Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Mengapa Bercerita Itu Penting?


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Ada banyak alasan untuk bercerita, dan kita perlu menghilangkan anggapan seolah-olah bercerita itu hanya sebagai kegiatan anak-anak. Secara tradisional, hal itu belum pernah terjadi.

  1. Cerita-cerita menegaskan identitas kelompok. Mereka memenuhi kebutuhan untuk mengetahui dan merasakan keberadaan kita sebagai bagian dari suatu keluarga, bersatu melawan kesepian dan kerasnya kehidupan.
  2. Cerita membantu untuk menjawab pertanyaan fundamental kehidupan: Siapakah saya? Di mana Tuhan berada? Mengapa saya berada di sini? Bagaimana saya bisa menyesuaikan diri dengan dunia ini? Kapan keberhasilan datang? Apa yang terjadi sesudah saya meninggal nanti?
  3. Cerita mengobarkan emosi dan membantu untuk mengungkapkan perasaan.
  4. Cerita membantu kita memahami dunia dan membuka mata kita terhadap ide-ide baru dari dunia luar.
  5. Cerita bisa memperjelas aturan-aturan dalam suatu kelompok masyarakat dan membantu anggota masyarakat dalam bersosialisasi.
  6. Cerita memunyai tempat yang penting, setara dengan makanan, minuman, air, udara, cinta, harapan, dan kepercayaan. Sungguh, orang dewasa sangat memerlukan cerita untuk mengungkapkan kesedihan, kebanggaan, kekhawatiran, dan ketakutan mereka.
  7. Cerita memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit karena ia menghilangkan segala prasangka dan kebencian.
  8. Cerita memengaruhi cara berpikir.
  9. Cerita membantu pendengar untuk memahami siapa si penutur cerita karena sesungguhnya mereka mengungkapkan jati diri mereka sendiri dengan bercerita.
  10. Cerita membantu pendengar seakan-akan merasa selalu dijaga oleh penutur cerita sebagai bagian dari kelompok atau keluarga.
  11. Cerita menghibur kita dan bisa juga menjadi sarana untuk belajar.
  12. Cerita memungkinkan segala kesusahan atau hal yang tabu dapat diekspresikan oleh para penutur cerita.
  13. Cerita merangsang pikiran, imajinasi, percakapan, pemecahan, dan tindakan.
  14. Jika dikisahkan dengan penuh perasaan, suatu cerita bisa meninggalkan kesan yang mendalam bagi pendengarnya dalam waktu yang lama.
  15. Cerita mendorong pendengar untuk terlibat di dalamnya dan menjadi bagian dari cerita itu.
  16. Cerita mengizinkan pendengarnya untuk mau mengakui dan mengekspresikan emosi mereka dengan aman dalam suatu kelompok.
  17. Cerita adalah sarana untuk menyampaikan informasi.
  18. Cerita membantu kita untuk mengenali situasi orang lain dan mau peduli, serta berempati dengan mereka.
  19. Cerita dapat digunakan untuk menyiapkan orang dalam menghadapi suatu peristiwa yang sulit atau tantangan hidup, misalnya migrasi, perang, penyakit, dan kematian. Serta secara efektif memperbaiki mental, fisik, dan kemampuan untuk menguasai emosi.
  20. Cerita memberikan kesenangan.
  21. Cerita memungkinkan si pencerita makin percaya diri dan memiliki perasaan puas karena sudah memberikan yang terbaik bagi para pendengarnya, apalagi kalau dikisahkan di hadapan banyak orang.

Cerita Biblis

  1. Cerita dalam Kitab Suci menunjukkan bagaimana Tuhan berkarya dalam kehidupan manusia dan akibat dari keterlibatan Tuhan tersebut.
  2. Cerita dalam Kitab Suci memungkinkan kita untuk menguji kehidupan kita sendiri dan menghubungkannya dengan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita tersebut.
  3. Cerita dalam Kitab Suci menunjuk pada Tuhan.
  4. Cerita dalam Kitab Suci membantu kita untuk memahami kehidupan abadi dengan suatu cara yang khas, hal yang tidak bisa ditemukan dalam jenis cerita yang lain.
  5. Cerita dalam Kitab Suci dapat menyentuh jiwa kita dan mendorong perubahan dan pertumbuhan.
  6. Cerita dalam Kitab Suci menyampaikan kebenaran biblis.
  7. Cerita dalam Kitab Suci membantu memperdalam iman kepercayaan kita kepada Tuhan yang menguasai dunia ini.
  8. Cerita dalam Kitab Suci menawarkan harapan akan keselamatan.
  9. Cerita dalam Kitab Suci mendorong kita untuk selalu memuji dan memuliakan Tuhan.
  10. Cerita dalam Kitab Suci meningkatkan semangat doa.
  11. Cerita dalam Kitab Suci itu memiliki kekuatan karena berasal dari Tuhan sendiri.
  12. Cerita dalam Kitab Suci selalu mengundang respons kita.

Kategori Bahan PEPAK: Metode dan Cara Mengajar

Sumber
Judul Artikel: 
Mengapa Bercerita Itu Penting
Judul Buku: 
Gaya Bercerita yang Efektif
Pengarang: 
Ruth Alliston
Halaman: 
1 -- 4
Penerbit: 
Prestasi Pustaka Kasih, Jakarta 2005

Komentar