Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Mengajar Anak Untuk Memberi


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

"Pada suatu kali, Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memerhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu, datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari

"Pada suatu kali, Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memerhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu, datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.'" (Markus 12:41-44)

Hari ini adalah hari Minggu Misi di gereja anak. Anak-anak telah menyimpan uang mereka di kaleng misi mereka sepanjang bulan, dan hari ini adalah saatnya untuk membawa kaleng tersebut. Sebagian besar anak-anak meletakkan kaleng mereka di atas lemari dapur selama sebulan supaya setiap kali ayah dan ibu mereka punya uang receh, mereka bisa memasukkannya ke kaleng itu. Kadang-kadang, anak itu sendiri yang memasukkan uang ekstra mereka, mungkin seperempatnya. Setelah sebulan, jumlah uang di dalam kaleng itu akan menjadi banyak.

Sementara itu, Johny, yang datang ke gereja dengan tetangga seberang jalannya, telah meletakkan kaleng misinya di lemari dapur. Johny tinggal dengan neneknya dan uang yang di kalengnya benar-benar ringan. Johny tidak pernah menerima uang saku. Ia sudah beruntung jika ia bisa mendapatkan pakaian dari Goodwill yang tidak berlubang atau bernoda. Pada hari Minggu Misi, Johny mengajak tetangga-tetangganya ke gereja. Dia tidak membawa kalengnya karena kaleng itu kosong. Neneknya tidak bisa memberi uang sepeser pun ke kaleng itu. Ketika Johnny dalam perjalanan, dia melihat benda bersinar di sisi jalan, tepat di pinggir jalan. Johny adalah seorang anak yang sangat ingin tahu, jadi tentu saja, dia mencari tahu benda apa itu.

Dia terkejut dan gembira. Dua keping uang logam. Dia benar-benar terkejut! Dia tahu apa yang harus dia lakukan terhadap uang itu. Biasanya, saat dia dan teman-temannya pergi ke toko makanan di dekat rumahnya, Johny harus menunggu di luar sedangkan teman-temannya membeli permen dan minuman. Kemudian, dia akan duduk dan melihat mereka memakan makanan mereka. Di kemudian hari, dia akan pergi ke toko makanan itu dengan teman-temannya, tetapi akan ada yang berbeda. Dia akan bisa mengantri di kasir dengan teman-temannya, makan permen bersama mereka. Dia mengambil uang itu, memasukkannya ke kantongnya dan segera ke rumah tetangganya untuk mengajaknya ke gereja.

Gereja anak sudah dimulai, dan anak-anak segera membawa kaleng uang mereka dan memberikannya kepada pendeta mereka. Bethani memberi 15 ribu. Semua anak bersorak senang. Christhoper memberi 30 ribu. Semua anak bersorak senang lagi. Mereka bersorak senang lagi saat Amanda memberi 60 ribu. Tentu saja dia akan menjadi pemenang dalam kontes ini.

Ketika Johny melihat itu semua, dia memikirkan dua keping uang yang ada di sakunya. Uang itu jarang dia punyai, dengan uang itu juga dia bisa ke toko makanan dan membeli makanan kesukaannya. Namun, ketika dia melihat gambar-gambar anak-anak di seluruh dunia yang tinggal di gubuk-gubuk kecil tanpa makanan, dia menjadi tergerak. Dia tahu apa yang benar. Johny berdiri dan memberikan dua keping uangnya kepada anak-anak pendetanya. Tak seorang pun yang gembira. Tidak ada penghargaan yang diberikan kepadanya. Anak pendeta itu berkata, "Terima kasih sekali, Johny," saat Johny kembali ke kursinya. Tidak seorang pun mengatakan apa-apa tentang pemberian Johny, kecuali Yesus. Karena Yesus berkata, "Sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

Tragisnya, hal ini sering terjadi. Siapa yang memberi persembahan paling banyak? Anak-anak perempuan atau anak-anak laki-laki? Siapa yang memberi paling banyak di kaleng misi itu? Siapa yang akan mendapatkan hadiah? Sayangnya, kita tidak pernah berhenti mengingat bahwa Tuhan tidak menghitung uang layaknya kita menghitung uang. Dua sen yang diberikan dengan hati yang tulus dan penuh syukur adalah lebih, lebih dari 10 ribu yang diberikan oleh orang yang berlebihan (mereka dapat dengan mudah menghasilkan uang). Bila Anda tertarik untuk mengajar anak-anak supaya menjadi pemberi, ada beberapa prinsip yang harus dipertimbangkan.

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan

  1. Jangan melupakan inti dari apa yang Anda ajarkan.

    Mengajar anak supaya membawa uang ke gereja adalah tidak sama dengan mengajar mereka supaya memberi. Tujuannya bukanlah untuk membawa uang, tetapi untuk mengajar anak-anak supaya menjadi pemberi.

  2. Jangan menyuap.

    Dalam usaha mengajar anak supaya menjadi pemberi, banyak orang yang secara tidak sengaja mengajar anak untuk menjadi pembeli. Tanpa keseimbangan dan pengajaran yang tepat, penghargaan atas pemberian bisa mengurangi kemurahan hati menjadi penukaran materi dan pelayanan.

  3. Jangan menggunakan angka untuk mengukur keberhasilan Anda.

    Hanya karena pemberian tahun ini meningkat daripada tahun lalu, itu tidak berarti anak-anak Anda menjadi pemberi. Apakah Anda masih menggunakan hadiah? Mengapa mereka memberi uang yang lebih banyak? Cobalah hal ini: Jangan berikan hadiah saat mereka memberi dan lihatlah apakah uang itu masih terus mengalir. Bila tidak, Anda perlu memikirkan kembali strategi Anda.

Apa yang Harus Dilakukan

  1. Pimpinlah melalui contoh.

    Apakah Anda seorang pemberi? Saya tidak bertanya apakah Anda seorang pemberi perpuluhan yang taat, saya bertanya apakah Anda seorang pemberi. Apakah Anda murah hati terhadap waktu dan materi yang Anda miliki? Bila Anda melihat orang yang kekurangan,apakah Anda melakukan sesuatu? Seberapa sering Anda berbagi?

  2. Ajarkan untuk memberi secara rutin.

    Ajarkan tentang perpuluhan dan persembahan. Diskusikan tentang memberi kepada orang lain. Ajarkan berbagai ayat Alkitab tentang memberi (Amsal 14:21; 19:17; 21:13; 22:9).

  3. Bersabarlah.

    Jangan frustasi bila apa yang Anda ajarkan ini tidak berjalan dengan baik. Anak-anak kita tumbuh di dunia yang egois. Membutuhkan waktu untuk mengatasi kebiasaan-kebiasaan buruk.

  4. Berikan kesempatan secara rutin bagi anak-anak Anda untuk memberi.

    Berikut beberapa tips yang perlu diingat ketika Anda menciptakan peluang untuk anak-anak dapat memberi.

    1. Ajarkan sesuai dengan dunia mereka. Anak-anak senang memberi kepada anak-anak lain karena mereka memahami kondisi mereka yang lebih baik.

    2. Terapkan sikap peka kepada anak secara alami. Meskipun mereka kadang-kadang mementingkan diri mereka sendiri, anak-anak bisa menjadi peka saat muncul kebutuhan dan luka yang sebenarnya yang dapat mereka pahami. Mintalah kepada mereka untuk membayangkan secara rinci bagaimana bila mereka yang menjadi anak yang terluka itu.

    3. Pastikan anak-anak benar-benar memberi. Kita tidak mengajarkan apa saja kepada mereka dengan menyuruh mereka memberi uang kepada orang lain. Memberi membutuhkan pengorbanan. Berharaplah agar anak-anak dapat menjadi orang yang mau berkorban.

    4. Pastikan pemberian itu adalah pilihan anak. Pemberian bukanlah memberi bila dilakukan dengan paksaan (2 Korintus 9:7).

    5. Jadilah kreatif. Anak-anak bisa memberi lebih dari uang. Mereka bisa memberi pakaian, mainan, pelayanan, dll..

  5. Jadikan kepuasan melihat orang lain diberkati menjadi penghargaan.

    Anak-anak akan merasa gembira saat mereka melihat kebahagiaan penerima hadiah dari mereka. Jadikan kegembiraan itu sebagai penghargaan.

  6. Selalu berikan pujian setelah selesai mengerjakan tugas dengan baik.

    Sama seperti Tuhan yang memuji kita, kita pun dapat memuji anak-anak saat mereka selesai melakukan sesuatu dengan baik.

Beberapa Ide

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh kelompok anak yang Anda bimbing. Meski demikian, masih banyak hal lain yang mungkin dapat dilakukan.

  1. Dukunglah secara berkelompok seorang anak yang membutuhkan.

  2. Secara berkelompok, dukunglah seorang misionaris yang melayani anak-anak dan yang beberapa kali dalam setahun dapat mengirimkan informasi kepada Anda tentang apa yang dia lakukan.

  3. Mintalah anak-anak membersihkan halaman orang yang sudah tua atau menanam bunga bagi mereka.

  4. Carilah kesempatan untuk pelayanan komunitas.

  5. Buatlah kartu atau kerajinan tangan yang ukurannya besar untuk penjaga gereja.

  6. Berikan tanggapan saat Anda mendengar ada keluarga beserta anak-anaknya yang sedang mengalami krisis (kecelakaan, dll.).

  7. Saat Natal, mintalah anak-anak mengambil salah satu mainan mereka yang benar-benar mereka sukai dan yang masih bagus untuk diberikan kepada anak yang membutuhkan di lingkungan sekitar Anda.

  8. Biarkan anak-anak berpartisipasi di proyek-proyek misi gereja. Misalnya, bila gereja Anda sedang mengadakan perjalanan misi untuk membangun gereja di suatu tempat, mintalah anak-anak untuk mengumpulkan uang guna membeli batu bata. Fotolah semua batu bata yang telah dibeli itu sehingga anak-anak bisa melihat apa yang telah selesai mereka kerjakan.

  9. Jadilah kreatif. Dengarkan apa yang sedang terjadi di lingkungan sekitar Anda dan di dunia sehingga kelompok anak Anda dapat membantu.

Untuk mengumpulkannya, tetaplah fokus pada inti dari memberi, bukan pada pemberian itu sendiri. Kita harus mengajarkan kepada anak-anak untuk hidup dengan kasih yang sesungguhnya seperti yang Kristus tunjukkan kepada kita.

"Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35). (t/Ratri)

Kategori Bahan PEPAK: Anak - Murid

Sumber
Judul Artikel: 
Teaching Children to Give
Situs: 

Komentar