Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Peranan Sekolah Kristen dalam Pelayanan Anak


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Dalam dunia pendidikan Kristen, pertumbuhan sekolah-sekolah Kristen yang pesat menjadi pembangunan yang lebih penting dalam tahun-tahun terakhir ini. Banyak sekolah baru mulai berdiri dan sekolah-sekolah yang ada banyak pula yang mulai berkembang.

Sekolah Kristen tidak dibangun untuk menggantikan gereja atau rumah, melainkan untuk menambah tanggung jawab gereja dan rumah. Karena sekolah Kristen dan gereja-gereja injili masing-masing menganut suatu filosofi kehidupan yang alkitabiah; sekolah-sekolah Kristen ini mengajar dengan keselarasan. Sebaliknya, sekolah-sekolah non-Kristen dan gereja injili tidak percaya pada filosofi hidup yang sama. Gereja mengajarkan suatu filosofi hidup berdasarkan pewahyuan dari Allah, sedangkan sekolah-sekolah non-Kristen menolak pewahyuan dan mengajarkan suatu filosofi berdasarkan alasan manusia. Alhasil, murid-murid menjadi bingung karena mereka mendengar ajaran yang sangat berbeda ketika di gereja maupun di sekolah.

Sekolah Kristen juga harus bekerja sama dengan keluarga-keluarga Kristen. Sekolah menguatkan keluarga sebagai perintah yang alkitabiah dan teguran bagi orang tua digunakan oleh guru. Pada jam-jam sekolah, guru berperan sebagai orang tua.

TUJUAN DAN FILOSOFI PENDIDIKAN

Untuk memahami sekolah Kristen, kita harus memeriksa dasar alkitabiahnya karena keberadaan sekolah dibenarkan oleh Alkitab. Alasannya seperti berikut ini. Jika Alkitab adalah benar, pendidikan sebenarnya harus didasarkan pada Alkitab. Di sisi lain, dengan adanya pewahyuan dari Allah, suatu sekolah seharusnya didasarkan pada pewahyuan itu dan bukan pada alasan yang dibuat oleh manusia. Menyingkirkan Alkitab dari dasar filosofi suatu sekolah berarti menghadirkan pendidikan yang salah, menyimpang, dan tidak sah. Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat dan pengetahuan.

Berikut ini pernyataan-pernyataan filosofi, tujuan, dan sasaran pendidikan atau pelayanan yang tepat untuk sekolah-sekolah Kristen.

  1. Tuhan adalah Pencipta dan Penopang segala sesuatu dan Sumber dari semua kebenaran.
  2. Tuhan tetap mengatur bumi dan segala isi ciptaan-Nya.
  3. Karena dosa, manusia cenderung mengabaikan Tuhan dan gagal menghubungkan dirinya sendiri dan pengetahuannya kepada Tuhan, sumber dari semua hikmat.
  4. Lahir baru dengan percaya kepada Yesus Kristus. Arti dan nilai yang benar hanya dapat diketahui dengan pasti dalam terang pribadi, tujuan, dan karya-Nya.
  5. Tuhan telah menyatakan diri-Nya secara umum di bumi yang diciptakan-Nya dan secara khusus di dalam Alkitab.
  6. Rumah (keluarga), gereja, dan sekolah harus saling melengkapi, meningkatkan kerohanian, kemampuan akademis, sosial dan perkembangan fisik murid.
  7. Guru berperan sebagai orang tua, pemegang kekuasaan, dan tanggung jawab.
  8. Tuhan telah memberikan kemampuan yang berbeda-beda kepada setiap anak. Ini menjadi tanggung jawab guru untuk menantang setiap anak sesuai dengan kemampuannya dan harus mengajar mereka sesuai dengan tingkat akademisnya.
  9. Orang Kristen tidak harus sama dengan dunia, tetapi harus menerima tanggung jawab dan perannya dalam masyarakat demokratis.
  10. Pengalaman murid di keluarga/rumah, gereja, dan sekolah seharusnya menjadi suatu persiapan untuk kehidupan persekutuan dengan Tuhan dan pelayanan kepada sesama.
  11. Doa orang yang benar besar pengaruhnya dalam pendidikan anak.

Tujuan dari sekolah-sekolah Kristen adalah untuk memberikan pendidikan akademis yang disatukan dengan pandangan Kristen tentang Tuhan dan dunia. Alkitab dengan spesifik menyatakan prinsip-prinsip yang mendasari pendidikan Kristen. Paulus menyampaikan suatu prinsip yang luas ketika dia menulis tentang Kristus, "karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia" (Kolose 1:16-17). Dan penulis Injil keempat mengatakan, "Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan" (Yohanes 1:3).

Ada suatu perbedaan penting antara pandangan orang-orang Kristen dan non-Kristen dalam subjek yang diberikan. Meskipun demikian, pengetahuan secara fakta sama untuk kedua-duanya, tidak ada subjek yang dapat diajarkan dalam kebenaran itu secara keseluruhan jika Sang Pencipta diabaikan atau disangkal. Pengetahuan dimurnikan dengan pengakuan adanya Tuhan. Tidak ada pendekatan pendidikan lainnya yang dapat menghormati Tuhan secara keseluruhan bagi orang tua dan anak-anak.

Para orang tua Kristen bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak mereka dan pendidikan itu meliputi nasihat-nasihat Tuhan yang dinyatakan di dunia-Nya yang juga dinyatakan dalam firman-Nya. Para orang tua ini ingin anak-anak mereka dididik di rumah dan di sekolah dengan kesadaran bahwa semua kebenaran adalah kebenaran Allah, termasuk sejarah dan geografi, ilmu, musik dan seni, dan bahwa Yesus Kristus adalah pusat pembelajaran dan kehidupan.

SASARAN YANG SPESIFIK

Sekolah Kristen memiliki banyak sasaran yang secara umum serupa dengan sekolah-sekolah negeri dan sekolah-sekolah swasta lainnya. Hanya saja, sekolah Kristen melihat sasaran-sasaran umum ini dengan pandangan alkitabiah. Namun, yang perlu diperhatikan adalah sekolah Kristen memiliki sasaran khusus yang tidak dapat dicapai di sekolah-sekolah negeri, dan yang tidak dapat diterima oleh sekolah-sekolah swasta lainnya. Sebagai ilustrasinya, sepuluh sasaran pertama dalam daftar berikut ini khusus ditujukan untuk sekolah Kristen, sedangkan sepuluh sasaran berikutnya juga dapat diterima oleh sekolah-sekolah negeri maupun swasta lainnya.

  1. Mengajarkan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk mati bagi dosa-dosa kita.

  2. Mengajarkan pentingnya dilahirbarukan oleh Roh Kudus dengan menerima Tuhan Yesus Kristus.

  3. Mengajarkan bahwa pertumbuhan kehidupan orang Kristus tergantung pada persekutuannya dengan Tuhan melalui baca Alkitab, berdoa, dan pelayanan.

  4. Mengajarkan bahwa Alkitab adalah firman Tuhan dan ini berguna dan penting.

  5. Mengajarkan penerapan etika yang alkitabiah dan standar moral dalam setiap bagian hidup.

  6. Mengajar para murid supaya menunjukkan keadilan, sopan santun, kebaikan, dan anugerah-anugerah kristiani lainnya.

  7. Menekankan pentingnya misi-misi di dunia.

  8. Mengajar murid-murid untuk bergaul dengan orang-orang non-Kristen dan dengan orang-orang Kristen yang memiliki pandangan yang berbeda.

  9. Menghubungkan berbagai pokok masalah dengan kebenaran Alkitab.

  10. Mengajarkan bahwa Tuhan adalah Pencipta dan Pemelihara bumi dan manusia.

  11. Mengajar anak-anak untuk menggunakan diri mereka sendiri dalam mengerjakan pekerjaan mereka dan untuk memenuhi tanggung jawab mereka.

  12. Mengajar para murid untuk bekerja sendiri dan bekerja sama dengan orang lain.

  13. Mengajar para murid untuk berpikir tentang dirinya sendiri dan tetap berdiri di atas keyakinan mereka ketika menghadapi tekanan.

  14. Membangun kreativitas murid.

  15. Membangun sikap murid yang menghargai seni rupa.

  16. Membantu murid membangun ketrampilan berkomunikasi yang efektif.

  17. Mengajarkan pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan untuk pendidikan di masa yang akan datang atau persaingan dalam dunia kerja.

  18. Membantu murid membangun kebijaksanaan yang menghibur secara fisik dan mental.

  19. Membantu murid menghargai warisan budaya nasional mereka dan masalah-masalah yang sedang dihadapi negara dan dunia mereka.

  20. Menunjukkan tanggung jawab para murid sebagai warga negara dan menunjukkan tanggung jawab orang dewasa sebagai warga negara kepada mereka.

Argumen-argumen yang mendukung pelayanan dalan sekolah Kristen adalah seperti berikut ini.

  1. Guru tidak hanya mengerjakan tugas mereka saja, tetapi mereka juga harus lahir baru dan berdedikasi.

  2. Orang tua memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anak-anak mereka.

  3. Relasi yang sangat baik antara sekolah dan keluarga (rumah).

  4. Sekolah Kristen memberikan perintah yang sesuai dengan rasio murid-guru.

  5. Secara umum, murid tidak mengalami kesulitan belajar atau masalah perilaku yang serius.

  6. Kebersamaan dirasakan dalam sekolah itu.

  7. Relasi yang baik antara sekolah dan administrasi.

  8. Tetap memandang dan percaya kepada Tuhan setiap kali muncul masalah sehari-hari.

  9. Setiap hari selalu diberi kesempatan untuk belajar dari Alkitab.

  10. Pekerjaan akademis diselaraskan dengan Alkitab.

KURIKULUM

Perintah Alkitab berpusat pada kurikulum. Sebagian besar mata pelajaran diajarkan setingkat dengan sekolah-sekolah lain dalam komunitas itu untuk memfasilitasi perpindahan murid yang masuk atau keluar dari sekolah. Namun, sekolah Kristen mempunyai kontrol yang ketat dalam memilih buku-buku dan bahan-bahan untuk setiap mata pelajaran. Ini merupakan suatu faktor yang penting untuk pengembangan kurikulum.

Pelajaran-pelajaran yang disampaikan di sekolah-sekolah Kristen tidak jauh berbeda dengan sekolah lainnya, namun penyampaiannya disesuaikan dengan pandangan Kristen. Tren yang baru-baru ini terjadi di sekolah-sekolah Kristen adalah mengembangkan kurikulum yang benar-benar merupakan isi dari orang Kristen. Dan tren sepert ini tampaknya dapat berkembang. Meskipun dengan perlahan, materi-materi baru mulai dikembangkan. Pengembangan materi-materi ini sulit karena sekolah-sekolah Kristen adalah sekolah swasta dan tidak setuju pada kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah untuk sekolah Kristen. Ini dapat disamakan dengan gereja-gereja injili yang tidak setuju dengan kurikulum yang tepat yang ditetapkan untuk sekolah minggu.

Sekolah-sekolah Kristen tentu berhati-hati dalam memenuhi setiap persyaratan kurikulum dari departemen pendidikan di wilayah di mana sekolah itu berada.

PERANAN GEREJA

Sekolah melihat apa yang dilakukannya sebagai tambahan untuk gereja injili, namun sebaliknya gereja jarang merasakan hal itu. Ini adalah suatu hal yang patut disayangkan dan mungkin hal ini disebabkan oleh beberapa alasan.

  1. Sekolah tersebut dapat memperoleh dana dan sumber-sumber lain secara mandiri.
  2. Perselisihan bisa saja terjadi di gereja karena keberadaan sekolah tersebut.
  3. Mungkin ada kesalahpahaman filosofi dan sasaran sekolah.

Peranan gereja terhadap sekolah Kristen lainnya adalah doa, dana, pendaftaran murid, dukungan, dan pemahaman (akan keberadaan sekolah Kristen dan peranannya).

Di luar struktur organisasi, semua sekolah Kristen melayani di dalam Tubuh Kristus, dalam gereja-Nya. Harus disadari bahwa seluruh Tubuh Kristus akan mendapatkan keuntungan jika banyak anak atau para pemuda menerima suatu pendidikan dengan Yesus Kristus sebagai pusatnya. Orang-orang percaya tidak memilih suatu gereja yang berdasarkan gelar pendetanya, arsitekturnya, ataupun peralatan yang ada di dalam gedungnya, melainkan kebenaran yang diajarkan dan dikhotbahkan di gereja. Demikian pula gereja juga harus tahu bahwa suatu sekolah harus dipilih dengan cara yang sama dan gereja juga harus membantu mendukung sekolah-sekolah Kristen untuk menunjukkan standar yang tinggi.

Banyak gereja yang tidak peduli bahkan beberapa berpandangan negatif terhadap sekolah-sekolah ini. Namun, tindakan ini tampaknya berubah ketika waktu menjadi lebih jahat.

Sekolah-sekolah harus melakukan tugas yang lebih baik lagi dalam mengartikan diri mereka sendiri terhadap gereja-gereja dan bukannya membela diri ataupun tidak mau berkomunikasi. Diperlukan ikatan yang kuat untuk menjembatani gereja-gereja dan sekolah-sekolah. Mereka bukanlah pesaing.

SUATU EVALUASI

Sekolah Kristen adalah suatu kesaksian akan nama Tuhan dalam pendidikan dasar dan menengah. Peraturan pemerintah di masa lalu yang melarang pembacaan Alkitab dan doa sebagai kegiatan rohani untuk mendukung sekolah itu sudah tidak diberlakukan lagi. Bahkan dengan filosofi agama yang dipilih dan Alkitab sebagai literaturnya, sekolah-sekolah negeri jauh dari Kristenisasi. Sekolah-sekolah Kristen adalah jawaban terhadap dilema pendidikan.

Kebutuhan sekolah-sekolah Kristen, tidak diragukan lagi, akan meningkat tajam di dekade ini. Ini menunjukkan bahwa musuh mulai menyerang dunia pendidikan dan ini sama-sama jelasnya bahwa Tuhan akan menaikkan standar-Nya dalam dunia pendidikan. Melayani Tuhan melalui murid-murid kita dengan menjadi seorang guru atau kepala sekolah di sekolah Kristen adalah sesuatu yang sangat berharga bagi hidup seseorang. Ada banyak jabatan yang saat ini terbuka, sampai di masa yang akan datang. Sekolah-sekolah ini menawarkan suatu kesempatan yang berbeda untuk memengaruhi anak-anak dan para pemuda untuk Tuhan. (t/Ratri)

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Anak Umum

Sumber
Judul Buku: 
Childhood Education in the Church
Pengarang: 
Robert E. Clark, Joanne Brubaker, & Roy B. Zuck
Halaman: 
605 -- 609 dan 613 -- 615
Penerbit: 
Moody Press
Kota: 
Chicago
Tahun: 
1986

Komentar