Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Pandangan Anak Tentang Yesus


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

ANAK DAN YESUS

Ketika anak-anak diberi pertanyaan, "Mengapa Yesus dahulu hidup di dunia?", seorang anak laki-laki berusia 5 tahun menjawab, "Allah ingin manusia tahu bahwa Dia mengasihi mereka. Tetapi ada orang yang tidak dapat mendengarkan bisikan-Nya di dalam hati mereka, jadi Dia mengutus Yesus untuk memberitakan hal ini kepada mereka dengan suara keras."

Jawaban anak ini amat responsif. Jawaban ini menunjukkan bahwa anak itu memahami tujuan dasar kelahiran Yesus sebagai manusia, dan hubungan yang istimewa antara Yesus dan Allah Bapa. Doktrin ini telah membingungkan para teolog selama hampir 2.000 tahun, apalagi bagi anak berusia 5 tahun.

  • Siapakah Yesus Kristus itu?
  • Bagaimana hubungan-Nya dengan Bapa-Nya?
  • Apa persamaan dan perbedaan-Nya dari manusia lainnya?
  • Di mana kini Dia berada, dan apa peranan-Nya sekarang?

Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan intisari kekristenan yang dipelajari oleh para pakar teologi, pengkhotbah, dan orang awam sejak zaman Kristus. Pertanyaan-pertanyaan itu juga sama seperti jenis-jenis pertanyaan yang diutarakan anak kecil tentang Yesus: Apakah Allah itu Bapa Yesus? Apakah Yesus adalah bayi atau manusia dewasa? Di manakah Yesus sekarang?

Jawaban yang diberikan atas pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak selalu matang. Meskipun demikian, tanggapan anak-anak sering kali menunjukkan konsep awal tentang Yesus.

YESUS DAN ALLAH

Masalah yang paling sering dijumpai para peneliti, guru, dan orang tua mengenai pemikiran anak tentang Yesus adalah kecenderungan untuk mencampuradukkan Yesus dan Allah. Kebanyakan anak di bawah usia 6 tahun akan memakai kedua nama itu untuk pengertian yang sama dan mengacu pada Allah. Bertanyalah kepada seorang anak, "Siapa yang menciptakan dunia?" Anda cenderung mendapat jawaban bahwa Yesus adalah Pencipta, sama seperti ia berkata bahwa Allah menciptakan segala sesuatu. Tunjukkan gambar Yesus pada anak dan tanyakan siapa yang ada pada gambar itu. Jawabannya bisa Yesus, bisa Allah.

Usaha orang dewasa untuk memberi penjelasan kepada anak sering kali hanya menambah kesukaran. Usaha-usaha untuk menekankan perbedaan antara Yesus dan Allah mengandung risiko anak akan berpikir ada dua Allah. Karena tumpang tindih antara Yesus dan Allah memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Alkitab, maka hal ini tidak dipandang sebagai kesalahan total, tetapi lebih dipandang sebagai pengertian anak yang belum lengkap.

DAYA TARIK YESUS

Aspek penting dari pemikiran anak kecil tentang Yesus adalah daya tarik-Nya yang amat kuat. Pada umumnya, anak-anak yang banyak mendengar cerita tentang Yesus percaya bahwa Dia hangat, simpatik, dan menyenangkan. Seorang anak jarang mengungkapkan perasaan memusuhi, marah, atau takut terhadap Yesus seperti terhadap Allah, guru, orang tua, atau tokoh-tokoh lainnya.

Perasaan positif yang dikemukakan oleh hampir semua anak ini tampaknya disebabkan karena kisah yang mereka dengar dan lagu yang mereka nyanyikan tentang Yesus menunjukkan bahwa Dia penuh kasih dan suka menolong. Sebaliknya, hal-hal yang berkaitan dengan penghakiman atau penghukuman biasanya dihubungkan dengan Allah Bapa. Alasan lain adalah karena anak dapat dengan mudah mengidentifikasikan dirinya dengan Yesus sebagai bayi dan anak, dan adanya konsep bahwa Yesus itu Anak Allah. Yesus cenderung dipandang sebagai sekutu anak melawan dominasi orang-orang dewasa dan terkadang dunia yang jahat ini.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Buku: 
Mengenalkan Allah Kepada Anak
Pengarang: 
Wes Haystead
Halaman: 
117 -- 118
Penerbit: 
Yayasan Gloria
Kota: 
Yogyakarta
Tahun: 
1995

Komentar