Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Menjawab Pertanyaan Anak Seputar Iman Kristen


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Artikel ini diharapkan dapat membantu para orang tua dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan anak seputar iman Kristen. Isi penjelasan bersifat dasar sehingga dapat dipahami oleh orang tua terlebih dahulu, untuk selanjutnya disampaikan kepada anak dengan bahasa orang tua sendiri. Mohon menghindari kata-kata sulit dan tidak berusaha menjelaskan lebih dari kemampuan daya serap anak. Penjelasan di sini berlaku untuk tahapan awal pengetahuan anak akan iman Kristen. Tidak usah terburu-buru membebani anak dengan muatan-muatan teologis yang dibahas pada tingkatan orang dewasa. (Catatan: pada artikel ini, kalimat langsung orang tua dan anak direpresentasikan dengan "Mama" dan "Ade".)

Apa Artinya Segambar dengan Allah?

Kejadian 1:27, "Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka."

Penjelasan:

Mulailah dengan pertanyaan, "Menurut Ade, mama ini orangnya bagaimana?"

Kalau Anak memberikan jawaban atas pertanyaan Anda di atas dengan menyebutkan hal-hal mengenai keadaan fisik tubuh Anda, Anda harus mengatakan bahwa bukan itu yang Anda maksudkan, melainkan sifat-sifat Anda (kepribadian Anda). Contohkan dengan menyebutkan hanya sifat-sifat yang baik dari Anak.

Catatan: Di sini, Anda diharuskan untuk tidak menyebutkan sifat yang buruk dari anak. Jadi, hanya yang baik dari dirinya. Misalnya, "Ade itu anak yang baik, tidak pelit, rajin membantu mama, suka menolong orang lain, suka membaca Alkitab, selalu berdoa, tidak sombong, menaruh hormat kepada orang tua, dsb.." Semakin banyak menyebutkan apa yang baik dari diri sang Anak, maka akan semakin baik menggiring pikiran Anak untuk mengenali tentang sifat-sifat yang baik pada diri manusia. Kalau ia sudah mengerti maksud Anda, kembalilah mengajukan pertanyaan yang sama di atas.

"Nah sekarang, menurut Ade, mama ini orangnya bagaimana?" Dari contoh jawaban yang sudah Anda sampaikan itu, Anak akan mulai memikirkan apa yang baik dari sifat Anda.

Setelah ia menguraikan pandangannya tentang segala yang baik dari diri Anda, maka tibalah waktunya bagi Anda menjelaskan, bahwa demikianlah juga yang dimaksud dengan "Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya", bahwa Allah menciptakan manusia dengan sifat-sifat yang baik seperti yang dimiliki oleh Allah. Allah menciptakan manusia yang baik seperti Allah itu baik (misal, Mazmur 25:8). Allah menciptakan manusia itu pengasih, seperti Allah itu Pengasih (misal, Mazmur 111:4). Allah menciptakan manusia yang rajin, seperti Allah itu rajin (Yohanes 5:17), dll.. Allah tidak menciptakan manusia yang jahat, tetapi manusia yang baik.

Jadi, segambar dengan Allah bukan dalam arti serupa secara fisik, misalnya hidungnya manusia sama dengan hidung-Nya Allah, warna kulit manusia sama dengan warna kulit Allah, perawakan tubuh manusia sama dengan tubuh Allah, gigi manusia sama dengan gigi Allah, dsb.. Tidak seperti itu. Entah tubuh manusia itu pendek atau tinggi, kurus atau gemuk, pesek atau mancung, ompong atau tidak ompong, hitam atau putih, dsb., semuanya diciptakan Allah untuk melakukan apa yang baik dalam pandangan-Nya. Oleh sebab itu, Allah menciptakan manusia segambar dengan Dia. Allah ingin memperlihatkan semua kebaikan diri-Nya di dalam diri manusia ciptaan-Nya. Kalau semua manusia melakukan apa yang baik yang diberikan TUHAN kepadanya, maka manusia mencerminkan kehadiran Allah di dalam dunia. Meski Allah tidak kelihatan karena Ia adalah Roh (Yohanes 4:24), tetapi sifat-sifat Allah yang baik itu kelihatan pada diri manusia. Jadi, manusia segambar dengan Allah, iya 'kan?

Contohnya:

Suatu ketika, Bapak Kostor menderita sakit. Karena sedang sakit, Bapak Kostor tidak bisa mengerjakan tugasnya. Ia tidak bisa membersihkan dan menata gedung gereja untuk ibadah pada hari Minggu. Namun, pada hari Minggu itu, gereja tampak bersih dan tertata seperti biasanya saat Bapak Kostor sedang tidak sakit. Siapa yang melakukan itu semua, bukankah Bapak Kostor sedang sakit? Ternyata yang membersihkan dan menata ruang ibadah itu adalah Anton, anak Bapak Kostor. Perhatikanlah, bahwa Anton melakukan persis seperti apa yang dilakukan papanya, maka hasilnya adalah seolah-olah papanyalah yang mengerjakan semuanya itu. Padahal, yang melakukan itu adalah Anton, bukan papanya. Dengan demikian, Anton segambar dengan papanya, yakni terpanggil untuk melayani Tuhan dengan mempersiapkan rumah Tuhan untuk dipakai beribadah.

Begitu juga dengan maksud firman Tuhan bahwa manusia diciptakan "menurut gambar Allah", yakni meski Allah tidak kelihatan, tetapi manusia-manusia ciptaan-Nya akan memperlihatkan Allah di dalam dunia, dengan cara manusia melakukan apa yang baik dan berkenan kepada Dia.

Diambil dan disunting dari:

Nama situs : B'coz of LOVE
Alamat URL : http://infosituskristen.blogspot.com/2011/03/menjawab-pertanyaan-anak-seputar-iman.html#axzz2d9aL9wti
Penulis : HEP
Tanggal akses : 27 Agustus 2013

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Komentar