke sorga.)
- Yesus berkata bahwa setelah Ia kembali ke sorga, Ia akan
mengirim Seseorang untuk menyertai kita, orang-orang percaya.
Siapakah yang dimaksudkan-Nya?
(Jawab: Yesus mengirim Roh Allah atau Roh Kudus untuk menyertai
kita.)
- Bagaimana Roh Kudus dapat selalu menyertai orang-orang yang
percaya?
(Jawab: Roh Kudus akan tinggal dalam kehidupan tiap orang yang
percaya.)
- Bagaimana kita tahu bahwa setelah Yesus mati, Allah akan
menepati janji-Nya?
(Jawab: Yesus, yang tidak berdosa, telah datang ke dunia untuk
menebus dosa manusia. Dia akan membela orang tebusan-Nya dan
Dia telah mengalahkan Iblis! Janji Allah telah ditepati!)
Katakan Kepada Murid-murid:
Carilah sifat-sifat Allah yang terdapat dalam cerita ini! Coba
ceritakan tentang setiap sifat Allah itu.
Bacakan:
Yohanes 18:1-18
Cerita:
Para imam kepala dan tua-tua orang Yahudi membayar Yudas 30 keping
perak untuk mengkhianati Yesus. Yesus berkata kepada para murid-Nya
bahwa salah seorang di antara mereka akan mengkhianati-Nya. Yesus
sudah mengetahui bahwa orang itu adalah Yudas Iskariot.
Pada suatu malam Yudas datang bersama dengan tentara Romawi dan para
pengawal yang dikirim oleh Imam Agung dan orang Farisi untuk
menangkap Yesus. Mereka menghampiri Yesus, lalu Yudas mencium Yesus,
sebagai tanda orang itulah yang harus mereka tangkap. Yesus
bertanya, "Mengapa kalian datang kepada Saya dengan pedang dan
pentungan untuk menangkap Saya? Apakah Saya ini seorang penjahat?
Setiap hari Saya mengajar di Rumah Tuhan, dan engkau tidak menangkap
Saya." Lalu para pengikut Yesus lari meninggalkan Dia.
Orang-orang yang menangkap Yesus membawa-Nya ke rumah Imam Agung.
Lalu Imam Agung bertanya kepada Yesus tentang apa yang telah
dilakukan-Nya. Kemudian mereka membawa Yesus kepada Pilatus,
Gubernur Romawi. Gubernur itu bertanya, "Apakah Engkau Raja orang
Yahudi?" [Matius 27:11]
Yesus mengatakan kepada Pilatus bahwa kerajaan-Nya bukanlah dari
dunia. Pilatus keluar dan berbicara kepada mereka, "Saya tidak
menemukan kesalahan apa-apa dari orang ini." Lalu Pilatus
mengingatkan mereka bahwa biasanya tiap tahun mereka melepaskan
seorang tawanan. Pilatus ingin melepaskan Yesus.
Tetapi mereka berteriak. "Jangan Dia! Lepaskan Barabas saja!"
Barabas itu seorang perampok.
Sementara itu, Petrus tidak mengakui bahwa dia mengenal Yesus.
Kemudian Pilatus mencambuk Yesus dan para prajurit memahkotai
kepala-Nya dengan duri. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan
mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka mengejek Yesus, "Hidup
Raja orang Yahudi!" [Yohanes 19:3]. Mereka menampar Yesus.
Ketika Pilatus mengumpulkan para Imam Agung, para pejabat
pemerintah, dan orang-orang lain, Pilatus berkata, "Saya tidak
menemukan alasan yang menyebabkan Yesus harus dihukum." Pilatus
berkata begitu dua kali.
Lalu mereka sekali lagi berteriak, "Salibkan Dia! Salibkan Dia!"
Orang-orang Yahudi menjawab, "Menurut hukum kami Ia harus dihukum
mati. Ia mengaku diri-Nya Anak Allah."
Ketika Pilatus mendengar mereka berkata begitu, ia lebih takut
lagi, dan ia mencoba mencari jalan untuk melepaskan Yesus, tetapi
mereka tetap ingin menyalibkan Yesus.
Mereka menaruh salib di punggung-Nya dan menggiring-Nya ke tempat
yang disebut Golgota. Banyak orang mengikuti-Nya; beberapa wanita
menangisi-Nya. Para prajurit memaku tangan dan kaki-Nya pada salib
itu. Ada dua orang penyamun yang disalib bersama Yesus, satu di
sebelah kanan dan yang satu di sebelah kiri Yesus.
Para prajurit menawarkan kepada Yesus untuk meminum madu bercampur
cuka. Mereka mengejek dan mencemooh Yesus. "Ia sudah menyelamatkan
orang lain, padahal diri-Nya sendiri Ia tidak dapat selamatkan!"
[Matius 27:42]. Mereka juga menginginkan jubah Yesus. Lalu
mereka mengundi jubah-Nya, siapa yang akan memperolehnya.
Di kayu salib Yesus berdoa, "Bapa, ampunilah mereka, karena mereka
tidak mengetahui apa yang telah mereka perbuat."
Salah seorang penyamun tadi berkata, "Ingatlah saya Yesus,
apabila Engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Yesus berkata, "Sekarang juga engkau akan bersama-Ku di sorga."
Ibu Yesus berdiri di sisi salib. Yesus melihat ibu-Nya dan murid
yang dikasihi-Nya, lalu berkata kepada ibu-Nya, "Ibu, ini anak Ibu"
[Yohanes 19:26 ]. Juga berkata kepada murid-Nya itu, "Itu
ibumu" (ayat 27). Maka murid itu membawa ibu Yesus ke rumahnya.
Pada pukul 12, tengah hari, matahari tidak bersinar lagi; maka
gelaplah seluruh daerah itu hingga pukul tiga. Pada saat itu tirai
yang terpasang di Bait Allah tercabik menjadi dua. Ada gempa bumi
yang hebat, dan batu-batu terbelah. Beberapa kubur terbuka, dan
banyak orang yang percaya pada Tuhan bangkit dari kubur. Yesus tahu
bahwa sekarang semuanya sudah selesai.
Menurut adat orang Yahudi, tidak diperkenankan mayat orang yang
disalib tetap digantung di kayu salib. Para prajurit mematahkan
kaki kedua penyamun yang disalib itu supaya mereka yakin bahwa kedua
orang itu sudah mati. Ketika mereka sampai pada tubuh Yesus, mereka
melihat bahwa Yesus telah mati. Itu sebabnya mereka tidak mematahkan
kaki-Nya tetapi salah seorang prajurit menikamkan tombak pada
pinggang-Nya, keluarlah air dan darah.
Seorang pria bernama Yusuf, dari Arimatea, minta izin kepada Pilatus
untuk mengambil jenazah Yesus. Maka Yusuf mengambil-Nya, lalu
dibungkus dengan kain kafan dan dimasukkan dalam kuburan yang digali
pada batu padat. Para wanita yang mengikuti Yesus mengetahui di mana
Yesus dikubur. Batu yang besar diletakkan pada mulut kubur itu,
lalu disegel.
Yesus Kristus, Anak Allah yang dijanjikan sudah mati untuk menebus
dosa manusia. Yesus adalah korban yang sempurna, tanpa dosa. Korban
ini disediakan Allah bagi kita semua.
Tanyakan Kepada Murid-murid:
Sifat-sifat Allah yang mana yang dijelaskan dalam cerita ini?
Coba jelaskan bagaimana kalian mengenali sifat-sifat itu?
Sifat-sifat Allah dalam Cerita Ini:
Allah menepati janji-Nya, Allah tidak melupakan janji-Nya kepada
Adam dan Hawa bahwa seorang keturunan mereka akan menyelamatkan
umat Allah dari dosa mereka. Yesuslah yang dijanjikan Allah itu.
Sumber: Sampaikan Cerita Keselamatan: Menyatakan Sifat-sifat Allah dan Kebenaran-Nya, Dell & Rachel Schultz, , halaman 151 - 155, Lembaga Literatur Baptis.
|