Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Pentingnya Mengajarkan Pengendalian Diri Kepada Anak-Anak


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Pembunuhan besar-besaran di Kolombia mengakibatkan negara ini menjadi bobrok, sehingga banyak orang yang bertanya-tanya apa penyebab keadaan ini. Mereka bertanya, "Mengapa masyarakat kita menjadi sangat lepas kendali?" Sebenarnya jawabannya sangatlah sederhana. Bukan masyarakat yang hilang kendali -- individu-individu di dalamnyalah yang hilang kendali. Orang-orang yang menyebabkan bobroknya moral warga Amerika tidak memahami apa yang Alkitab katakan sebagai kunci utama dari kedewasaan, yaitu pengendalian

Pembunuhan besar-besaran di Kolombia mengakibatkan negara ini menjadi bobrok, sehingga banyak orang yang bertanya-tanya apa penyebab keadaan ini. Mereka bertanya, "Mengapa masyarakat kita menjadi sangat lepas kendali?"

Sebenarnya jawabannya sangatlah sederhana. Bukan masyarakat yang hilang kendali -- individu-individu di dalamnyalah yang hilang kendali. Orang-orang yang menyebabkan bobroknya moral warga Amerika tidak memahami apa yang Alkitab katakan sebagai kunci utama dari kedewasaan, yaitu pengendalian diri. Masyarakat yang lepas kendali jelas terdiri dari orang-orang yang kurang dapat mengendalikan diri. Banyak negara yang memiliki masalah moral karena warga negara yang tidak memunyai kemampuan yang cukup untuk mengendalikan diri mereka sendiri. Penyebabnya adalah bahwa orang-orang dewasa yang ada di masyarakat kita tidak belajar mengendalikan diri saat mereka masih anak-anak.

Betapa lebih baiknya suasana rumah atau masyarakat bila anggota-anggotanya dapat mengendalikan diri! Seorang anak yang belajar mengendalikan diri, biasanya tidak memukul saudaranya saat dia menginginkan sesuatu, dan tidak suka berbohong, curang, mencuri, membunuh, atau melakukan kekerasan kepada pasangannya. Dia mungkin saja lancang kepada orang tuanya, guru sekolah minggunya, atau kepada atasannya, tetapi dia mampu mengendalikan dirinya sendiri dan berbicara dengan rasa hormat. Dia bisa saja merasa geram pada supir yang memotong jalannya, tetapi dia dapat menahan diri dan tidak menyulut konflik. Dia bisa saja merasa ingin memukul teman sekelasnya, tetapi dia dapat menahan untuk tidak melakukannya. Dia punya hasrat dan dorongan-dorongan diri, tetapi dia tidak dikendalikan oleh hasrat dan dorongan diri itu. Karena hasratnya bukanlah puncak dari hidupnya, maka dia memiliki kebijaksanaan dan kebebasan untuk membuat keputusan yang bijaksana. Karena kesenangan y ang dia inginkan tidak menguasai dirinya, maka dia setia dan dapat dipercaya dalam tugas-tugasnya. Karena dia bukanlah budak dari kepuasan diri, maka dia tidak suka berbohong.

Sebagai orang tua, kita bersama-sama dengan anak-anak selama tahun-tahun penting yang paling berpengaruh dalam hidup mereka, dan kita adalah orang yang memiliki kesempatan untuk melatih mereka mengendalikan diri. Kita harus berhenti mengutamakan "ekspresi diri" dan "pengaktualisasian diri", melainkan mencoba mengajarkan penyangkalan diri kepada anak-anak kita. Hidup tidak memberi semua yang kita inginkan, jadi kita harus mengajarkan kepada anak-anak kita sedini mungkin bahwa mereka tidak bisa mendapatkan semua yang mereka inginkan. Suatu hari, bos mereka tidak mau melihat mereka sebagai pusat dari dunia ini, sehingga mulai sekarang kita harus berhati-hati bila menyampaikan pesan bahwa dunia berputar mengitari mereka. Negara kita mungkin adalah negara demokrasi, tetapi hanya ada sedikit pengusaha yang akan menawarkan pilihan kepada mereka. Oleh sebab itu, kita harus mengajar mereka untuk tunduk pada kekuasaan saat mereka masih muda.

Pengendalian diri dipelajari oleh anak-anak yang masih kecil dengan mengatakan "tidak" pada diri mereka sendiri dan "ya" pada orang tua mereka. Oleh sebab itu, kita secara khusus harus memberikan kepemimpinan yang kuat pada awal hidup mereka, memberi mereka sedikit kesempatan berbicara atas keputusan yang kita buat untuk mereka. Mereka tidak harus diikutsertakan sebagai bagian dari "tim kepemimpinan orang tua", bukan hanya karena mereka harus belajar menyangkal diri dengan mengikuti kepemimpinan orang tua, tetapi karena secara psikologis mereka belum mampu menanggung stres dalam menjalankan kehidupan rumah tangga. Anak-anak, yang dibebaskan dari tugas-tugas itu, pada akhirnya akan merasa aman dan bahagia.

Pada dasarnya, anak-anak mendapatkan pengendalian dari dalam diri mereka dengan tunduk pada pengendalian yang berasal dari luar diri mereka. Bila orang tua membuat larangan-larangan atas tingkah laku anak-anak mereka, tidak pernah memberikan alasan mengapa mereka harus patuh, dan membatasi pilihan pribadi anak-anak, maka saat anak-anak ini berusia empat tahun, mereka sudah akan belajar menyangkal diri dan dapat mengendalikan diri mereka. Anak usia empat tahun yang bisa membangun dirinya sendiri, mampu menerima kekuasaan orang tuanya sebagai orang tua, dan dengan pola pikir yang optimal untuk mulai mendengarkan alasan-alasan bijak di balik perintah yang diberikan oleh ayah dan ibunya. Bila alasan-alasan yang kita berikan kepada anak-anak adalah alasan yang harus dipatuhi sebelum mereka belajar patuh tanpa mengetahui alasannya, maka mereka tidak akan belajar untuk menyangkal diri -- hal yang merupakan dasar utama dari pengendalian diri. Anak yang telah belaja r menyangkal diri adalah anak yang tahu dia bisa bertahan dengan baik tanpa menuruti kemauannya. Dia telah belajar bahwa kebahagiaannya tidak perlu tergantung pada apa yang dia inginkan dalam hidupnya. (t/Ratri)

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Anak Umum

Sumber
Judul Artikel: 
The Importance of Teaching Children Self Control

Komentar