Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Perjalanan Pertama Bayi Yesus


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Tujuan: Menolong anak menyadari bahwa Allah melindungi dan mengasihi Yesus sejak Ia masih bayi hingga menjadi dewasa. Ayat Hafalan: "Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau." (Kejadian 28:15) Persiapan Guru Pembacaan Alkitab: Jangan lupa membaca ayat-ayat Alkitab dengan teliti dan berdoa. Matius 2:13-23; Filipi 4:6, 7; Mazmur 37:1-24. Bacalah dengan teliti semua saran dan rencana yang diberikan pada permulaan buku ini dan Anda akan mendapatkan pengajaran Anda yang berhasil dan membawa

Tujuan: Menolong anak menyadari bahwa Allah melindungi dan mengasihi Yesus sejak Ia masih bayi hingga menjadi dewasa.

Ayat Hafalan: "Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau." (Kejadian 28:15)

Persiapan Guru

Pembacaan Alkitab: Jangan lupa membaca ayat-ayat Alkitab dengan teliti dan berdoa. Matius 2:13-23; Filipi 4:6, 7; Mazmur 37:1-24.

Bacalah dengan teliti semua saran dan rencana yang diberikan pada permulaan buku ini dan Anda akan mendapatkan pengajaran Anda yang berhasil dan membawa berkat yang besar.

Waktu Mengajar

Ibadah

Bila sudah tiba waktunya untuk mengajar, Anda berdiri di depan kelas dengan tenang dan mulailah menyanyikan nyanyian pembukaan dengan perlahan. Jagalah agar suasana kelas tidak formal, tetapi tertib dan hormat. Anak-anak akan segera mengerti bila Anda berdiri dengan tenang, sambil menunggu dan mulai menyanyi dengan perlahan, tibalah waktunya untuk beribadah dan memulai pelajaran. Suruhlah beberapa anak menyebutkan sebuah ayat dari Alkitab yang menceritakan bahwa Allah memelihara anak-anak. "Ia yang memelihara kamu" (1 Petrus 5:7). Bicarakan bagaimana Ia memelihara kita setiap saat. Pimpinlah dalam doa singkat, bersyukurlah kepada Allah untuk kasih dan pemeliharaan-Nya setiap saat.

Menyanyi: (lagu tentang pemeliharaan Allah)

Persembahan: Tempatkan di depan pintu sebuah kotak kecil atau botol tertutup yang telah diberi celah pada tutupnya dan bungkuslah dengan kertas yang indah agar mereka dapat melihatnya ketika mereka masuk. Selama hari Minggu berikutnya, suruhlah anak-anak memasukkan persembahan kasih mereka untuk Yesus ke dalam kotak atau botol itu pada saat mereka memasuki kelas. Pada saat yang tepat sewaktu kebaktian, suruhlah salah seorang anak membawa kotak itu dan anak-anak dapat memanjatkan doa pengucapan syukur bersama-sama:

"Yesus, berkatilah persembahan yang kami bawa kepada-Mu. Biarlah persembahan ini dapat dipakai untuk hal-hal yang baik; biarlah persembahan ini dapat menolong orang lain mengasihi Engkau; Yesus, kiranya kami dapat mengasihi Engkau juga. Dalam nama-Mu kami berdoa. Amin."

Ceritakan kepada anak-anak bagaimana uang persembahan kasih mereka akan digunakan.

Cerita Alkitab

Perjalanan Pertama Bayi Yesus

Pada suatu malam ketika bayi Yesus sedang tidur di dekat ibu-Nya, datanglah seorang malaikat dalam mimpi kepada Yusuf. Ia berkata, "Bawalah bayi Yesus ke negeri Mesir. Di sana Ia akan terhindar dari raja yang kejam yang hendak membunuh Dia."

"Maria, Maria!" kata Yusuf perlahan-lahan. "Seorang malaikat telah berbicara kepadaku dalam mimpi. Raja yang kejam itu hendak membunuh bayi Yesus. Kita harus membawa Dia ke tempat yang jauh agar Ia selamat."

Dengan segera Maria berganti pakaian. Ia membungkus makanan dan pakaian. Yusuf membawa keledai kecil mereka dan mengikat bekal mereka pada punggungnya. Kemudian Maria membangunkan bayi Yesus dan membedung-Nya dengan selimut yang halus dan hangat. Ketika Maria sudah duduk di atas keledai sambil memangku bayi Yesus, Yusuf lalu memimpin mereka melalui jalan-jalan sepi di kota kecil itu.

"Klip, klop, klip, klop," bunyi langkah kaki keledai terdengar di jalan. "Plok, plok, plok, plok," suara langkah Yusuf yang sedang berjalan di depan.

Tak lama kemudian Maria dan Yusuf serta bayi Yesus sudah berada di luar kota Bethlehem dengan selamat dan sekarang mereka sedang menuju ke negeri yang jauh ke tempat bayi Yesus akan tinggal dengan aman.

Perjalanan ke Mesir, ke negeri yang mereka tuju, sangatlah jauh. Pada siang hari mereka berjalan dan pada malam hari mereka berhenti untuk memasak makanan mereka dan beristirahat. Mereka bertemu banyak orang di jalan, tetapi sementara mereka berjalan tak seorang pun tahu bahwa itulah bayi Yesus yang sedang tidur dengan aman di pangkuan ibu-Nya.

Akhirnya mereka bertiga tiba di tempat mereka yang baru di Mesir. Betapa gembiranya mereka karena mereka sekarang aman. Bayi Yesus bertumbuh menjadi semakin besar setiap hari. Maria sangat mengasihi Dia dan Yusuf merasa sangat bangga dengan anak itu.

"Aku senang," kata Yusuf, "karena Allah telah mengirimkan malaikat untuk memberitahukan apa yang harus kita lakukan sehingga bayi ini selamat." Kemudian pada suatu malam, malaikat itu berbicara lagi kepada Yusuf.

"Bawalah Yesus dan Maria dan kembalilah ke rumahmu yang dahulu. Raja yang kejam itu telah meninggal dan kamu akan aman tinggal di sana."

"Bangun Maria!" kata Yusuf. "Kita boleh kembali ke negeri kita sendiri. Kita sekarang akan aman tinggal di sana karena raja yang kejam itu telah meninggal." Sekali lagi Maria membungkus pakaian dan makanan. Bekal itu diikat di atas punggung keledai.

"Klip, klop, klip, klop," terdengar langkah kaki keledai sementara keluarga itu kembali mengadakan perjalanan untuk pulang ke rumah mereka yang lama.

Betapa senangnya ketika mereka tiba di rumah kembali! Para tetangga dan sahabat-sahabat masih mengingat mereka dan senang melihat mereka kembali. Tetapi yang paling utama, setiap orang ingin melihat Yesus. Maria dan Yusuf mengucap syukur kepada Allah Bapa di surga karena melindungi mereka di perjalanan.

Kategori Bahan PEPAK: Perayaan Hari Raya Kristen

Sumber
Judul Buku: 
Cerita Alkitab yang Suka Kudengarkan
Pengarang: 
Tidak dicantumkan
Halaman: 
117 -- 119
Penerbit: 
Kalam Hidup
Kota: 
Bandung

Komentar