Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Memuridkan Anak-Anak: Panggilan yang Bernilai Tinggi


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Apakah gereja Anda harus mengemis untuk mendapatkan orang-orang yang rindu memuridkan anak-anak?

Seharusnya, memuridkan anak-anak dianggap sebagai suatu kehormatan, sebuah panggilan pelayanan yang tinggi. Sebagai pendeta dalam komisi pelayanan anak, saya memiliki harapan yang tinggi bagi mereka yang terlibat dalam pelayanan pemuridan anak-anak, seperti menghadiri pelatihan-pelatihan sehari, menghadiri pelatihan bulanan, menuliskan rencana-rencana tentang bagaimana mereka akan melakukan pemuridan pada setiap anak di luar jam sekolah minggu, melakukan pelayanan setiap hari Minggu selama 9 bulan, memberikan evaluasi setiap 3 bulan sekali, selalu bersemangat dan siap melayani, menjadi orang yang mudah tersentuh, mmembagikan pengalaman berjalan bersama Yesus kepada anak-anak, berbagi kisah ketika kita sedang melewati masa-masa sulit.

Saya melihat gereja telah menurunkan harapan dari mereka yang melayani anak-anak. Jadi, jika gereja sendiri tidak memunyai harapan yang tinggi terhadap para pelayan anak, maka mereka pun tidak akan memberikan yang terbaik dalam pelayanan mereka. Kita perlu kepemimpinan yang kuat yang akan menantang orang-orang untuk bergerak melampaui zona kenyamanan mereka. Kita perlu terus mengingatkan mereka mengenai Matius 18: 1-14 dan Markus 10:13-16.

Anak-Anak Tahu Jika Mereka Benar-Benar Dihargai

Sebuah negara yang penuh dengan karya seni yang mahal tidak berarti menghargi anak-anak. Ini adalah semua tentang "Hubungan"! ditambah "Kebenaran".

Di bawah ini adalah cerita dari pengalaman pribadi saya tentang bagaimana orang dewasa harus terlibat untuk memuridkan anak-anak.

Orang dewasa yang beriman mengajarkan keterampilan untuk mengatasi pukulan keras dalam kehidupan. Dengan teladan bagi anak-anak, mereka membantu anak-anak belajar bagaimana menghadapi ketidakadilan dalam hidup.

Seorang guru sekolah minggu memutuskan untuk berhenti melayani. Dia sudah tidak mau lagi melayani! Anak-anak tidak menanggapinya ketika mengajar dan mereka pun kasar terhadapnya. Dia mengatakan kepada pendeta komisi pelayan anak bahwa dia tidak tahan lagi dan hari ini adalah hari Minggu terakhirnya di sekolah minggu.

"Pelajaran apa yang Anda sampaikan pada hari Minggu ini?" tanya pendeta.

"Bagaimana Tuhan menyertai kita pada masa-masa sulit," jawabnya.

"Hmmm, apakah Allah menolongmu melalui masa-masa sulitmu akhir-akhir ini?" tanya pendeta.

Guru itu berkata, "Kau tahu Dia telah menolongku. Suami saya mengajukan gugatan cerai dan saya tidak menginginkan itu. Jika Yesus tidak menyertai setiap langkah saya, tidak tahu lagi bagaimana saya bisa bertahan sampai sejauh ini."

Sang pendeta mendorongnya "Ya, katakanlah kepada anak-anak tentang perjuangan Anda."

"Kepada anak-anak yang rata-rata kelas 3 sekolah dasar? Aku harus menceritakan kepada mereka mengenai perceraian saya?" tanya guru tersebut dengan ragu-ragu.

"Ya, katakanlah kepada anak-anak tersebut. Mereka perlu tahu bahwa Allah menolong setiap orang. Mereka perlu tahu bahwa Anda adalah orang yang nyata dengan masalah nyata dan Allah menolong Anda untuk melewati setiap permasalahan yang ada."

Pada hari Minggu berikutnya, ketika pendeta memasuki ruangan sekolah minggu, guru sekolah minggu tersebut menemuinya. Terlihat dia baru saja menangis dan maskaranya luntur sehingga menodai wajahnya.

"Anda tidak akan percaya apa yang terjadi hari ini," katanya penuh semangat.

"Katakanlah!" desak pendeta.

"Yah, aku memberitahu mereka tentang perceraianku. Aku mulai menangis dan mereka juga menangis bersamaku. Aku memberitahu mereka tentang bagaimana Allah telah sangat membantuku. Kemudian, satu per satu, masing-masing menceritakan tentang sebuah tragedi dalam hidup mereka sendiri. Kita semua menangis dengan satu sama lain. Ini adalah pagi yang terindah yang pernah saya miliki."

Orang Dewasa yang Beriman dapat Mengidentifikasi Kebutuhan

Dengan menjadi terbuka, guru sekolah mingu tersebut memberikan izin kepada murid-muridnya untuk terbuka pula. Dia mendengar cerita tentang rumah yang berantakan, keluarga membutuhkan dukungan dan dorongan, dan anak-anak perlu tahu bahwa Allah dapat memenuhi semua kebutuhan mereka.

Memenuhi kebutuhan tidak berarti segalanya akan membaik. Artinya adalah bagaimana mereka bisa merasakan dan melihat nyata penyertaan Yesus serta pengetahuan bahwa ada tujuan dalam setiap rasa sakit yang harus mereka lalui. Hal ini dapat menjadi kekuatan untuk terus bertahan ketika Anda pikir tidak dapat memuridkan anak-anak.

Anak-anak pun perlu memahami kebenaran ini, yaitu kebenaran bahwa jika Anda datang kepada Yesus, hidup Anda akan tetap indah. (t/Davida)

Kategori Bahan PEPAK: Anak - Murid

Sumber
Judul Artikel: 
Child Discipleship: A High Calling

Komentar