Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Menyembah Tuhan


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Selamat datang dalam pelatihan penyembahan, tempat kita belajar membangun hubungan dengan Yesus. Latar/Setting: Desain suatu ruangan menjadi semacam bengkel kerja dengan berbagai jenis temuan aneh. Semakin aneh semakin baik. Cobalah mencari beberapa peralatan ilmu pengetahuan kuno atau komponen komputer kuno yang bisa dipisah-pisahkan untuk membuat ruangan itu nampak seperti dihuni seorang penemu yang aneh. Minggu ini kita akan belajar bahwa hal utama yang harus ada dalam hubungan kita dengan Kristus

Selamat datang dalam pelatihan penyembahan, tempat kita belajar membangun hubungan dengan Yesus.

Latar/Setting: Desain suatu ruangan menjadi semacam bengkel kerja dengan berbagai jenis temuan aneh. Semakin aneh semakin baik. Cobalah mencari beberapa peralatan ilmu pengetahuan kuno atau komponen komputer kuno yang bisa dipisah-pisahkan untuk membuat ruangan itu nampak seperti dihuni seorang penemu yang aneh.

Minggu ini kita akan belajar bahwa hal utama yang harus ada dalam hubungan kita dengan Kristus adalah penyembahan. Si penemu yang aneh akan berusaha membuat satu penemuan yang tidak bermanfaat atau tidak ada tujuannya .... (Tujuan keberadaan kita adalah untuk menyembah dan memuliakan Tuhan. Jika kita tidak menyadari dan mengenal siapakah Tuhan, maka hubungan kita dengan-Nya akan menjadi hampa dan kosong serta sia-sia.)

Tujuan

Mengajarkan kepada anak-anak bahwa:

  1. kita perlu mengenal siapa Tuhan;
  2. Tuhan ingin kita mengatakan kepada-Nya betapa hebatnya Dia;
  3. kita harus lebih antusias terhadap kedahsyatan Allah daripada kehebatan seorang pemain bola; dan
  4. hal utama yang harus kita lakukan saat kita berdoa adalah menyembah Allah karena Dia adalah Allah.

Tokoh yang Dibutuhkan

Seorang penemu yang aneh, asistennya yang setia, si tukang rongsok (yang selalu mencoba menghancurkan barang), satu atau dua pekerja bengkel, boneka bernama Einstein dan Bobo.

Peraturan

Meski sepertinya membosankan bila kita harus melihat kembali peraturannya setiap minggu, hal ini sangat penting untuk dilakukan. Menjaga kendali adalah sessuatu yang sangat penting supaya dapat mengajar dengan efektif.

  1. Tidak boleh melakukan tindakan yang melanggar aturan: tetap di bengkel. Tidak boleh menganggu orang lain.
  2. Tidak boleh mengganggu: Tenang di bengkel. Fokus pada tugas.
  3. Mengerjakan hal yang mendasar: Mari bersukacita memuji Tuhan.

Doa

Ingatlah untuk menyediakan waktu mendoakan anak-anak persekutuan kita minggu ini. Tuhan sanggup melakukan perkara-perkara besar dan luar biasa ketika kita mencari wajah-Nya. Tuhan punya hal-hal besar yang Ia siapkan untuk kita minggu ini. Apakah kamu sungguh-sungguh mencari pengurapan dan bimbingan-Nya?

Pembukaan

Si penemu yang aneh muncul dengan tangan yang penuh dengan barang-barang bekas dan akan menciptakan sesuatu yang luar biasa (tapi dia belum tahu apa itu). Dia terus saja membuat mesin aneh yang tidak bisa dipakai dengan tombol-tombol yang tidak berfungsi. Dia bisa melanjutkan penemuannya yang hebat ini sampai selesai tapi kemudian tidak bisa menjelaskan untuk apa penemuan itu. Sang pemimpin yang berpakaian seperti pekerja bengkel bisa menjelaskan bahwa segala sesuatu harus memiliki tujuan dan manfaat. Selanjutnya, dia bisa menjelaskan bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan untuk menyembah Dia.

Pemimpin: Mari kita membaca ayat hafalan untuk hari ini. Mazmur 96:9, "Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!"

Di panggung boneka, terdengar Einstein sedang menirukan apa yang dikatakan si pemimpin.

Pemimpin: Siapa itu? Apa yang sedang terjadi di sana? Tunggu, sepertinya itu suara Einstein.

Einstein: (muncul) Halo semuanya. Aku Einstein si gajah dan tidak pernah lupa. Mengapa aku begitu pintar, aku sendiri juga heran. Aku sangat pintar, aku tidak perlu ke gereja. Aku sangat pintar, aku tahu semua hal. Apakah kamu yang di belakang bisa mendengarku? Aku tahu segala sesuatu.

Pemimpin: Kedengarannya kamu sedang mengulang apa yang kuucapkan.

Einstein: (terdengar marah) Tentu aku tidak seperti itu. Aku adalah gajah terpandai di dunia!!!

Pemimpin: Aku senang mendengarnya. Kalau begitu mungkin kamu bisa mengajarkan ayat hafalan hari ini kepada anak-anak.

Einstein: (terdengar agak takut) Ayat hafalan?

Pemimpin: Ya, kamu bisa melakukannya, kan?

Einstein: Tentu saja aku bisa! Apa ayat hafalannya?

Pemimpin: Hari ini ayat hafalannya sangat mudah. Dengarkan baik-baik. Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! Mazmur 96:9.

Einstein: Oh, gampang. Mari menyembah Tuhan, Mazmur 96:9. Benar kan? Aku sangaaaaaaat pintar.

Pemimpin: Einstein, kamu salah.

Einstein: Masa? Mm, kedengarannya saja aku tidak lancar. Beri tahu aku sekali lagi dan kali ini aku pasti ingat.

Pemimpin: Ok, mungkin anak-anak bisa membantuku mengulanginya sekarang. Siap? Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! Mazmur 96:9.

Einstein: Oh, aku tahu sekarang. Sujudlah menyembah karena itu bisa membuatmu kudus dan gemetar, Mazmur 96:9. Begitu isinya. Kamu baru saja melihat sendiri gajah yang sangat pintar mengucapkan ayat hafalan.

Pemimpin: Baiklah, kamu mengucapkan sesuatu, tapi itu bukan ayat hafalan yang dimaksud.

Einstein: Bukan? Kamu yakin? Aku tahu bahwa aku super pintar.

Pemimpin: Bagaimana kalau kami mengucapkannya sekali lagi untukmu? Tiga kali pengulangan. Siap anak-anak? Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! Mazmur 96:9.

Einstein: Ohhhhh, aku ingat sekarang. Sujudlah menyembah Tuhan karena kita akan gemetar. Bagaimana?

Pemimpin: Payah!! Sangat payah. Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! Mazmur 96:9.

Einstein: Jangan mengucapkannya bersama-sama dengan begitu riuh. Aku bisa mengingatnya sekarang. Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! Mazmur 96:9. Begitu, kan! Apakah aku sudah benar?

Pemimpin: Einstein, kamu berhasil! Akhirnya kamu bisa! Luar biasa!

Einstein: Oya? Tentu saja. Karena akulah gajah terpintar di dunia.

Pemimpin: Jujur saja, aku senang kamu membantu kami hari ini.

Einstein: Aku harus pergi sekarang. Terima kasih sudah mengizinkanku datang hari ini.

Pemimpin: Terima kasih sudah datang, Einstein. Sampai jumpa.

Drama Pendek

Bel istirahat makan siang berbunyi dan semua pekerja berlari dan mengambil kotak makan siang mereka. Si tukang rongsok mengeluarkan jeruk dari kotak makan siangnya dan berusaha mencari cara bagaimana mengupas jeruk itu. Para pekerja lainnya mengusulkan beberapa saran, seperti memotongnya dengan sisir, menggunakan alat pemotong kuku, dan terakhir menggunakan martil. Akhirnya jeruk tersebut dipukul dengan martil. Sang pemimpin berhenti sejenak untuk mengamati hal ini dan memerhatikan fakta bahwa martil dibuat bukan untuk mengupas jeruk. Martil dibuat untuk memukul paku. Jika martil digunakan untuk pekerjaan lainnya, martil itu menjadi tidak berguna. Tuhan menciptakan manusia untuk menyembah-Nya. Sering kali, kita memilih menyembah hal-hal lain seperti uang atau harta benda. Kita harus ingat untuk apa kita diciptakan. Tuhan menciptakan kita untuk memuliakan Tuhan.

Panggung Boneka

Bobo muncul sambil berteriak-teriak.

Bobo: Kapal perang? Tolong!! Selamatkan aku! Ke mana perginya kapal itu? Apakah itu sebuah kapal perang besar? Apakah ada banyak tentara di dalamnya? Oh, apa yang harus aku lakukan? Aku masih sangat muda untuk mati. Aku benci perang. Oh, tolong aku ... aku mohon, tolong aku.

Pemimpin: Apa yang sedang kamu bicarakan? Tidak ada yang membicarakan tentang kapal.

Bobo: O ya, mereka membicarakannya. Aku mendengar sendiri dengan telinga supersonikku. Dengan jelas aku mendengar anak-anak berteriak tentang kakinya yang gemetar. Mereka takut karena tidak kudus. Hei, aku tidak melihat kalau mereka sedang gemetar. Apa ide dasarnya? Apakah kamu tidak tahu bahwa menakut-nakuti orang seperti itu tidak baik?

Pemimpin: Oh Bobo, kamu tidak mendengarkan dengan baik. Anak-anak baru saja mengucapkan ayat hafalan. Ayat itu berbunyi: "Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!" Kita sedang belajar betapa pentingnya menyembah Tuhan dan mengatakan kepada-Nya betapa Tuhan itu hebat.

Bobo: Oh, aku tahu sekarang. Aku tahu itu. Kita menyembah Tuhan karena Dia kudus. Kita menyembah Tuhan karena Dia begitu hebat dan radikal. Dan karena Dia itu Mahabesar dan Mahakuasa. Dan karena Dia lebih besar dari seluruh jagat raya.

Pemimpin: Benar, Bobo. Kamu benar-benar tahu banyak hal tentang menyembah Tuhan.

Bobo: Aku mengatakan semuanya itu kepada-Nya setiap hari saat aku berdoa.

Pemimpin: Luar biasa! Yang terpenting yang kita lakukan adalah menyembah Tuhan.

Bobo: Tentu!

Pemimpin: Baiklah, Bobo, kita harus melanjutkan pelajaran.

Bobo: Ok. Aku akan mendengarkan dari tempat dudukku sambil minum sodaku dan mengunyah empat belas buah permenku.

Permainan

Kamu butuh dua tas yang berisi barang-barang rumah tangga. Alat permainan akan dipakai kelompok-kelompok yang ada untuk dikumpulkan dengan barang-barang aneh lainnya, tapi penggunaan salah satu barang tersebut mungkin berbeda dengan kegunaan barang itu yang sebenarnya. Salah satu kelompok akan mengambil satu barang dari tas. Sediakan papan tulis dan pilih satu pemimpin untuk menulis semua kegunaan barang-barang tersebut. Kemudian kelompok tersebut akan menyebutkan kegunaan barang-barang itu dan pemimpin menuliskannya di papan tulis. Berikan batas waktu 2 menit. Setelah 2 menit berlalu, kelompok berikutnya memilih satu barang dan melakukan hal yang sama. Semua kelompok mendapat nilai seribu untuk masing-masing kegunaan.

Objek Pelajaran

Si tukang rongsok muncul dengan setumpuk gambar berbagai bentuk yang Anda yakini akan diminati anak-anak. Dia meminta anak-anak untuk menunjukkan tingkat ketertarikan mereka terhadap barang-barang tersebut dan bersorak jika mereka benar-benar menyukainya. Selanjutnya si penemu muncul dengan gambar Yesus di tangannya. Dia menjelaskan kepada anak-anak bahwa Tuhan menciptakan kita untuk menyembah-Nya lebih dari segalanya, akan tetapi kita sering memilih untuk lebih menyukai hal-hal duniawi daripada memilih Yesus dan betapa hebatnya Dia. Hal apa yang membuat kita bersorak paling keras, itulah yang paling penting. Jika Anda punya peralatan, Anda bisa membuat semacam "komputer" yang bisa mengeluarkan gambar untukmu ketika kamu menekan tombolnya.

Pelajaran Alkitab

Ceritakan kisah Yesus ketika menunggang keledai dan orang-orang melambai-lambaikan ranting palem dan menyerukan hosana.

Panggilan Altar

(Anda memerlukan secangkir kecil air dan tisu gulung.)

Katakan kepada anak-anak bahwa cangkir yang kosong itu mewakili mereka. Isilah cangkir itu dengan air dan jelaskan bahwa air itu melambangkan pujian kita. Lalu lanjutkan dengan menunjukkan tisu gulung dan jelaskan bahwa tisu tersebut menggambarkan Tuhan. Kita bisa mengisi hidup kita dengan pujian tapi pujian itu tidak ada gunanya bagi Tuhan jika kita tidak ditujukan kepada Dia. Saat kita berikan pujian itu untuk-Nya, Dia menerimanya (masukkan tisu gulung itu ke dalam cangkir untuk menghisap air). Lalu Tuhan memberkati kita dengan hal-hal yang luar biasa (peraslah air dari tisu gulung dan masukkan ke dalam cangkir). Kita diciptakan untuk menyembah Tuhan. Tuhan menanti kita menyembah-Nya. Kita tidak boleh menyimpannya untuk diri kita sendiri. (t/Setya)

Kategori Bahan PEPAK: Program Khusus Anak

Sumber
Judul Artikel: 
Worship God
Situs: 

http://www.street.ns.ca/wacky1.htm (The Zoo Children ministry)

Komentar