Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Merawat dan Memberi Makan Domba Allah


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Panggilan Tuhan dan peran guru yang diberikan oleh Tuhan merupakan dua hal utama yang perlu dipertimbangkan untuk memutuskan menjadi seorang guru sekolah minggu. Di dalam gereja, banyak orang yang mengajar karena panggilan untuk menjadi pendidik. Artinya, mereka percaya tujuan mereka adalah untuk mengajar dan menjelaskan Alkitab di kelas mereka. Meskipun panggilan mereka adalah untuk menjelaskan tentang Alkitab, namun panggilan mereka melebihi hal tersebut. Panggilan yang terutama adalah panggilan untuk merawat anak-anak domba Allah, untuk memberi mereka makanan rohani dari firman Tuhan, dan mengajarkan setiap anak untuk menjalani kehidupan dengan Alkitab sebagai otoritas dari semua yang dikatakan.

Bagaimana menjadi seorang guru sekolah minggu?

  1. Allah memanggil Petrus untuk merawat dan memberi makan domba-domba-Nya.

  2. Saya menyadari, kata "sekolah" atau "belajar" sering merujuk pada kegiatan mengajar di kelas. Ketika mengajar, tetapkanlah sasaran yang lebih tepat, jangan hanya memaparkan fakta-fakta, sejarah, dan prinsip-prinsip teologis. Biarlah seluruh pengajaran Anda adalah tentang pertumbuhan rohani dari setiap anak yang ada di kelas Anda. Pertimbangkan bagaimana kata-kata Tuhan Yesus kepada Petrus berhubungan dengan bagaimana menjadi seorang guru sekolah minggu.

    "Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:14-17)

  3. Yesus mengampuni masa lalu Petrus dan Ia pun mengampuni kita.

  4. Petrus menyangkal Tuhan Yesus sebanyak tiga kali sehingga Yesus pun memanggil Petrus sebanyak tiga kali, untuk memastikan Petrus tahu bahwa ia telah diampuni, dan bahwa Yesus masih menginginkan dia untuk menggembalakan orang percaya. Kemudian, Petrus pun mengatur hidup dan kegiatannya untuk menggembalakan orang percaya, serta mengubah hidup mereka melalui Firman.

  5. Tuhan juga memanggil kita untuk menggembalakan domba-domba-Nya.

  6. Tentu saja, Yesus tidak hanya memanggil Petrus dan pendeta untuk merawat dan memberi makan (menggembalakan) domba-domba-Nya. Ia juga memanggil orang seperti Anda dan saya. Ketika Petrus diampuni karena pernah menyangkal Yesus, dengan cara yang sama pula Tuhan Yesus mengampuni dosa-dosa kita. Setelah itu, kita ditugaskan untuk melakukan pekerjaan Tuhan terus-menerus. Dan, seperti pelayanan Petrus, Allah tidak melihat ini sebagai suatu pelayanan sampingan yang kecil dalam hidup Anda, tetapi panggilan untuk mengurus dan memberi makan domba-domba kecil Yesus. Tugas ini lebih dari sekadar membaca teks dan kemudian menjelaskan apa yang diceritakan teks tersebut. Pelayanan Anda merupakan pelayanan yang mengubah kehidupan melalui firman Tuhan! Hal tersebut merupakan pelayanan yang luar biasa karena Allah berbicara melalui firman-Nya, melalui Anda dan ke dalam hidup setiap anak di kelas Anda. (t/Davida)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Nama situs : M28:20
Alamat URL : http://www.m2820.com/how-to-be-a-sunday-school-teacher
Judul asli artikel : How to be a Sunday School Teacher
Penulis : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 16 Januari 2013

Kategori Bahan PEPAK: Guru - Pendidik

Komentar