Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Membuka Hati untuk Roh Allah


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Saran-saran untuk Mengadakan Pertemuan Gereja dan Merencanakan Retret yang Berhasil Yang perlu diingat dalam merencanakan dan mengadakan retret/kamp rohani adalah menciptakan dan membuat suasana di mana Roh Kristus bisa masuk ke dalam hati, memenuhi segenap perasaan, dan menggerakkan kita pada tujuan yang dipimpin oleh rencana Tuhan dalam hidup kita. Hal ini berlawanan dengan kepercayaan populer yang mengadakan pertemuan tanpa rencana yang disusun dengan baik dan dipimpin oleh pemimpin yang hanya

Saran-saran untuk Mengadakan Pertemuan Gereja dan Merencanakan Retret yang Berhasil

Yang perlu diingat dalam merencanakan dan mengadakan retret/kamp rohani adalah menciptakan dan membuat suasana di mana Roh Kristus bisa masuk ke dalam hati, memenuhi segenap perasaan, dan menggerakkan kita pada tujuan yang dipimpin oleh rencana Tuhan dalam hidup kita. Hal ini berlawanan dengan kepercayaan populer yang mengadakan pertemuan tanpa rencana yang disusun dengan baik dan dipimpin oleh pemimpin yang hanya dapat "memberikan tugas". Acara retret/kamp anak harus dipimpin oleh sinergi yang positif dari Roh Kudus yang masuk dan diizinkan memimpin kelompok yang ada. Mintalah supaya Roh Kudus memimpin kita selama mempersiapkan dan merencanakan acara ini. Dalam doa, jangan meminta Tuhan melakukan hal-hal yang sudah Ia kerjakan. Kita tidak perlu meminta Tuhan "bersama kita" atau "memberkati acara ini" karena Tuhan selalu melakukannya.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari kamp/retret yang diadakan, kami menyarankan Anda untuk menggabungkan kegiatan-kegiatan berikut ini.

  1. Membangun rasa menjadi bagian dari Tubuh Kristus (membangun komunitas Kristen) di antara para peserta adalah penting untuk menjadikan retret ini produktif serta meletakkan dasar supaya Roh Kudus benar-benar ada bersama Anda.

    Kegiatan-kegiatan ini membantu untuk "memecahkan suasana" yang telah terbentuk di hati karena berada di lingkungan yang "tidak seperti di kerajaan". "Ice-breaker" dan "community builder" membantu setiap peserta merasa cukup nyaman bersama orang lain sehingga terbuka untuk membagikan "dorongan kudus" yang mungkin mereka rasakan tanpa takut ditertawakan. Takut ditertawakan atau ditolak tanpa mau didengarkan adalah halangan terbesar bagi sinergi pimpinan Roh Kudus dalam acara retret/kamp.

  2. Pembelajaran Alkitab yang baik mencakup semua aspek yang penting dalam membangun kelompok. Hati yang terbuka, memimpin untuk menjadi peka, memberikan keyakinan bahwa pelayanan Anda didasarkan pada Alkitab dan dapat membantu orang lain memerdalam pemahaman terhadap Firman yang hidup ini.

    Sediakan waktu berdoa, merenung, dan diskusi yang benar-benar memerlukan pemikiran, cerita-cerita Alkitab, pasal, atau konsep yang mungkin memberikan arah pada kelompok Anda. Strategi yang saya sukai dalam pembelajaran Alkitab seperti ini adalah tidak mengambil sesuatu yang sudah "jelas" jawabannya, tetapi mengambil sesuatu yang membuat orang lain bergumul dengan teks yang dibahas dan menemukan jawaban untuk diri mereka sendiri, kadang-kadang ini mengejutkan!

  3. Satukan kelompok melalui diskusi dengan model kerja sama selama pertemuan (berdoa dan merenung, tanpa pertanyaan atau ide-ide yang bodoh, saling mendengarkan dengan baik, serta mendorong orang lain untuk berpartisipasi).

    Bagilah peserta menjadi 3 -- 5 kelompok untuk bersama-sama berdiskusi tentang Alkitab. Mintalah setiap kelompok untuk membagikan semua pandangan istimewa mereka yang muncul saat diskusi. Anda juga bisa memberikan tugas yang berbeda kepada setiap kelompok (dengan sudut pandang yang berbeda dalam melihat teks yang sama, atau teks yang berbeda namun dengan tema yang sama), kemudian membagikannya ke dalam kelompok besar.

    Bila Anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari Alkitab, satukan versi yang lebih pendek dalam pelayanan penyembahan.

  4. Menyediakan waktu untuk bersama-sama masuk dalam penyembahan adalah penting dalam menciptakan suasana sakral di mana hati terbuka untuk Roh Tuhan.

    Satukan berbagai jenis doa dalam penyembahan, musik, dan pelajaran dalam Alkitab, atau tambahkan ayat-ayat tambahan untuk kesaksian. Pemimpin dapat pula menambahkan renungan singkat atau kata-kata penuntun untuk menghidupkan suasana dan membantu membuka telinga kita untuk mendengarkan firman Tuhan. Pelayanan penyembahan seperti yang disarankan ini hanya memerlukan waktu 5 -- 20 menit. Untuk pembukaan dalam penyembahan, berikan waktu untuk saat teduh dan meditasi guna menyadari kehadiran Tuhan dan melihat kehendak Allah atas kelompok Anda.

  5. "Break-in Break" dan Pentas Kreasi -- sediakan waktu khusus untuk melakukan sesuatu yang mengizinkan Roh Allah "masuk" dalam pikiran, hati, dan tubuh Anda, kemudian sediakan waktu untuk mengekspresikan Roh yang telah menyentuh Anda selama latihan ini dengan sekreatif mungkin.

    "Break-in Break" bisa dalam bentuk jalan-jalan ke hutan, duduk di tepi sungai, saat teduh di kamar sambil memandang hutan, merenungkan firman Tuhan, meditasi, olahraga, memancing, bercakap-cakap dengan Yesus, atau apa saja yang bisa membantu Anda untuk melewatkan waktu dan pekerjaan dan mengizinkan Tuhan untuk masuk ke dalam diri Anda.

    Pentas Kreasi -- kemudian lakukan sesuatu untuk mengekspresikan dan membagikan Roh Allah yang masuk ke dalam hidup Anda hari ini. Buatlah sesuatu dengan tangan Anda, menulis puisi, menulis pandangan atau inspirasi apa pun yang telah Anda dapatkan, ceritakan saat-saat istimewa dengan orang lain, tulislah surat untuk seorang teman, pasangan atau anak, biarkan kasih Tuhan mengalir ke orang lain melalui Anda.

  6. Pembangkit semangat. Ini adalah kegiatan-kegiatan yang bersemangat atau memfokuskan kembali semangat dalam kelompok Anda. Kegiatan-kegiatan ini merupakan cara-cara yang baik untuk berkumpul kembali setelah istirahat dan merupakan cara yang baik untuk beristirahat sejenak dengan peserta tetap tinggal dalam ruang pertemuan. Beberapa kegiatan yang paling sering dilakukan antara lain, memainkan musik, bernyanyi, atau menggerakkan anggota tubuh.

    Meskipun acaranya bersifat santai, tekankanlah agar setiap kelompok terus mengingat "bagaimana Allah berbicara kepada kita saat ini".

  7. Permainan kekompakan. Selama pertemuan berlangsung, gunakan strategi membentuk kelompok kecil yang terdiri atas orang-orang yang tertarik pada tindakan-tindakan tertentu. Mintalah tiap kelompok untuk menggali lebih dalam lagi dan membagikan hasilnya dalam kelompok besar.

    Berdiri, menghadap ke kanan (atau ke kiri) dan garuk punggung orang di depan Anda (ini hanya untuk kelompok yang tidak keberatan dengan sentuhan secara pribadi).

    Dengan berpasang-pasangan, bagikan tentang suatu topik, dapat berupa pertanyaan pribadi yang membantu kelompok Anda untuk saling mengenal lebih dalam lagi atau berkaitan dengan acara saat itu.

    Berdoa, bersukacita (kadang-kadang sangat efektif melakukan hal ini satu persatu dengan sebelahnya daripada dalam kelompok besar).

    Minta seseorang untuk menceritakan suatu humor.

  8. Implementasi. Sebelum acara dimulai, undanglah beberapa anggota untuk memimpin beberapa hal dalam program ini. Jangan menunjuk seseorang untuk memimpin seluruh program ini bila orang tersebut tidak mampu. Biarkan orang lain belajar menjadi pemimpin rohani!

    Bila Anda membutuhkan bantuan dalam program-program tertentu, permainan, musik, materi penyembahan, dll., ketua dan panitia kamp akan senang membantu Anda!

    Kiranya Tuhan memberkati kamp Anda dengan sukacita yang melimpah dan Roh yang selalu menuntun! (t/Ratri)

Kategori Bahan PEPAK: Program Khusus Anak

Sumber
Judul Artikel: 
Opening Hearts to the Spirit: Suggestions For Successful Church-Related Meeting And Planning Retreats

Komentar