Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Pemantulan


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

PERSIAPAN: Usahakan memperoleh sebuah lampu belakang sepeda. PENYAMPAIAN: Tentu kalian semua sudah pernah melihat benda semacam ini. Benda semacam ini dapat kalian jumpai pada bagian belakang sepeda. Ini bukan lampu, sebab di dalamnya tidak ada lampunya, tetapi walaupun begitu benda ini biasa disebut lampu belakang sepeda. Tahukah kalian apa gunanya? Semua yang dibuat pasti ada gunanya, bukan? Pada siang hari benda ini tidak berguna, sebab sepeda itu mudah dilihat, tetapi pada malam hari benda ini

PERSIAPAN: Usahakan memperoleh sebuah lampu belakang sepeda.

PENYAMPAIAN: Tentu kalian semua sudah pernah melihat benda semacam ini. Benda semacam ini dapat kalian jumpai pada bagian belakang sepeda. Ini bukan lampu, sebab di dalamnya tidak ada lampunya, tetapi walaupun begitu benda ini biasa disebut lampu belakang sepeda.

Tahukah kalian apa gunanya? Semua yang dibuat pasti ada gunanya, bukan? Pada siang hari benda ini tidak berguna, sebab sepeda itu mudah dilihat, tetapi pada malam hari benda ini sangat diperlukan. Benda ini tidak berisi lampu, tetapi bila ada lampu mobil yang menyinarinya pada malam hari, maka akan nampak seperti lampu yang menyala. Jadi, tugas lampu belakang ini adalah memantulkan cahaya yang diterimanya.

Lampu belakang ini terdapat juga pada bagian belakang becak. Dengan begitu, di tempat yang gelap sepeda atau becak itu akan terlihat.

Firman Allah mengatakan bahwa setiap orang Kristen harus memantulkan kasih-Nya (1 Yohanes 2:15). "Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa itu tidak ada (dipantulkan) di dalam orang itu." Allah berkata, janganlah kita mengasihi dunia.

Allah tidak bermaksud bahwa kita tidak boleh menikmati hal-hal yang indah yang telah diciptakan-Nya untuk kita, misalnya bunga-bunga, pohon-pohon, burung-burung, gunung-gunung, dan lautan yang biru. Allah ingin kita menikmati ciptaan-Nya yang indah, tetapi Ia tidak menghendaki kita mencintai hal-hal yang jahat dan salah, yang menjerumuskan orang ke dalam dosa.

Iblis menguasai dunia ini dan ia berusaha dengan bermacam-macam cara agar kita mencintai hal-hal yang tidak menyenangkan Allah. Iblis menghendaki kita melawan kehendak Allah dan berbuat hal-hal yang tidak menyenangkan Allah.

Dalam ayat ini, Allah berkata bahwa apabila kita mencintai hal-hal duniawi yang dikuasai Iblis, kita tidak bisa menjadi "pemantul" kasih-Nya. Ingatlah bahwa lampu belakang itu tidak punya cahaya di dalamnya. Ia hanya dapat memantulkan cahaya yang diterimanya. Begitu juga dengan kita.

Sebenarnya, kita ini tidak memiliki kasih Allah, tetapi pada waktu kita mengakui dosa kita dan menerima Tuhan Yesus dalam hati kita, maka kasih Allah, yaitu kasih sejati yang kita terima, kita pantulkan kepada orang lain. Kita akan mengasihi orang lain dengan kasih Kristus. Dengan demikian, kita bersaksi kepada mereka bahwa Kristus juga telah mati untuk dosa mereka dan dengan menerima Dia sebagai Juru Selamat, mereka pun dapat diselamatkan.

Mari kita mengambil keputusan sekarang juga, bahwa kita tidak akan lagi mencintai hal-hal yang kita tahu adalah salah, berdosa, dan tidak menyenangkan Allah. Kalau kita mencintai hal-hal yang duniawi berarti kita tidak memantulkan kasih Allah, sebab dengan begitu kalian tidak dapat membawa orang lain menjadi pengikut-pengikut Allah. Kalau lampu ini kena lumpur, dia tidak akan dapat memantulkan cahaya yang diterimanya.

Kalau kalian merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam hati kalian, sekarang ini waktunya untuk mengakui dosa itu dan minta supaya Dia mengampuni kalian. Setelah itu, kasih Allah akan dipantulkan melalui kalian dan Allah dapat memakai kalian menurut kehendak-Nya.

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Artikel: 
Pemantulan
Judul Buku: 
Pelajaran dengan Alat Peraga
Pengarang: 
D.H. Pentecost
Halaman: 
52--54
Penerbit: 
Gandum Mas
Tahun: 
1960

Komentar