Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Persiapan Guru Melalui Manajemen Kelas


Edisi PEPAK: e-BinaAnak 389 - Persiapan Guru

Ditulis oleh: Brenda Layman Manajemen kelas bisa menjadi masalah besar bagi para guru sekolah minggu. Namun, memahami kebutuhan anak-anak dalam lingkungan belajar, akan memberi rasa percaya diri pada guru. Sebagian besar anak termasuk dalam tiga kelompok -- anak yang penerima, pemberani, atau pemurung. Dengan mengingat terus "aturan-aturan" ini, diharapkan bisa menolong keberhasilan dalam mengajar. Anak yang penerima selalu siap menerima aturan-aturan, lebih mudah dalam masa transisi

Ditulis oleh: Brenda Layman

Manajemen kelas bisa menjadi masalah besar bagi para guru sekolah minggu. Namun, memahami kebutuhan anak-anak dalam lingkungan belajar, akan memberi rasa percaya diri pada guru. Sebagian besar anak termasuk dalam tiga kelompok -- anak yang penerima, pemberani, atau pemurung. Dengan mengingat terus "aturan-aturan" ini, diharapkan bisa menolong keberhasilan dalam mengajar.

Anak yang penerima selalu siap menerima aturan-aturan, lebih mudah dalam masa transisi dan bergaul dengan anak-anak sebaya mereka. Para guru boleh saja tidak memberikan perhatian khusus kepada mereka karena mereka memang tidak memintanya. Untuk memastikan bahwa anak-anak ini memiliki pengalaman yang baik, maka guru harus menetapkan satu hal dalam memerhatikan mereka.

Anak yang penerima mungkin tidak sigap dalam memberikan komentar atau jawaban secara spontan. Mereka perlu diberi pertanyaan "bagaimana menurutmu?" sebelum mereka memberikan pendapat/komentar. Mereka nampaknya juga dewasa, tetapi guru harus menghindari godaan untuk menjadikan mereka sebagai "pengasuh" dengan menempatkan teman-teman yang suka membuat keributan di sekitar mereka.

Anak yang pemberani memiliki kepribadian yang kuat dan aktif. Mereka ramai, sibuk, dan tidak pernah lelah. Mereka berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan mereka. Kegiatan kelompok yang memerlukan banyak gerak akan membantu anak-anak ini untuk lebih menikmati pelajaran. Duduk dan mendengarkan dengan tenang sangatlah sulit bagi mereka, jadi disarankan untuk menyelingi kegiatan dengan permainan dan keterampilan.

Musik sering kali bisa menahan minat anak-anak pemberani ini, dan musik juga memberikan pengaruh untuk lebih tenang. CD lagu-lagu pujian yang diputar saat mereka datang, dapat mendorong anak untuk lebih tenang dalam bertingkah laku.

Penampilan kelas harus merangsang dan menarik perhatian anak-anak. Hal utama yang harus diingat adalah bahwa anak-anak ini lebih senang mengalami suatu hal daripada hanya mendengarnya saja.

Anak yang pemurung juga mudah dikenali. Pada saat mereka masih kecil, anak-anak ini akan selalu ada bersama dengan orang tua mereka dan sering menangis saat ditinggal di ruang sekolah minggu. Mereka sangat lengket dengan orang dewasa dan bisa saja menolak untuk ikut berpartisipasi.

Waktu belajar harus terencana sehingga anak-anak pemurung menjadi nyaman dan terbiasa dengan alur kegiatan. Ruang kelas harus diatur sehingga lingkungannya secara fisik terasa mengundang dan tertib. Daerah yang tenang bisa dibuat dengan menyediakan kursi yang empuk, binatang mainan, dan rak buku sehingga anak-anak bisa menarik diri dari kelompok bermain saat mereka merasa lelah.

Dengan terus mengingat aturan tentang perilaku anak ini, maka guru bisa memeriksa lingkungan kelas dengan pandangan baru supaya bisa berhasil.

Apakah ruangan itu dirancang dan dihias dengan menarik dan menyenangkan? Apakah ada daerah yang tenang? Apakah penyusunan itu menunjukkan ketenangan? Apakah ada musik yang tenang dan lembut?

Apakah rencana pelajaran dirasa cukup nyaman, cukup bervariasi untuk menyalurkan energi, sesuai dengan rentang perhatian mereka yang singkat, dan apakah pelajaran itu dapat dipahami oleh anak-anak?

Apakah guru dapat membiasakan diri untuk memanggil anak-anak dengan menyebutkan nama mereka masing-masing, menanyakan apa pendapat mereka, dan membantu mereka untuk selalu ingat agar memperlakukan orang lain seperti yang Yesus ajarkan?

Dengan merancang ruang kelas sekolah minggu seperti ini, para guru dapat berhasil menyampaikan firman Tuhan kepada anak-anak dan menghargai setiap anak.

Brenda Layman adalah guru di Reynoldsburg United Methodist Church Preschool, anggota Peace United Methodist Church di Pickerington, Ohio, dan pembicara bersertifkat. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:

START_SUMBER:
SUMBER 1:
__Halaman :
__Bab :
__Judul Artikel :The ABCs of Classroom Management
__Penulis Artikel :Brenda Layman
__Nomor Edisi :
__Tahun Edisi :
__Judul Buku :
__Penulis Buku :
__Penerbit :
__Kota :
__Status Bahan :
__Tahun Terbit :
__Website :Sunday School -- It`s for Life --
__email :
END SUMBER 1
END_SUMBER

Komentar