Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Pintu Bibir Kita


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Persiapan: Tulislah Mazmur 141:3 di papan tulis atau di selembar kertas besar. Pada waktu Saudara berbicara, tambahkan tiga pokok yang digarisbawahi di bagian renungan. Nyanyian bersama: "Hati-Hati Mulut Apa Katamu"; "Tanganku Kerja Buat Tuhan"; "Puji Dia". Cerita: Pemimpin Sekolah Minggu Ada ayat Alkitab yang merupakan cerita, ada yang merupakan janji. Ayat ini (tunjuk pada papan tulis) merupakan doa- doa yang baik untuk kita doakan pada pagi hari dan berulang kali sepanjang hari. Mari kita menghafalnya.
  1. Persiapan:

  2. Tulislah Mazmur 141:3 di papan tulis atau di selembar kertas besar. Pada waktu Saudara berbicara, tambahkan tiga pokok yang digarisbawahi di bagian renungan.

  3. Nyanyian bersama:

  4. "Hati-Hati Mulut Apa Katamu"; "Tanganku Kerja Buat Tuhan"; "Puji Dia".

  5. Cerita: Pemimpin Sekolah Minggu

    Ada ayat Alkitab yang merupakan cerita, ada yang merupakan janji. Ayat ini (tunjuk pada papan tulis) merupakan doa- doa yang baik untuk kita doakan pada pagi hari dan berulang kali sepanjang hari. Mari kita menghafalnya. (Luangkan beberapa menit untuk menghafal ayat itu.)

    Sebagai orang Kristen, kita harus berhati-hati dengan kata-kata yang diucapkan oleh bibir kita. "Awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku." Ada tiga alasan mengapa kita meminta Allah menolong kita menjaga kata-kata yang kita ucapkan.

  1. Kita tidak dapat menarik kembali kata-kata yang telah kita ucapkan. Kata-kata bagaikan kapok atau bulu halus yang beterbangan. Bagaimana dengan kata-kata yang kita ucapkan tanpa pikir pada waktu marah, yang melukai teman atau orang tua kita? Kalian tidak berpikir sebelum mengucapkannya, tetapi kalian tidak dapat menariknya kembali.

  2. Kata-kata yang kita gunakan sesungguhnya menunjukkan keadaan kita yang sebenarnya. Jika kata-kata kita selalu menunjukkan ketidaksabaran dan kemarahan, orang lain pasti akan melihat bagaimana keadaan hati kita. Di rumah sekalipun kita harus menjaga pintu bibir kita. Kadang-kadang kita merasa bahwa kita tidak perlu manis dan baik terhadap mereka yang mengasihi dan memelihara kita. Tetapi itu salah! Rumah adalah tempat latihan untuk menjaga bibir kita. Tuhan dapat dan akan menolong kita.

  3. Banyak ayat dalam firman Allah memberi tahu bahwa kita harus berhati-hati dengan bibir kita. "Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu." "Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan." "Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya." Itu hanya beberapa dari ayat-ayat yang menunjukkan bahwa kita harus berhati-hati dengan bibir kita!

  4. Kita semua tahu bahwa kita tidak dapat menjaga pintu bibir kita dengan kekuatan kita sendiri. Mudah sekali untuk berbicara tanpa dipikir. Kita harus meminta pertolongan kepada Allah. Lalu kita harus berusaha untuk hanya mengatakan kata-kata yang baik sehingga tidak akan ada tempat bagi yang jahat. Sering kali kita berdoa tanpa memikirkan apa yang kita ucapkan. Tetapi Allah berkenan jika kita akan berbicara kepada-Nya seperti kepada seorang ayah, dengan menceritakan keperluan kita kepada-Nya dengan kata-kata kita sendiri. Ayat yang kita hafal hari ini jika digunakan dengan dipikirkan dalam-dalam, merupakan satu cara yang baik untuk berdoa.

  5. Doa.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul Artikel:Pintu Bibir Kita
Judul Buku:Buku Pintar Sekolah Minggu Jilid 1
Pengarang:Tidak dicantumkan
Halaman:92
Penerbit:Yayasan Gandum Mas

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

Sumber
Judul Artikel: 
Pintu Bibir Kita
Judul Buku: 
Buku Pintar Sekolah Minggu Jilid 1
Pengarang: 
Tidak dicantumkan
Halaman: 
92
Penerbit: 
Yayasan Gandum Mas

Komentar